Pengamanan May Day Diperketat, Brimob Polda Sulsel Gelar Apel dan Uji Kesiapan Personel

SulawesiPos.com — Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026, Satuan Brimob Polda Sulawesi Selatan memperketat kesiapan pengamanan melalui apel gelar pasukan yang digelar pada Rabu (29/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Apel Mako Yon A Pelopor, Jalan Sultan Alauddin, Kota Makassar ini dipimpin langsung Teknis KBRN Utama Tk II Korp Brimob Polri, Brigjen Pol Deonijiu De Fatima.

Apel tersebut juga melibatkan jajaran Pasukan Brimob II Korbrimob Polri sebagai bagian dari tim asistensi pengamanan agenda nasional.

Sejumlah pejabat turut hadir dalam kegiatan ini, di antaranya Dansat Brimob Polda Sulsel Kombes Pol Muhammad Ridwan, tim supervisi Kombes Pol Hasripuddin, Kabag Ops AKBP Nur Ichsan, Danyon A Pelopor Kompol Mursalim, serta Danden Gegana Kompol Mansyur bersama para pejabat utama lainnya.

Dalam arahannya, Brigjen Pol Deonijiu De Fatima menegaskan bahwa apel ini bertujuan untuk memastikan kesiapan menyeluruh, baik dari sisi personel, strategi pengamanan, hingga kelengkapan peralatan di lapangan.

“Kami hadir untuk mengecek sejauh mana kesiapan Sat Brimob Polda Sulsel dalam mengamankan agenda nasional May Day,” ujarnya di hadapan peserta apel.

Ia menekankan bahwa pengamanan aksi massa harus dilakukan secara bertahap dan terukur, mulai dari Dalmas Awal, Dalmas Lanjutan, hingga pelibatan Pengendalian Huru-Hara (PHH) Brimob dan Detasemen Anti Anarkis jika situasi meningkat.

Selain itu, pengecekan alat utama dan alat khusus menjadi perhatian penting.

Ia meminta seluruh peralatan dipastikan dalam kondisi layak pakai, termasuk amunisi gas air mata yang harus segera diganti jika sudah kedaluwarsa.

Tak hanya itu, fungsi intelijen juga diminta aktif memantau perkembangan situasi di lapangan guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan sejak dini.

“Dinamika kamtibmas tidak boleh dianggap biasa. Setiap perkembangan harus terdeteksi lebih awal agar langkah antisipasi bisa tepat,” tegasnya.

Usai apel, kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan personel serta perlengkapan PHH secara menyeluruh.

Personel juga melaksanakan simulasi penanganan situasi darurat, termasuk pemadaman api akibat pembakaran ban menggunakan alat pemadam api ringan (APAR).

Rangkaian kegiatan ditutup dengan yel-yel gabungan sebagai bentuk soliditas antara Pasukan Brimob II Korbrimob Polri dan Sat Brimob Polda Sulsel. (kar)

SulawesiPos.com — Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026, Satuan Brimob Polda Sulawesi Selatan memperketat kesiapan pengamanan melalui apel gelar pasukan yang digelar pada Rabu (29/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Apel Mako Yon A Pelopor, Jalan Sultan Alauddin, Kota Makassar ini dipimpin langsung Teknis KBRN Utama Tk II Korp Brimob Polri, Brigjen Pol Deonijiu De Fatima.

Apel tersebut juga melibatkan jajaran Pasukan Brimob II Korbrimob Polri sebagai bagian dari tim asistensi pengamanan agenda nasional.

Sejumlah pejabat turut hadir dalam kegiatan ini, di antaranya Dansat Brimob Polda Sulsel Kombes Pol Muhammad Ridwan, tim supervisi Kombes Pol Hasripuddin, Kabag Ops AKBP Nur Ichsan, Danyon A Pelopor Kompol Mursalim, serta Danden Gegana Kompol Mansyur bersama para pejabat utama lainnya.

Dalam arahannya, Brigjen Pol Deonijiu De Fatima menegaskan bahwa apel ini bertujuan untuk memastikan kesiapan menyeluruh, baik dari sisi personel, strategi pengamanan, hingga kelengkapan peralatan di lapangan.

“Kami hadir untuk mengecek sejauh mana kesiapan Sat Brimob Polda Sulsel dalam mengamankan agenda nasional May Day,” ujarnya di hadapan peserta apel.

Ia menekankan bahwa pengamanan aksi massa harus dilakukan secara bertahap dan terukur, mulai dari Dalmas Awal, Dalmas Lanjutan, hingga pelibatan Pengendalian Huru-Hara (PHH) Brimob dan Detasemen Anti Anarkis jika situasi meningkat.

Selain itu, pengecekan alat utama dan alat khusus menjadi perhatian penting.

Ia meminta seluruh peralatan dipastikan dalam kondisi layak pakai, termasuk amunisi gas air mata yang harus segera diganti jika sudah kedaluwarsa.

Tak hanya itu, fungsi intelijen juga diminta aktif memantau perkembangan situasi di lapangan guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan sejak dini.

“Dinamika kamtibmas tidak boleh dianggap biasa. Setiap perkembangan harus terdeteksi lebih awal agar langkah antisipasi bisa tepat,” tegasnya.

Usai apel, kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan personel serta perlengkapan PHH secara menyeluruh.

Personel juga melaksanakan simulasi penanganan situasi darurat, termasuk pemadaman api akibat pembakaran ban menggunakan alat pemadam api ringan (APAR).

Rangkaian kegiatan ditutup dengan yel-yel gabungan sebagai bentuk soliditas antara Pasukan Brimob II Korbrimob Polri dan Sat Brimob Polda Sulsel. (kar)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru