Inflasi Sulsel Januari 2026 Tembus 4,11 Persen, Absennya Diskon Listrik Jadi Faktor Penekan

Secara spasial, inflasi tertinggi di Sulawesi Selatan terjadi di Kabupaten Sidenreng Rappang dengan laju 5,63 persen dan IHK 108,33, sementara inflasi terendah tercatat di Kota Makassar sebesar 3,82 persen dengan IHK 109,88.

“Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Sidenreng Rappang sebesar 5,63 persen dengan IHK 108,33, sementara inflasi terendah tercatat di Kota Makassar sebesar 3,82 persen dengan IHK 109,88,” ujar Khaerul Agus.

BPS Sulsel juga mencatat inflasi bulanan Januari 2026 sebesar 0,47 persen secara month to month (mtm), yang sekaligus menjadi angka inflasi year to date (ytd) hingga Januari 2026.

“Adapun komoditas yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi yoy pada Januari 2026 antara lain tarif listrik dengan sumbangan 1,46 persen, emas perhiasan sebesar 1,19 persen, dan beras sebesar 0,24 persen,” katanya.

Sejumlah komoditas perikanan turut menyumbang inflasi, di antaranya ikan bandeng atau ikan bolu sebesar 0,13 persen, ikan layang atau ikan benggol 0,12 persen, serta ikan cakalang atau ikan sisik sebesar 0,11 persen.

Komoditas lainnya yang ikut mendorong inflasi Sulsel antara lain sigaret kretek mesin dan telur ayam ras masing-masing 0,1 persen, ikan teri dan sewa rumah sebesar 0,05 persen, serta udang basah yang juga memberikan kontribusi 0,05 persen.

Secara spasial, inflasi tertinggi di Sulawesi Selatan terjadi di Kabupaten Sidenreng Rappang dengan laju 5,63 persen dan IHK 108,33, sementara inflasi terendah tercatat di Kota Makassar sebesar 3,82 persen dengan IHK 109,88.

“Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Sidenreng Rappang sebesar 5,63 persen dengan IHK 108,33, sementara inflasi terendah tercatat di Kota Makassar sebesar 3,82 persen dengan IHK 109,88,” ujar Khaerul Agus.

BPS Sulsel juga mencatat inflasi bulanan Januari 2026 sebesar 0,47 persen secara month to month (mtm), yang sekaligus menjadi angka inflasi year to date (ytd) hingga Januari 2026.

“Adapun komoditas yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi yoy pada Januari 2026 antara lain tarif listrik dengan sumbangan 1,46 persen, emas perhiasan sebesar 1,19 persen, dan beras sebesar 0,24 persen,” katanya.

Sejumlah komoditas perikanan turut menyumbang inflasi, di antaranya ikan bandeng atau ikan bolu sebesar 0,13 persen, ikan layang atau ikan benggol 0,12 persen, serta ikan cakalang atau ikan sisik sebesar 0,11 persen.

Komoditas lainnya yang ikut mendorong inflasi Sulsel antara lain sigaret kretek mesin dan telur ayam ras masing-masing 0,1 persen, ikan teri dan sewa rumah sebesar 0,05 persen, serta udang basah yang juga memberikan kontribusi 0,05 persen.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru