BEM PTNU Uji Pasal KUHP ke MK, Khawatir Dikiminalisasi Saat Demo

Sidang permohonan ini dipimpin Ketua MK Suhartoyo dengan didampingi Hakim Konstitusi Daniel Yusmic P Foekh dan M Guntur Hamzah.

Dalam sesi penasihatan, Hakim Daniel meminta Pemohon memperjelas kedudukan hukum, apakah bertindak sebagai individu atau mewakili organisasi, serta melengkapi bukti partisipasi aktif dalam penyampaian aspirasi publik.

“Bukti-bukti partisipasi aktif terkait penyampaian aspirasi di ruang publik itu supaya dinarasikan dalam permohonan ini. Kemudian menurut saya perlu juga dielaborasi keterpenuhan lima syarat kerugian hak konstitusional itu, kalau sebagai aktivis silakan diuraikan,” kata Daniel.

Menutup persidangan, Ketua MK Suhartoyo memberi waktu 14 hari kepada Pemohon untuk memperbaiki permohonannya.

Berkas perbaikan harus diserahkan ke Mahkamah paling lambat Kamis, 5 Februari 2026 pukul 12.00 WIB.

BACA JUGA: 
Dua Mantan Staf Keuangan Ajukan Uji Materi KUHP dan KUHAP Baru di MK

Sidang permohonan ini dipimpin Ketua MK Suhartoyo dengan didampingi Hakim Konstitusi Daniel Yusmic P Foekh dan M Guntur Hamzah.

Dalam sesi penasihatan, Hakim Daniel meminta Pemohon memperjelas kedudukan hukum, apakah bertindak sebagai individu atau mewakili organisasi, serta melengkapi bukti partisipasi aktif dalam penyampaian aspirasi publik.

“Bukti-bukti partisipasi aktif terkait penyampaian aspirasi di ruang publik itu supaya dinarasikan dalam permohonan ini. Kemudian menurut saya perlu juga dielaborasi keterpenuhan lima syarat kerugian hak konstitusional itu, kalau sebagai aktivis silakan diuraikan,” kata Daniel.

Menutup persidangan, Ketua MK Suhartoyo memberi waktu 14 hari kepada Pemohon untuk memperbaiki permohonannya.

Berkas perbaikan harus diserahkan ke Mahkamah paling lambat Kamis, 5 Februari 2026 pukul 12.00 WIB.

BACA JUGA: 
Gugat UU IKN ke Mahkamah Konstitusi, Warga Persoalkan Ketidakpastian Status Jakarta dan Ibu Kota Baru

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru