Bassang, Bubur Khas Makassar yang Kini Tampil dengan Topping Keju dan Cokelat

SulawesiPos.com – Di tengah banyaknya pilihan sarapan modern, ada satu makanan sederhana yang tetap punya tempat di hati warga Makassar, bassang.

Sekilas terlihat seperti bubur biasa, tapi begitu disendok hangat-hangat, rasanya langsung terasa pas. Lembut, hangat, dan mengenyangkan. Tidak heran kalau bassang sering jadi pilihan untuk memulai hari.

Nama “bassang” sendiri berasal dari kata bassoro yang berarti kenyang. Sesuai namanya, makanan ini memang dikenal sebagai sarapan yang cukup mengisi perut.

Terbuat dari jagung pulut yang dimasak bersama santan, tepung terigu, air gula, dan sedikit garam, bassang punya cita rasa khas perpaduan gurih dan manis yang sederhana. Kadang, daun pandan juga ditambahkan untuk memberi aroma yang lebih harum.

Biasanya, bassang disajikan dalam kondisi hangat hingga panas. Banyak juga yang menambahkan satu sendok gula untuk menyesuaikan tingkat kemanisan sesuai selera.

Seiring waktu, bassang pun ikut berkembang. Kalau dulu identik dengan rasa original, sekarang pilihannya semakin beragam.

BACA JUGA: 
Nasi Goreng Merah Makassar, Kuliner Unik Berwarna Merona dengan Saus Tomat Khas

Untuk varian dasar, tersedia:

  • Bassang original, dengan rasa gurih manis dari jagung dan santan.
  • Bassang gula merah, yang lebih legit dengan sentuhan manis khas gula merah.

Tidak hanya itu, topping juga menjadi pelengkap yang membuat bassang semakin menarik. Mulai dari gula, susu, keju, hingga milo bisa ditambahkan, bahkan dikombinasikan sesuai selera, sehingga menghadirkan rasa yang lebih beragam.

Di Makassar, bassang bisa dengan mudah ditemukan, mulai dari penjual pinggir jalan hingga kafe.

Salah satu yang cukup dikenal adalah Bassang Toddopuli yang berlokasi di Ruko Mirah F2, Jalan Pengayoman. Dari pusat kota, tempat ini dapat ditempuh sekitar 13 menit perjalanan atau sekitar 4,3 kilometer.

Pilihan menunya cukup beragam dengan harga yang masih ramah di kantong. Berdasarkan informasi yang tertera di aplikasi GoFood, berikut kisaran harga yang ditawarkan:

  • Bassang original: Rp8.000
  • Bassang gula: Rp9.000
  • Bassang susu: Rp9.000
  • Bassang susu gula: Rp10.000
  • Bassang gula aren susu: Rp9.000
  • Bassang keju susu: Rp12.000
  • Bassang susu gula milo: Rp12.000
  • Bassang milo keju susu: Rp14.000
BACA JUGA: 
Toppa Lada Makassar, Olahan Daging Berkuah Kental dengan Rempah Pekat yang Menggoda Selera

Selain itu, ada juga Bubur Mas yang bisa ditemukan di Jalan Gunung Batu Putih No. 12, sekitar 15 menit dari pusat kota atau 5,1 kilometer.

Tempat ini juga cukup dikenal dengan pilihan menu seperti:

  • Bassang polos
  • Bassang gula merah
  • Bassang cokelat
  • Bassang keju
  • Bassang cokelat keju

Untuk informasi harga dan menu lebih lengkap, pengunjung bisa langsung melihat melalui Instagram mereka di @bubur.mas atau melalui layanan GoFood dengan nama Bubur Mas, Batu Putih.

Di tengah banyaknya makanan kekinian, bassang tetap bertahan sebagai salah satu kuliner khas yang tidak lekang oleh waktu. Kesederhanaannya justru menjadi daya tarik tersendiri, hangat, sederhana, dan selalu terasa pas untuk dinikmati di pagi hari.

SulawesiPos.com – Di tengah banyaknya pilihan sarapan modern, ada satu makanan sederhana yang tetap punya tempat di hati warga Makassar, bassang.

Sekilas terlihat seperti bubur biasa, tapi begitu disendok hangat-hangat, rasanya langsung terasa pas. Lembut, hangat, dan mengenyangkan. Tidak heran kalau bassang sering jadi pilihan untuk memulai hari.

Nama “bassang” sendiri berasal dari kata bassoro yang berarti kenyang. Sesuai namanya, makanan ini memang dikenal sebagai sarapan yang cukup mengisi perut.

Terbuat dari jagung pulut yang dimasak bersama santan, tepung terigu, air gula, dan sedikit garam, bassang punya cita rasa khas perpaduan gurih dan manis yang sederhana. Kadang, daun pandan juga ditambahkan untuk memberi aroma yang lebih harum.

Biasanya, bassang disajikan dalam kondisi hangat hingga panas. Banyak juga yang menambahkan satu sendok gula untuk menyesuaikan tingkat kemanisan sesuai selera.

Seiring waktu, bassang pun ikut berkembang. Kalau dulu identik dengan rasa original, sekarang pilihannya semakin beragam.

BACA JUGA: 
Kacipok, Camilan Tradisional Khas Makassar yang Renyah dan Mudah Dibuat

Untuk varian dasar, tersedia:

  • Bassang original, dengan rasa gurih manis dari jagung dan santan.
  • Bassang gula merah, yang lebih legit dengan sentuhan manis khas gula merah.

Tidak hanya itu, topping juga menjadi pelengkap yang membuat bassang semakin menarik. Mulai dari gula, susu, keju, hingga milo bisa ditambahkan, bahkan dikombinasikan sesuai selera, sehingga menghadirkan rasa yang lebih beragam.

Di Makassar, bassang bisa dengan mudah ditemukan, mulai dari penjual pinggir jalan hingga kafe.

Salah satu yang cukup dikenal adalah Bassang Toddopuli yang berlokasi di Ruko Mirah F2, Jalan Pengayoman. Dari pusat kota, tempat ini dapat ditempuh sekitar 13 menit perjalanan atau sekitar 4,3 kilometer.

Pilihan menunya cukup beragam dengan harga yang masih ramah di kantong. Berdasarkan informasi yang tertera di aplikasi GoFood, berikut kisaran harga yang ditawarkan:

  • Bassang original: Rp8.000
  • Bassang gula: Rp9.000
  • Bassang susu: Rp9.000
  • Bassang susu gula: Rp10.000
  • Bassang gula aren susu: Rp9.000
  • Bassang keju susu: Rp12.000
  • Bassang susu gula milo: Rp12.000
  • Bassang milo keju susu: Rp14.000
BACA JUGA: 
Buroncong, Kue Tradisional Bugis-Makassar dengan Cita Rasa Gurih Berpadu Manis

Selain itu, ada juga Bubur Mas yang bisa ditemukan di Jalan Gunung Batu Putih No. 12, sekitar 15 menit dari pusat kota atau 5,1 kilometer.

Tempat ini juga cukup dikenal dengan pilihan menu seperti:

  • Bassang polos
  • Bassang gula merah
  • Bassang cokelat
  • Bassang keju
  • Bassang cokelat keju

Untuk informasi harga dan menu lebih lengkap, pengunjung bisa langsung melihat melalui Instagram mereka di @bubur.mas atau melalui layanan GoFood dengan nama Bubur Mas, Batu Putih.

Di tengah banyaknya makanan kekinian, bassang tetap bertahan sebagai salah satu kuliner khas yang tidak lekang oleh waktu. Kesederhanaannya justru menjadi daya tarik tersendiri, hangat, sederhana, dan selalu terasa pas untuk dinikmati di pagi hari.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru