SulawesiPos.com – Masha and the Bear merupakan serial animasi asal Rusia yang menyoroti kisah seorang anak perempuan kecil bersama seekor beruang penjaganya bernama Mishka. Serial ini dikenal luas dan memiliki basis penggemar besar di berbagai negara.
Namun, di balik popularitasnya, beberapa episode animasi tersebut sempat menuai kontroversi. Bahkan, tayangannya pernah dilarang di Iran.
Pada tahun 2015, pemerintah Iran menghentikan penayangan Masha and the Bear di televisi nasional. Karakter Masha yang digambarkan sangat aktif, penuh rasa ingin tahu, dan sering bertindak tanpa mematuhi orang dewasa dinilai memberi pengaruh negatif bagi anak-anak.
Mengutip laporan Zamin (4/4), otoritas Iran menilai perilaku Masha kerap melanggar aturan dan tidak mencerminkan nilai kepatuhan. Hal tersebut dianggap bertentangan dengan budaya kesopanan yang dijunjung tinggi di negara tersebut, sehingga dinilai berpotensi berdampak buruk bagi perkembangan anak.
Dalam serialnya, Masha digambarkan menjalani aktivitas harian dengan energi berlebih dan rasa penasaran tinggi. Ia sering bermain serta mencoba berbagai hal baru, meski tak jarang berujung pada kejadian tidak menyenangkan akibat kecerobohannya sendiri.
Kritik serupa juga muncul dari sebagian orang tua di Amerika Serikat. Mereka menilai karakter Masha berpotensi mendorong anak-anak menjadi kurang patuh terhadap aturan dan orang dewasa.
Walaupun tidak ada larangan resmi di Amerika Serikat, sejumlah warganet sempat menyerukan agar kartun tersebut dihapus dari saluran khusus anak-anak.
Di sisi lain, para psikolog di AS berpandangan bahwa anak-anak umumnya mampu membedakan antara dunia animasi dan realitas. Mereka juga menilai unsur humor dalam kartun merupakan bagian dari proses pembelajaran.
Kontroversi juga pernah muncul di Kanada ketika salah satu episode berjudul Distant Relative (2015) menampilkan adegan dukun. Adegan tersebut memicu keberatan sebagian penonton karena dinilai mengandung stereotip tertentu, hingga akhirnya episode itu dihapus dari katalog Netflix Kanada.
Menanggapi hal tersebut, para kreator menjelaskan bahwa adegan dimaksud merupakan parodi yang terinspirasi dari cerita rakyat Rusia, bukan representasi atau kisah masyarakat adat Amerika.

