Mengintip Proses Pembuatan Songkok Recca, Mahakarya Anyaman Khas Bone yang Mendunia

SulawesiPos.com – Songkok Recca, salah satu kerajinan khas Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, masih diproduksi secara tradisional dengan mengandalkan keterampilan tangan para pengrajin.

Proses pembuatannya membutuhkan ketelitian tinggi dan waktu yang tidak singkat, terutama untuk songkok berbahan tembaga.

Penulis berkesempatan melihat langsung proses pembuatan songkok recca di Galeri Songkok Recca Bone milik Hj Rahmatang di Jalan Ahmad Yani Kota Watampone, Jumat (26/6/2026).

Salah seorang pengrajin Songkok Recca di galeri ini, Lela menjelaskan, bahwa setiap lembar anyaman dibuat secara manual tanpa bantuan mesin.

Untuk satu songkok berbahan emas maupun tembaga, proses pengerjaan dapat memakan waktu hingga satu bulan.

Sementara, Songkok Recca berbahan benang dapat diselesaikan dalam waktu sekitar satu minggu.

“Semua dianyam menggunakan tangan. Kalau yang berbahan tembaga bisa sampai satu bulan pengerjaannya, sedangkan yang berbahan benang sekitar satu minggu,” ujar Lela.

Harga Songkok Recca Berbahan Emas Tembus Rp30 Juta

Harga Songkok Recca pun bervariasi sesuai bahan dan tingkat kerumitan pembuatannya.

BACA JUGA:  Perbaikan Jalan Strategis di Wajo dan Bone Masuki Tahap Akhir, Progres Capai 90 Persen

Untuk Songkok Recca berbahan benang dibanderol mulai Rp100 ribu hingga Rp500 ribu dan berbahan tembaga dijual mulai Rp800 ribu hingga mencapai Rp5 juta.

Sementara, untuk songkok recca berbahan emas, harganya bisa menembus Rp30 juta.

“Untuk bahan emas, harganya mulai sekitar Rp30 juta, tergantung ukuran dan kebutuhan bahan emas yang digunakan,” jelasnya.

Songkok Recca tidak hanya menjadi pelengkap busana adat masyarakat Bugis, tetapi juga telah berkembang sebagai cendera mata khas Bone yang diminati wisatawan.

Keunikan motif anyaman serta proses pembuatannya yang masih mempertahankan teknik tradisional menjadi nilai lebih yang terus dijaga oleh para pengrajin agar warisan budaya Bone tetap lestari. (kar)

SulawesiPos.com – Songkok Recca, salah satu kerajinan khas Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, masih diproduksi secara tradisional dengan mengandalkan keterampilan tangan para pengrajin.

Proses pembuatannya membutuhkan ketelitian tinggi dan waktu yang tidak singkat, terutama untuk songkok berbahan tembaga.

Penulis berkesempatan melihat langsung proses pembuatan songkok recca di Galeri Songkok Recca Bone milik Hj Rahmatang di Jalan Ahmad Yani Kota Watampone, Jumat (26/6/2026).

Salah seorang pengrajin Songkok Recca di galeri ini, Lela menjelaskan, bahwa setiap lembar anyaman dibuat secara manual tanpa bantuan mesin.

Untuk satu songkok berbahan emas maupun tembaga, proses pengerjaan dapat memakan waktu hingga satu bulan.

Sementara, Songkok Recca berbahan benang dapat diselesaikan dalam waktu sekitar satu minggu.

“Semua dianyam menggunakan tangan. Kalau yang berbahan tembaga bisa sampai satu bulan pengerjaannya, sedangkan yang berbahan benang sekitar satu minggu,” ujar Lela.

Harga Songkok Recca Berbahan Emas Tembus Rp30 Juta

Harga Songkok Recca pun bervariasi sesuai bahan dan tingkat kerumitan pembuatannya.

BACA JUGA:  Ramadhan Bahagia, BAZNAS Bone Salurkan 150 Paket Sembako

Untuk Songkok Recca berbahan benang dibanderol mulai Rp100 ribu hingga Rp500 ribu dan berbahan tembaga dijual mulai Rp800 ribu hingga mencapai Rp5 juta.

Sementara, untuk songkok recca berbahan emas, harganya bisa menembus Rp30 juta.

“Untuk bahan emas, harganya mulai sekitar Rp30 juta, tergantung ukuran dan kebutuhan bahan emas yang digunakan,” jelasnya.

Songkok Recca tidak hanya menjadi pelengkap busana adat masyarakat Bugis, tetapi juga telah berkembang sebagai cendera mata khas Bone yang diminati wisatawan.

Keunikan motif anyaman serta proses pembuatannya yang masih mempertahankan teknik tradisional menjadi nilai lebih yang terus dijaga oleh para pengrajin agar warisan budaya Bone tetap lestari. (kar)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru