Program Makan Bergizi Gratis di Sulsel Jangkau Hampir 2 Juta Warga, 751 SPPG Terbentuk

SulawesiPos.com – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Sulawesi Selatan, Hari Utomo, mengungkapkan capaian pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sulawesi Selatan hingga Maret 2026.

Saat ini, sebanyak 751 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah terbentuk dan melayani hampir dua juta penerima manfaat di seluruh wilayah provinsi.

“Untuk penerima manfaat program MBG di Sulsel itu bertambah menjadi 1,98 juta jiwa lebih dengan 751 SPPG yang telah terbentuk di 24 kabupaten/kota di Sulsel,” ujarnya di Makassar, Rabu.

Hari menjelaskan, keberadaan ratusan SPPG tersebut memberikan dampak signifikan bagi masyarakat, terutama kelompok rentan.

Dari total 1,98 juta penerima manfaat, sebagian besar merupakan peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan.

Selain pelajar, program MBG juga menyasar ibu hamil serta bayi di bawah usia dua tahun (baduta).

Kelompok ini menjadi prioritas sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting sekaligus peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.

BACA JUGA: 
Tindak Lanjut Laporan Warga, Bupati Bone Perintahkan Kawal MBG, Kualitas Makanan Jadi Prioritas Utama

“Jadi tidak hanya berdampak pada aspek kesehatan dan gizi, pelaksanaan Program MBG di Sulawesi Selatan juga memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian daerah,” ucapnya.

Ia menambahkan, rantai pasok program MBG melibatkan 1.665 penyuplai, mulai dari penyedia bahan pangan hingga mitra pendukung lainnya.

Keterlibatan pelaku usaha lokal ini dinilai mampu mendorong perputaran ekonomi daerah serta memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Keterlibatan penyuplai lokal ini turut mendorong perputaran ekonomi di daerah serta memperkuat usaha mikro, kecil, dan menengah,” katanya.

Dari sisi ketenagakerjaan, program MBG juga membuka peluang kerja dalam jumlah besar.

Hingga Maret 2026, tercatat sebanyak 34.429 tenaga kerja terlibat langsung dalam operasional SPPG di seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan.

Menurut Hari, capaian tersebut menunjukkan bahwa program MBG tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga berperan sebagai motor penggerak ekonomi serta pencipta lapangan kerja.

Ke depan, pihaknya berkomitmen untuk terus mendukung keberlanjutan dan penguatan Program MBG melalui pengelolaan anggaran yang akuntabel dan tepat sasaran.

BACA JUGA: 
IKA Unhas Gelar Baksos di Bone, Salurkan 812 Paket Sembako untuk Marbot dan Warga Kurang Mampu

“Kami berharap sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan, dapat terus terjaga agar manfaat program ini semakin dirasakan luas oleh masyarakat Sulawesi Selatan,” ucapnya.

SulawesiPos.com – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Sulawesi Selatan, Hari Utomo, mengungkapkan capaian pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sulawesi Selatan hingga Maret 2026.

Saat ini, sebanyak 751 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah terbentuk dan melayani hampir dua juta penerima manfaat di seluruh wilayah provinsi.

“Untuk penerima manfaat program MBG di Sulsel itu bertambah menjadi 1,98 juta jiwa lebih dengan 751 SPPG yang telah terbentuk di 24 kabupaten/kota di Sulsel,” ujarnya di Makassar, Rabu.

Hari menjelaskan, keberadaan ratusan SPPG tersebut memberikan dampak signifikan bagi masyarakat, terutama kelompok rentan.

Dari total 1,98 juta penerima manfaat, sebagian besar merupakan peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan.

Selain pelajar, program MBG juga menyasar ibu hamil serta bayi di bawah usia dua tahun (baduta).

Kelompok ini menjadi prioritas sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting sekaligus peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.

BACA JUGA: 
Tindak Lanjut Laporan Warga, Bupati Bone Perintahkan Kawal MBG, Kualitas Makanan Jadi Prioritas Utama

“Jadi tidak hanya berdampak pada aspek kesehatan dan gizi, pelaksanaan Program MBG di Sulawesi Selatan juga memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian daerah,” ucapnya.

Ia menambahkan, rantai pasok program MBG melibatkan 1.665 penyuplai, mulai dari penyedia bahan pangan hingga mitra pendukung lainnya.

Keterlibatan pelaku usaha lokal ini dinilai mampu mendorong perputaran ekonomi daerah serta memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Keterlibatan penyuplai lokal ini turut mendorong perputaran ekonomi di daerah serta memperkuat usaha mikro, kecil, dan menengah,” katanya.

Dari sisi ketenagakerjaan, program MBG juga membuka peluang kerja dalam jumlah besar.

Hingga Maret 2026, tercatat sebanyak 34.429 tenaga kerja terlibat langsung dalam operasional SPPG di seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan.

Menurut Hari, capaian tersebut menunjukkan bahwa program MBG tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga berperan sebagai motor penggerak ekonomi serta pencipta lapangan kerja.

Ke depan, pihaknya berkomitmen untuk terus mendukung keberlanjutan dan penguatan Program MBG melalui pengelolaan anggaran yang akuntabel dan tepat sasaran.

BACA JUGA: 
Demam Senjata Mainan Gel Meluas di Makassar, Diserbu Pembeli hingga Polisi Turun Tangan

“Kami berharap sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan, dapat terus terjaga agar manfaat program ini semakin dirasakan luas oleh masyarakat Sulawesi Selatan,” ucapnya.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru