Perselisihan Akibat Utang Berujung Maut di Makassar

“Sudah ada beberapa saksi kita periksa. Memang sempat mereka duel. Kita olah TKP dulu, dan kita sudah mengumpulkan barang bukti, ada badik, sendal. Untuk profesi keduanya swasta, supir bekerja di luar kota, kalau tidak salah di Toraja,” jelasnya.

Lokasi kejadian diketahui kerap digunakan sebagai bengkel sekaligus tempat parkir kendaraan. Keduanya disebut berprofesi sebagai sopir dan juga diduga kerap menjual anjing ke Kabupaten Toraja.

Dalam pemeriksaan awal, pelaku mengakui perbuatannya dan membenarkan bahwa konflik utang menjadi pemicu utama. Ia mengaku menusuk kakaknya sebanyak empat kali menggunakan badik.

Saat ini, pelaku telah dipindahkan ke Polrestabes Makassar untuk proses hukum lanjutan, sementara jenazah korban masih berada di RS Bhayangkara Makassar. (amh)

BACA JUGA:  Dekan FK Unhas Jadi Pembicara Utama PIT PAMKI 2026, Soroti Sinergi Penanganan Infeksi pada Pasien Ginjal

“Sudah ada beberapa saksi kita periksa. Memang sempat mereka duel. Kita olah TKP dulu, dan kita sudah mengumpulkan barang bukti, ada badik, sendal. Untuk profesi keduanya swasta, supir bekerja di luar kota, kalau tidak salah di Toraja,” jelasnya.

Lokasi kejadian diketahui kerap digunakan sebagai bengkel sekaligus tempat parkir kendaraan. Keduanya disebut berprofesi sebagai sopir dan juga diduga kerap menjual anjing ke Kabupaten Toraja.

Dalam pemeriksaan awal, pelaku mengakui perbuatannya dan membenarkan bahwa konflik utang menjadi pemicu utama. Ia mengaku menusuk kakaknya sebanyak empat kali menggunakan badik.

Saat ini, pelaku telah dipindahkan ke Polrestabes Makassar untuk proses hukum lanjutan, sementara jenazah korban masih berada di RS Bhayangkara Makassar. (amh)

BACA JUGA:  PSM Makassar Tambah Amunisi Asing, Lagator Perkuat Benteng, Boboev Tajamkan Serangan

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru