Perdagangan Saham Kembali Dibuka, IHSG Menguat 0,34 Persen ke 8.676 Awal 2026

Data inflasi Desember juga menjadi sorotan, dengan estimasi melambat ke 2,5 persen secara tahunan dari 2,72 persen pada November, yang dinilai memberi ruang bagi stabilitas kebijakan ekonomi.

Sementara dari luar negeri, pasar masih bersikap hati-hati terhadap sejumlah risiko global.

Ketidakpastian terkait perang tarif, arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed), serta dinamika geopolitik di berbagai kawasan dunia masih menjadi faktor yang membayangi pergerakan pasar keuangan global.

Pada perdagangan sebelumnya, Rabu (31/12/2025), bursa saham Eropa ditutup dengan pergerakan beragam.

Indeks Euro Stoxx 50 menguat 0,77 persen, DAX Jerman naik 0,57 persen, sementara FTSE 100 Inggris dan CAC Prancis masing-masing melemah 0,09 persen dan 0,23 persen.

BACA JUGA:  OJK Tanggapi Pengunduran Diri Dirut BEI, Pastikan Operasional Tetap Normal

Data inflasi Desember juga menjadi sorotan, dengan estimasi melambat ke 2,5 persen secara tahunan dari 2,72 persen pada November, yang dinilai memberi ruang bagi stabilitas kebijakan ekonomi.

Sementara dari luar negeri, pasar masih bersikap hati-hati terhadap sejumlah risiko global.

Ketidakpastian terkait perang tarif, arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed), serta dinamika geopolitik di berbagai kawasan dunia masih menjadi faktor yang membayangi pergerakan pasar keuangan global.

Pada perdagangan sebelumnya, Rabu (31/12/2025), bursa saham Eropa ditutup dengan pergerakan beragam.

Indeks Euro Stoxx 50 menguat 0,77 persen, DAX Jerman naik 0,57 persen, sementara FTSE 100 Inggris dan CAC Prancis masing-masing melemah 0,09 persen dan 0,23 persen.

BACA JUGA:  IHSG Anjlok 3,54 Persen, Sentimen BUMN Ekspor Tekan Saham Komoditas

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru