Mobil Tangki Tak Bisa Masuk, Perumda Makassar Siapkan Pickup Bertandon ke Lorong Warga

SulawesiPos.com — Kemarau panjang membuat Perumda Air Minum Kota Makassar menyiapkan cara khusus untuk menjangkau pelanggan yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

Enam unit mobil pickup dilengkapi tandon disiapkan untuk mendistribusikan bantuan air bersih ke permukiman yang tidak dapat dijangkau mobil tangki, terutama pelanggan yang tinggal di lorong-lorong dengan akses jalan terbatas.

Armada pickup tersebut menjadi pendukung 14 unit mobil tangki yang telah disiagakan Perumda Air Minum Kota Makassar untuk mendistribusikan bantuan air bersih di berbagai wilayah pelayanan.

Kepala Bagian Distribusi dan Kehilangan Air Perumda Air Minum Kota Makassar, Wahidin, mengatakan penggunaan pickup ditujukan untuk menjangkau titik-titik yang tidak memungkinkan dimasuki mobil tangki.

“Mobil ini untuk yang tidak bisa dijangkau mobil tangki. Jadi lebih masuk ke dalam lagi untuk pelanggan yang berada di lorong-lorong,” kata Wahidin, Senin (7/9/2026).

Menurut Wahidin, skema tersebut diterapkan untuk meminimalisir dampak kekeringan akibat kemarau panjang yang turut menyebabkan ketersediaan sumber air baku Perumda Air Minum Kota Makassar menurun.

BACA JUGA:  Prakiraan Cuaca Sulawesi Selatan Hari Ini, Minggu 9 Agustus 2026: Mayoritas Wilayah Cerah

Meski menggunakan armada berbeda, mekanisme permintaan bantuan air tetap dilakukan melalui wilayah pelayanan.

“Permintaannya tetap melalui wilayah. Setelah ada permintaan dari wilayah, baru kami tindak lanjuti,” jelasnya.

Setelah permintaan diterima, petugas akan mengatur pengambilan air dari sumber yang tersedia, termasuk kantong-kantong air atau reservoir Perumda Air Minum Kota Makassar. Air tersebut kemudian dibawa menggunakan pickup untuk didistribusikan kepada pelanggan.

Pickup Jadi Armada Pendukung Saat Kekeringan

Enam mobil pickup tersebut juga terintegrasi dengan posko yang dibentuk Perumda Air Minum Kota Makassar untuk menghadapi kondisi darurat kekeringan.

Posko tersebut menjadi pusat koordinasi untuk mengatur personel dan distribusi bantuan air berdasarkan kebutuhan pelanggan di lapangan.

“Ini posko untuk antisipasi darurat kekeringan,” ujarnya.

Dengan adanya enam pickup dan 14 mobil tangki, Perumda Air Minum Kota Makassar berharap distribusi bantuan air dapat menjangkau lebih banyak pelanggan, termasuk mereka yang tinggal di kawasan dengan akses kendaraan terbatas.

BACA JUGA:  Jukir Liar Makassar Curi HP di Laci Motor, CCTV Bongkar Aksi

Kapasitas satu pickup sekitar satu kubik air. Dalam sekali pengantaran, jumlah tersebut diperkirakan dapat membantu memenuhi kebutuhan empat hingga lima rumah, tergantung kondisi dan kebutuhan pelanggan.

“Kalau satu kubik, kurang lebih bisa melayani 4-5 rumah,” katanya.

Sementara itu, Kepala Wilayah Pelayanan IV Perumda Air Minum Kota Makassar, Fitriah Gasim, mengatakan pelayanan di tingkat wilayah akan disesuaikan dengan permintaan serta kondisi pelanggan yang membutuhkan bantuan air.

SulawesiPos.com — Kemarau panjang membuat Perumda Air Minum Kota Makassar menyiapkan cara khusus untuk menjangkau pelanggan yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

Enam unit mobil pickup dilengkapi tandon disiapkan untuk mendistribusikan bantuan air bersih ke permukiman yang tidak dapat dijangkau mobil tangki, terutama pelanggan yang tinggal di lorong-lorong dengan akses jalan terbatas.

Armada pickup tersebut menjadi pendukung 14 unit mobil tangki yang telah disiagakan Perumda Air Minum Kota Makassar untuk mendistribusikan bantuan air bersih di berbagai wilayah pelayanan.

Kepala Bagian Distribusi dan Kehilangan Air Perumda Air Minum Kota Makassar, Wahidin, mengatakan penggunaan pickup ditujukan untuk menjangkau titik-titik yang tidak memungkinkan dimasuki mobil tangki.

“Mobil ini untuk yang tidak bisa dijangkau mobil tangki. Jadi lebih masuk ke dalam lagi untuk pelanggan yang berada di lorong-lorong,” kata Wahidin, Senin (7/9/2026).

Menurut Wahidin, skema tersebut diterapkan untuk meminimalisir dampak kekeringan akibat kemarau panjang yang turut menyebabkan ketersediaan sumber air baku Perumda Air Minum Kota Makassar menurun.

BACA JUGA:  Aksi Mahasiswa Papua di Makassar Ricuh, Dibubarkan Kelompok Pemuda di Jalan Alauddin

Meski menggunakan armada berbeda, mekanisme permintaan bantuan air tetap dilakukan melalui wilayah pelayanan.

“Permintaannya tetap melalui wilayah. Setelah ada permintaan dari wilayah, baru kami tindak lanjuti,” jelasnya.

Setelah permintaan diterima, petugas akan mengatur pengambilan air dari sumber yang tersedia, termasuk kantong-kantong air atau reservoir Perumda Air Minum Kota Makassar. Air tersebut kemudian dibawa menggunakan pickup untuk didistribusikan kepada pelanggan.

Pickup Jadi Armada Pendukung Saat Kekeringan

Enam mobil pickup tersebut juga terintegrasi dengan posko yang dibentuk Perumda Air Minum Kota Makassar untuk menghadapi kondisi darurat kekeringan.

Posko tersebut menjadi pusat koordinasi untuk mengatur personel dan distribusi bantuan air berdasarkan kebutuhan pelanggan di lapangan.

“Ini posko untuk antisipasi darurat kekeringan,” ujarnya.

Dengan adanya enam pickup dan 14 mobil tangki, Perumda Air Minum Kota Makassar berharap distribusi bantuan air dapat menjangkau lebih banyak pelanggan, termasuk mereka yang tinggal di kawasan dengan akses kendaraan terbatas.

BACA JUGA:  Pemkot Makassar Uji Coba “Pete-Pete Laut”, Perkuat Akses Transportasi Antar Pulau

Kapasitas satu pickup sekitar satu kubik air. Dalam sekali pengantaran, jumlah tersebut diperkirakan dapat membantu memenuhi kebutuhan empat hingga lima rumah, tergantung kondisi dan kebutuhan pelanggan.

“Kalau satu kubik, kurang lebih bisa melayani 4-5 rumah,” katanya.

Sementara itu, Kepala Wilayah Pelayanan IV Perumda Air Minum Kota Makassar, Fitriah Gasim, mengatakan pelayanan di tingkat wilayah akan disesuaikan dengan permintaan serta kondisi pelanggan yang membutuhkan bantuan air.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru