SulawesiPos.com – Di tengah arus perubahan global yang menuntut inovasi dan kolaborasi lintas generasi, Ikatan Alumni Perikanan Universitas Hasanuddin (IKA Perikanan Unhas) tampil dengan gebrakan besar melalui gelaran PERIKANAN+ 2026 yang bukan sekadar acara, melainkan deklarasi kebangkitan kolektif alumni menuju masa depan perikanan Indonesia yang lebih progresif.
Momentum ini dikemas dalam Musyawarah Besar (Mubes) V yang dirangkaikan dengan Ramah Tamah Alumni, berlangsung selama tiga hari, Jumat hingga Minggu, 1–3 Mei 2026, di Kampus Unhas Tamalanrea, menghadirkan energi baru yang menyatukan sejarah, jejaring, dan visi masa depan dalam satu panggung besar.
Mengusung semangat PERIKANAN+, kegiatan ini melampaui sekadar temu kangen, karena ia menjadi ruang strategis yang mempertemukan lintas generasi alumni dari angkatan 1980-an hingga lulusan terbaru dalam satu orbit kolaborasi yang dinamis dan berdaya saing tinggi.
Ketua Umum IKA Perikanan Unhas, M. Yusran Lalogau, menegaskan bahwa forum ini bukan hanya seremoni, tetapi titik refleksi sekaligus akselerasi kontribusi alumni bagi bangsa, khususnya dalam sektor perikanan yang menjadi tulang punggung ekonomi maritim Indonesia.
Didampingi Pengurus IKA Unhas, Ketua IKA FKG Turun Langsung Bantu Korban Banjir Barombong
“Untuk memajukan dunia perikanan, alumni harus bersatu, dan momentum seperti ini menjadi ruang strategis untuk menyatukan langkah,” ujar Yusran yang juga menjabat sebagai Bupati Pangkep.
Menurutnya, kekuatan alumni terletak pada keberagaman peran yang kini tersebar di berbagai sektor, mulai dari pengusaha, politisi, ASN, aktivis lingkungan, hingga pelaku industri kreatif, yang jika disinergikan akan melahirkan kekuatan transformasional bagi kemajuan nasional.
“Lewat organisasi ini, semua potensi kita kumpulkan, dari ide hingga aksi nyata, sekecil apa pun kontribusinya akan memberi dampak besar,” tegasnya.
Sejalan dengan itu, Ketua Panitia Muhammad Yunus mengungkapkan bahwa sekitar seribu alumni telah diundang dalam perhelatan ini, mencerminkan besarnya antusiasme dan harapan untuk memperkuat kembali jaringan alumni yang selama ini tersebar di berbagai penjuru.
“Semoga acara ini bisa kembali mempertemukan alumni dari berbagai angkatan dan latar belakang sehingga silaturahmi dan komunikasi makin terjaga,” ujarnya, Jumat (1/5/2026).
Tak hanya menghadirkan nostalgia, panitia juga secara khusus mengundang sekitar 100 alumni yang telah sukses di dunia usaha, sebagai simbol inspirasi dan bukti nyata bahwa sektor perikanan menyimpan potensi besar bagi generasi muda.
“Harapannya, adik-adik yang baru lulus bisa melihat peluang besar di dunia perikanan, karena banyak alumni yang telah membuktikan keberhasilan dari nol hingga sukses,” jelas Yunus.
Di sisi lain, pengarah acara Awaluddin menekankan bahwa kehadiran alumni dalam forum ini adalah langkah awal membangun ekosistem kolaboratif yang berkelanjutan, bukan sekadar pertemuan seremonial yang berakhir tanpa jejak.
“Tujuan kita membangun ekosistem alumni di mana kita bisa saling mendukung, mempromosikan usaha, membuka peluang kerja sama, dan tumbuh bersama,” ungkapnya.
Rangkaian kegiatan PERIKANAN+ dirancang sebagai ekosistem interaksi yang hidup dan produktif, mulai dari musyawarah besar, kuliah tamu alumni, pameran UMKM produk perikanan, pameran karya alumni, kampanye lingkungan, hingga temu pengusaha, yang seluruhnya menjadi ruang bertemunya gagasan, peluang, dan aksi nyata.
Tidak ketinggalan, aktivitas sosial dan rekreatif seperti lomba domino, futsal, dan jalan santai turut memperkuat ikatan emosional antar alumni, menjadikan forum ini tidak hanya strategis tetapi juga hangat dan membumi.
Lebih dari sekadar nama, PERIKANAN+ hadir sebagai simbol gerakan, di mana tanda “plus” dimaknai sebagai dorongan untuk menjadi alumni yang berdampak, progresif, unggul, inovatif, dan mampu menjadi penggerak perubahan di tengah dinamika zaman.
Pada akhirnya, PERIKANAN+ 2026 bukan hanya tentang merajut kembali kenangan masa kampus, tetapi tentang menegaskan satu hal yang tak terbantahkan: bahwa alumni perikanan Unhas adalah kekuatan nyata yang siap bergerak, berkolaborasi, dan memimpin arah baru pembangunan sektor perikanan Indonesia. (ali)

