Karena itu, ruang penguatan IHSG memang masih terbuka, tetapi pasar juga rawan berubah cepat bila arus dana asing kembali agresif keluar atau resistance penting gagal ditembus.
Secara teknikal, ada dua skenario utama yang patut dicermati. Phintraco Sekuritas melihat IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan dengan menguji area 6.300-6.380.
Sementara itu, BRI Danareksa Sekuritas menilai skenario bullish akan tetap terjaga selama IHSG mampu menutup gap di sekitar 6.310 dan menembus resistance psikologis 6.400.
Jika gagal menembus area 6.300-6.400 dan muncul rejection, indeks berpotensi kembali terkoreksi untuk menguji support dinamis MA20. Dengan kata lain, pasar memang masih positif, tetapi belum sepenuhnya aman dari profit taking.
Rekomendasi Saham Hari Ini
Di tengah kondisi itu, sejumlah sekuritas tetap menempatkan beberapa saham dalam radar pantauan. BNI Sekuritas memasukkan PTRO, TPIA, ELSA, AMMN, RAJA, dan BUMI ke dalam trading idea hari ini.
Di sisi lain, BRI Danareksa Sekuritas menaruh perhatian pada UNVR, BRPT, dan PTRO untuk pekan 3-7 Agustus 2026. Namun, untuk pembahasan teknikal yang lebih rinci pada perdagangan hari ini, empat saham dari MNC Sekuritas menjadi sorotan utama.
BRMS
Saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) menguat 0,90 persen ke Rp560, tetapi mulai disertai tekanan jual. Meski begitu, pergerakannya masih mampu bertahan di atas MA20 sehingga peluang kenaikan lanjutan belum tertutup.
Secara teknikal, posisi BRMS diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave [b] dari wave 2. Area trading buy berada di kisaran Rp540-Rp560, dengan target harga Rp595 hingga Rp605. Batas stop loss ditempatkan di bawah Rp535.
ENRG
PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) naik 0,78 persen ke Rp1.290, tetapi tekanan jual juga mulai terlihat. Dalam pembacaan teknikal, saham ini diperkirakan sedang berada di awal wave 1 dari wave (C) dari wave [B], sehingga masih menarik dicermati saat terjadi pelemahan terbatas.
Area buy on weakness dipetakan di rentang Rp1.230-Rp1.275. Adapun target harga berada di Rp1.455 hingga Rp1.610, sementara stop loss disarankan di bawah Rp1.205.
MBMA
Saham PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) menguat 3,48 persen ke Rp505 dan ditopang peningkatan volume pembelian. Meski demikian, penguatannya masih tertahan di area MA20 dan MA60, sehingga pergerakannya belum sepenuhnya lepas.
Secara teknikal, MBMA diperkirakan berada pada bagian awal wave [iii] dari wave C. Area buy on weakness berada di kisaran Rp482-Rp500, dengan target harga Rp540 hingga Rp580. Stop loss ditempatkan di bawah Rp474.
PSAB
PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) menguat 1,88 persen ke Rp434 dan didorong kenaikan volume pembelian. Sinyal ini membuat saham emas tersebut tetap menarik untuk strategi trading jangka pendek selama disiplin pada level masuk dan batas risiko.
Dalam pembacaan teknikal, posisi PSAB diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave [v] dari wave 1 dari wave (C). Area trading buy dipetakan pada Rp422-Rp434, dengan target harga Rp448 hingga Rp456. Stop loss disarankan di bawah Rp412.
Empat saham itu menunjukkan bahwa peluang masih tersebar di tema emas, energi, baterai, hingga komoditas berbasis sumber daya.

