Dari Mubes untuk Negeri: Alumni Unhas Bahas Ketahanan Pangan dan Energi

SulawesiPos.com — Pelaksanaan Musyawarah Besar (Mubes) Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin (IKA Unhas) di Hotel Fourpoints by Sheraton Makassar, Sabtu (2/5/2026) tidak hanya menjadi ajang konsolidasi organisasi.

Mubes ini juga menghadirkan ruang intelektual melalui sharing session yang membahas isu-isu strategis nasional.

Salah satu yang akan menjadi perhatian alumni adalah diskusi dengan tema ketahanan pangan dan energi serta relevansinya bagi alumni Unhas.

Kegiatan yang digelar di sela-sela rangkaian Mubes ini akan dihadiri alumni dari berbagai latar belakang, mulai dari akademisi, praktisi, pengusaha dan birokrat. Termasuk alumni yang telah berkecimpung di sektor pangan dan energi.

Diskusi ini akan menyoroti tantangan global sekaligus peluang besar yang dapat dimanfaatkan oleh alumni Unhas.

Penanggung jawab sharing session Mubes IKA Unhas, Dr Yenny Ramli dalam keterangannya, Kamis (30/4/2026) malam menyebutkan sharing session ini dikhususkan bagi alumni yang bukan peserta penuh dan peserta peninjau.

“Ketika alumni yang jadi peserta penuh dan peninjau bersidang, maka alumni lain bisa mengikuti sharing session ini di ruangan lain,” kata Yenny.

Konsep sharing session ini mengadopsi model Indonesia Lawyers Club (ILC) yang dahulu ditayangkan TVOne.

Dimana, kata Yenny, dalam ruangan disiapkan beberapa meja bundar yang ditempati alumni.

BACA JUGA: 
Sentuh Puluhan Ribu Warga, Program Bantuan Pangan Bone Resmi Diluncurkan

“Saya dan kak Eky (Rezky Muliadi) akan menjadi pemantik diskusi. Setelah itu kita akan mengajak alumni memberikan respons dan berdiskusi,” jelas Yenny lagi.

Ketika ditanya kenapa memilih tema ketahanan pangan dan energi, Yenny menjelaskan isu pangan dan energi sangat relevan dengan kondisi global saat ini.

Menurut Yenny, ketahanan pangan dan energi dipandang sebagai dua sektor krusial yang tidak hanya menentukan stabilitas nasional, tetapi juga membuka ruang kontribusi nyata bagi alumni.

Indonesia sebagai negara dengan sumber daya alam melimpah, katanya, dinilai memiliki potensi besar untuk mencapai kemandirian di kedua sektor tersebut, jika dikelola dengan inovasi dan kolaborasi yang kuat.

Ia berharap peran alumni Unhas dalam mendorong inovasi, investasi, serta pengembangan ekosistem bisnis di bidang pangan dan energi.

Alumni diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari sistem, tetapi juga menjadi motor penggerak perubahan, baik melalui kewirausahaan, riset, maupun penguatan jejaring profesional.

Selain itu, lanjutnya, diskusi ini juga menggarisbawahi pentingnya sinergi antara alumni, perguruan tinggi, pemerintah, dan sektor swasta.

Kolaborasi lintas sektor dianggap sebagai kunci dalam menjawab tantangan ketahanan pangan dan energi yang semakin kompleks di tengah dinamika global.

Diskusi ini diharapkan menjadi langkah awal bagi lahirnya kolaborasi dan inisiatif baru dari alumni Unhas di bidang ketahanan pangan dan energi.

BACA JUGA: 
IKAFE, IKATEK dan Fapet Berbagi Juara Liga Domino IKA Unhas di Royal Pegasus Makassar

Untuk sektor pangan, di bawah kepemimpinan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Indonesia sudah memperlihatkan ketahanan pangan yang baik.

Menurut Yenny, hal ini harus didorong agar alumni Unhas juga memberikan kontribusi untuk kemajuan negeri.

Yenny berharap sharing session ini mempertemukan alumni mulai dari yang berperan sebagai produsen dan pelaku usaha.

“Harapan kita ada koneksi antaralumni di sektor pangan dan energi,” kata Yenny.

Lebih jauh Yenny menjelaskan, dari sharing session akan muncul gagasan-gagasan baru yang bisa jadi akan menjadi program pengurus ke depan.

“Kami harap para alumni memberikan feeding. Malah lebih bagus lagi kalau feeding itu sudah sangat teknis,” paparnya.

Intinya, kata Yenny, sharing session ini selain menjadi ajang silaturahmi antaralumni, juga menjadi ajang adu gagasan tentang ketahanan pangan dan energi untuk kepentingan negeri.

Sementara itu, Bendahara Panitia Mubes yang juga akan menjadi pemantik di diskusi ini menjelaskan, sharing session ini juga bisa menjadi bussines matching bagi alumni.

“Bisa saja ada alumni yang butuh sesuatu di bidang pangan ternyata bisa disuplai oleh alumni lainnya,” kata Eky.

Selain itu, Eky menjelaskan, para alumni juga akan mendengarkan pengantar dari blogger nomor satu di Indonesia yang juga alumni Unhas, Muhammd Yusran Darmawan.

BACA JUGA: 
Aksa Mahmud Soroti Masa Depan Pangan Dunia: Bill Gates Jadi Contoh, Revolusi Pertanian Tak Terelakkan

Yusran, kata Eky, akan membahas bagaimana peran komunikasi dalam relevansinya dengan ketahanan pangan dan energi.

Welcome Dinner di Rujab Gubernur

Sekadar diketahui bahwa, Mubes IKA Unhas akan dilaksanakan 1 hingga 3 Mei 2026.

Pada Jumat (1/5/2026) para peserta dari seluruh Indonesia dan beberapa negara akan melakukan registrasi.

Malamnya, seluruh peserta akan dijamu makan malam berupa welcome dinner di rumah jabatan Gubernur Sulsel di Jalan Jenderal Sudirman.

Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman saat menerima panitia di kantor Gubernur Sulsel, Rabu (29/4/2026) menyatakan siap menerima para peserta Mubes IKA Unhas.

“Saya sebagai gubernur mengucapkan selamat datang kepada seluruh delegasi yang berasal dari beberapa negara dan seluruh Indonesia,” kata Andi Sudirman.

Pembukaan Mubes akan dilaksanakan, Sabtu (2/5/2026) pagi. Pembukaan akan dihadiri Ketua Umum IKA Unhas yang juga Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, para kepala daerah di Sulsel dan alumni Unhas yang menjadi pejabat daerah, maupun pejabat negara di tingkat nasional.

Mubes ini juga akan dihadiri Rektor Unhas yang baru saja dilantik, Prof Dr Ir Jamaluddin Jompa serta beberapa mantan Rektor Unhas.

SulawesiPos.com — Pelaksanaan Musyawarah Besar (Mubes) Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin (IKA Unhas) di Hotel Fourpoints by Sheraton Makassar, Sabtu (2/5/2026) tidak hanya menjadi ajang konsolidasi organisasi.

Mubes ini juga menghadirkan ruang intelektual melalui sharing session yang membahas isu-isu strategis nasional.

Salah satu yang akan menjadi perhatian alumni adalah diskusi dengan tema ketahanan pangan dan energi serta relevansinya bagi alumni Unhas.

Kegiatan yang digelar di sela-sela rangkaian Mubes ini akan dihadiri alumni dari berbagai latar belakang, mulai dari akademisi, praktisi, pengusaha dan birokrat. Termasuk alumni yang telah berkecimpung di sektor pangan dan energi.

Diskusi ini akan menyoroti tantangan global sekaligus peluang besar yang dapat dimanfaatkan oleh alumni Unhas.

Penanggung jawab sharing session Mubes IKA Unhas, Dr Yenny Ramli dalam keterangannya, Kamis (30/4/2026) malam menyebutkan sharing session ini dikhususkan bagi alumni yang bukan peserta penuh dan peserta peninjau.

“Ketika alumni yang jadi peserta penuh dan peninjau bersidang, maka alumni lain bisa mengikuti sharing session ini di ruangan lain,” kata Yenny.

Konsep sharing session ini mengadopsi model Indonesia Lawyers Club (ILC) yang dahulu ditayangkan TVOne.

Dimana, kata Yenny, dalam ruangan disiapkan beberapa meja bundar yang ditempati alumni.

BACA JUGA: 
Mentan Andi Amran Sulaiman Pastikan Stok Beras Aman hingga April 2026, RI Tahan Ancaman Kekeringan dan Gejolak Global

“Saya dan kak Eky (Rezky Muliadi) akan menjadi pemantik diskusi. Setelah itu kita akan mengajak alumni memberikan respons dan berdiskusi,” jelas Yenny lagi.

Ketika ditanya kenapa memilih tema ketahanan pangan dan energi, Yenny menjelaskan isu pangan dan energi sangat relevan dengan kondisi global saat ini.

Menurut Yenny, ketahanan pangan dan energi dipandang sebagai dua sektor krusial yang tidak hanya menentukan stabilitas nasional, tetapi juga membuka ruang kontribusi nyata bagi alumni.

Indonesia sebagai negara dengan sumber daya alam melimpah, katanya, dinilai memiliki potensi besar untuk mencapai kemandirian di kedua sektor tersebut, jika dikelola dengan inovasi dan kolaborasi yang kuat.

Ia berharap peran alumni Unhas dalam mendorong inovasi, investasi, serta pengembangan ekosistem bisnis di bidang pangan dan energi.

Alumni diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari sistem, tetapi juga menjadi motor penggerak perubahan, baik melalui kewirausahaan, riset, maupun penguatan jejaring profesional.

Selain itu, lanjutnya, diskusi ini juga menggarisbawahi pentingnya sinergi antara alumni, perguruan tinggi, pemerintah, dan sektor swasta.

Kolaborasi lintas sektor dianggap sebagai kunci dalam menjawab tantangan ketahanan pangan dan energi yang semakin kompleks di tengah dinamika global.

Diskusi ini diharapkan menjadi langkah awal bagi lahirnya kolaborasi dan inisiatif baru dari alumni Unhas di bidang ketahanan pangan dan energi.

BACA JUGA: 
IKA Unhas–AAS Foundation Mulai Program Baksos Berkah Ramadhan, Sasar Anak Yatim dan Dhuafa

Untuk sektor pangan, di bawah kepemimpinan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Indonesia sudah memperlihatkan ketahanan pangan yang baik.

Menurut Yenny, hal ini harus didorong agar alumni Unhas juga memberikan kontribusi untuk kemajuan negeri.

Yenny berharap sharing session ini mempertemukan alumni mulai dari yang berperan sebagai produsen dan pelaku usaha.

“Harapan kita ada koneksi antaralumni di sektor pangan dan energi,” kata Yenny.

Lebih jauh Yenny menjelaskan, dari sharing session akan muncul gagasan-gagasan baru yang bisa jadi akan menjadi program pengurus ke depan.

“Kami harap para alumni memberikan feeding. Malah lebih bagus lagi kalau feeding itu sudah sangat teknis,” paparnya.

Intinya, kata Yenny, sharing session ini selain menjadi ajang silaturahmi antaralumni, juga menjadi ajang adu gagasan tentang ketahanan pangan dan energi untuk kepentingan negeri.

Sementara itu, Bendahara Panitia Mubes yang juga akan menjadi pemantik di diskusi ini menjelaskan, sharing session ini juga bisa menjadi bussines matching bagi alumni.

“Bisa saja ada alumni yang butuh sesuatu di bidang pangan ternyata bisa disuplai oleh alumni lainnya,” kata Eky.

Selain itu, Eky menjelaskan, para alumni juga akan mendengarkan pengantar dari blogger nomor satu di Indonesia yang juga alumni Unhas, Muhammd Yusran Darmawan.

BACA JUGA: 
Sentuh Puluhan Ribu Warga, Program Bantuan Pangan Bone Resmi Diluncurkan

Yusran, kata Eky, akan membahas bagaimana peran komunikasi dalam relevansinya dengan ketahanan pangan dan energi.

Welcome Dinner di Rujab Gubernur

Sekadar diketahui bahwa, Mubes IKA Unhas akan dilaksanakan 1 hingga 3 Mei 2026.

Pada Jumat (1/5/2026) para peserta dari seluruh Indonesia dan beberapa negara akan melakukan registrasi.

Malamnya, seluruh peserta akan dijamu makan malam berupa welcome dinner di rumah jabatan Gubernur Sulsel di Jalan Jenderal Sudirman.

Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman saat menerima panitia di kantor Gubernur Sulsel, Rabu (29/4/2026) menyatakan siap menerima para peserta Mubes IKA Unhas.

“Saya sebagai gubernur mengucapkan selamat datang kepada seluruh delegasi yang berasal dari beberapa negara dan seluruh Indonesia,” kata Andi Sudirman.

Pembukaan Mubes akan dilaksanakan, Sabtu (2/5/2026) pagi. Pembukaan akan dihadiri Ketua Umum IKA Unhas yang juga Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, para kepala daerah di Sulsel dan alumni Unhas yang menjadi pejabat daerah, maupun pejabat negara di tingkat nasional.

Mubes ini juga akan dihadiri Rektor Unhas yang baru saja dilantik, Prof Dr Ir Jamaluddin Jompa serta beberapa mantan Rektor Unhas.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru