SulawesiPos.com – Seorang siswi SMP menjadi korban penjambretan saat hendak berangkat ke sekolah di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Korban sempat terseret sepeda motor ketika berusaha mengejar dua pelaku yang beraksi secara berboncengan.
Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Deppasawi Luar, Kecamatan Tamalate, Makassar, pada Rabu (22/4/2026) pagi. Aksi penjambretan itu terekam kamera CCTV dan videonya kemudian menyebar luas di media sosial.
Dalam rekaman yang beredar, korban terlihat berjalan kaki di sebuah lorong perumahan di dekat kanal. Situasi sekitar lokasi masih tampak sepi ketika dua pelaku melintas dan melancarkan aksinya.
“Korban ini seorang siswi SMP di wilayah Kota Makassar pada saat berjalan berangkat menuju ke sekolah,” kata Panit Resmob Polda Sulsel, Ipda Irzal Makkarawa, kepada wartawan, Minggu (31/5/2026).
Tanpa peringatan, pelaku langsung merampas handphone milik korban. Korban sempat mengejar dan berusaha merebut kembali ponselnya meskipun sepeda motor pelaku terus melaju.
“Pelaku ini bekerja berteman atau ada dua pelaku melakukan penjambretan terhadap korban yang dipilih secara acak,” tuturnya.
Akibat mempertahankan barang miliknya, korban terseret di jalan sambil memegang bagian motor pelaku. Tidak lama kemudian, korban terjatuh ke aspal, sementara para pelaku melarikan diri meninggalkan lokasi.
“Pelaku ini mengambil paksa handphone kemudian korban tersebut terseret ikut di motor pelaku,” imbuh Irzal.
Polisi yang melakukan penyelidikan akhirnya menangkap satu pelaku berinisial AR (25) di rumahnya di Jalan Nuri Baru, Kecamatan Mariso, pada Sabtu (30/5). Sementara satu pelaku lainnya berinisial T hingga kini masih dalam pengejaran.
“Mengamankan terduga pelaku kasus tindak pidana pencurian dengan kekerasan di mana kasus ini sempat viral di beberapa media sosial di wilayah Kota Makassar,” ucapnya.
Irzal menjelaskan, kedua pelaku memiliki peran masing-masing saat menjalankan aksinya. AR disebut berperan sebagai pemetik atau pelaku yang mengambil barang korban.
“Saat ini kami mengamankan satu orang terduga pelaku di mana dia tugasnya sebagai pemetik atau dia yang dibonceng oleh rekannya pada waktu itu,” jelas Irzal.
Saat ini, penyidik masih terus mengembangkan kasus tersebut, termasuk menelusuri keberadaan satu pelaku lainnya serta melengkapi barang bukti penjambretan.
“Untuk saat ini barang bukti kami masih dalam tahap pengembangan dan satu rekan terduga lagi lainnya,” pungkasnya.

