Pengusaha Pertanian Akui Ekonomi Sulsel Tumbuh Positif, Penjualan Benih dan Pupuk Ikut Naik

SulawesiPos.com – Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan (Sulsel) sebesar 6,88 persen pada triwulan I 2026 disebut mulai berdampak terhadap sektor usaha pertanian, termasuk penjualan sarana produksi bagi petani.

Salah satu pelaku usaha pertanian di Sulsel, Jufri Kasim, mengaku peningkatan produksi pertanian ikut mendorong daya beli petani terhadap kebutuhan produksi seperti benih, pupuk, hingga pestisida.

Jufri merupakan pemilik Toko Agri Tani di Jalan Poros Panciro, Gowa yang sudah beroperasi selama 15 tahun.

Usaha ini bergerak di bidang penyediaan kebutuhan pertanian mulai dari benih, pupuk, pestisida, insektisida, hingga fungisida.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang ditopang sektor pertanian sangat berpengaruh terhadap aktivitas usaha di lapangan.

“Oh iya (berdampak), jelas. Jadi ketersediaan sarana dan prasarana produksi di bidang pertanian itu berkorelasi positif terhadap peningkatan produksi,” ujar Jufri kepada SulawesiPos.com, Kamis (7/5/2026).

Ia menjelaskan ketika produksi pertanian meningkat, maka pendapatan petani juga ikut mengalami kenaikan. Kondisi tersebut secara langsung berdampak terhadap peningkatan pembelian kebutuhan pertanian.

BACA JUGA: 
Ekonomi Sulsel Tumbuh 6,88 Persen pada Awal 2026, Pertanian hingga Transportasi Jadi Penopang

“Karena peningkatan produksi di tingkat petani meningkat, secara otomatis pendapatan petani itu meningkat. Nah, dengan meningkatnya pendapatan petani, maka daya beli terhadap sarana dan prasarana pendukung peningkatan produksi itu pasti meningkat,” jelas dia.

Jufri mengaku usahanya juga mengalami kenaikan omzet dibanding tahun sebelumnya, meski tidak terlalu signifikan karena penggunaan sarana produksi pertanian relatif stabil sesuai luas lahan pertanian yang ada.

“Ya, kenaikan omzet itu, ya (ada). Tidak terlalu menonjol karena penggunaan pestisida maupun sarana pertanian itu pada dasarnya bersifat konstan karena luasan lahan itu tetap sama,” kata Jufri.

“Memang ada peningkatan kira-kira ya sekitar 10% peningkatan pendapatan,” tambahnya.

Benih Padi dan Pupuk Jadi Produk Paling Dicari

Jufri menyebut kebutuhan yang paling banyak dicari petani saat ini masih didominasi benih padi unggul, pupuk, dan pestisida.

“Paling sudah jelas itu yang dominan dicari adalah benih padi unggul, terus pupuk, dan pestisida,” ucapnya.

BACA JUGA: 
Mahasiswa Apresiasi Mentan Amran Gercep Selesaikan Aduan Pupuk Subsidi

“Kalau ada perubahan jumlah itu ada. Ya, itu sangat tergantung daripada kondisi lapangan atau keadaan pertanaman petani,” imbuh Jufri.

Menurutnya, perubahan permintaan produk pertanian biasanya dipengaruhi kondisi lahan dan pola tanam petani di lapangan. Di toko pertaniannya sendiri, ada peningkatan jumlag pelanggan per Januari 2026.

“Kalau ada perubahan jumlah (pelanggan) itu ada. Ya, itu sangat tergantung daripada kondisi lapangan atau keadaan pertanaman petani,” beber Jufri.

Meski begitu, ia menilai tantangan utama pelaku usaha pertanian saat ini masih berkaitan dengan ketersediaan barang dari distributor.

Adapun Jufri mengakui pertumbuhan ekonomi di Sulsel semakin kuat, sebab meningkatnya pendapatan petani secara tidak langsung ikut berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

“Dengan meningkatnya tingkat pendapatan petani secara otomatis nilai belanja petani itu meningkat, maka secara langsung mempengaruhi pertumbuhan ekonomi mikro dan makro,” tegasnya.

Minta Pemerintah Perkuat Infrastruktur Pertanian

Jufri berharap pemerintah bisa terus menjaga ketersediaan sarana produksi, serta memperhatikan infrastruktur penunjang, khususnya akses jalan di kawasan pertanian.

BACA JUGA: 
Inflasi Sulsel Januari 2026 Tembus 4,11 Persen, Absennya Diskon Listrik Jadi Faktor Penekan

“Pemerintah itu harus konsisten penyediaan sarana dan prasarana kebutuhan petani. Kemudian yang utama lagi adalah memperbaiki sarana jalan-jalan di tingkat petani,” pintanya.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan mencatat ekonomi Sulsel tumbuh 6,88 persen secara tahunan pada triwulan I 2026.

Sektor pertanian menjadi kontributor terbesar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sulsel dengan kontribusi mencapai 23,71 persen sekaligus menjadi penyerap tenaga kerja terbesar di daerah.

SulawesiPos.com – Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan (Sulsel) sebesar 6,88 persen pada triwulan I 2026 disebut mulai berdampak terhadap sektor usaha pertanian, termasuk penjualan sarana produksi bagi petani.

Salah satu pelaku usaha pertanian di Sulsel, Jufri Kasim, mengaku peningkatan produksi pertanian ikut mendorong daya beli petani terhadap kebutuhan produksi seperti benih, pupuk, hingga pestisida.

Jufri merupakan pemilik Toko Agri Tani di Jalan Poros Panciro, Gowa yang sudah beroperasi selama 15 tahun.

Usaha ini bergerak di bidang penyediaan kebutuhan pertanian mulai dari benih, pupuk, pestisida, insektisida, hingga fungisida.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang ditopang sektor pertanian sangat berpengaruh terhadap aktivitas usaha di lapangan.

“Oh iya (berdampak), jelas. Jadi ketersediaan sarana dan prasarana produksi di bidang pertanian itu berkorelasi positif terhadap peningkatan produksi,” ujar Jufri kepada SulawesiPos.com, Kamis (7/5/2026).

Ia menjelaskan ketika produksi pertanian meningkat, maka pendapatan petani juga ikut mengalami kenaikan. Kondisi tersebut secara langsung berdampak terhadap peningkatan pembelian kebutuhan pertanian.

BACA JUGA: 
Terima Laporan Mahasiswa, Mentan Amran Langsung Telepon dan Tindak Lanjuti Dugaan Pelanggaran

“Karena peningkatan produksi di tingkat petani meningkat, secara otomatis pendapatan petani itu meningkat. Nah, dengan meningkatnya pendapatan petani, maka daya beli terhadap sarana dan prasarana pendukung peningkatan produksi itu pasti meningkat,” jelas dia.

Jufri mengaku usahanya juga mengalami kenaikan omzet dibanding tahun sebelumnya, meski tidak terlalu signifikan karena penggunaan sarana produksi pertanian relatif stabil sesuai luas lahan pertanian yang ada.

“Ya, kenaikan omzet itu, ya (ada). Tidak terlalu menonjol karena penggunaan pestisida maupun sarana pertanian itu pada dasarnya bersifat konstan karena luasan lahan itu tetap sama,” kata Jufri.

“Memang ada peningkatan kira-kira ya sekitar 10% peningkatan pendapatan,” tambahnya.

Benih Padi dan Pupuk Jadi Produk Paling Dicari

Jufri menyebut kebutuhan yang paling banyak dicari petani saat ini masih didominasi benih padi unggul, pupuk, dan pestisida.

“Paling sudah jelas itu yang dominan dicari adalah benih padi unggul, terus pupuk, dan pestisida,” ucapnya.

BACA JUGA: 
Mahasiswa Apresiasi Mentan Amran Gercep Selesaikan Aduan Pupuk Subsidi

“Kalau ada perubahan jumlah itu ada. Ya, itu sangat tergantung daripada kondisi lapangan atau keadaan pertanaman petani,” imbuh Jufri.

Menurutnya, perubahan permintaan produk pertanian biasanya dipengaruhi kondisi lahan dan pola tanam petani di lapangan. Di toko pertaniannya sendiri, ada peningkatan jumlag pelanggan per Januari 2026.

“Kalau ada perubahan jumlah (pelanggan) itu ada. Ya, itu sangat tergantung daripada kondisi lapangan atau keadaan pertanaman petani,” beber Jufri.

Meski begitu, ia menilai tantangan utama pelaku usaha pertanian saat ini masih berkaitan dengan ketersediaan barang dari distributor.

Adapun Jufri mengakui pertumbuhan ekonomi di Sulsel semakin kuat, sebab meningkatnya pendapatan petani secara tidak langsung ikut berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

“Dengan meningkatnya tingkat pendapatan petani secara otomatis nilai belanja petani itu meningkat, maka secara langsung mempengaruhi pertumbuhan ekonomi mikro dan makro,” tegasnya.

Minta Pemerintah Perkuat Infrastruktur Pertanian

Jufri berharap pemerintah bisa terus menjaga ketersediaan sarana produksi, serta memperhatikan infrastruktur penunjang, khususnya akses jalan di kawasan pertanian.

BACA JUGA: 
Mahasiswa Apresiasi Mentan Amran Gercep Selesaikan Aduan Pupuk Subsidi

“Pemerintah itu harus konsisten penyediaan sarana dan prasarana kebutuhan petani. Kemudian yang utama lagi adalah memperbaiki sarana jalan-jalan di tingkat petani,” pintanya.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan mencatat ekonomi Sulsel tumbuh 6,88 persen secara tahunan pada triwulan I 2026.

Sektor pertanian menjadi kontributor terbesar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sulsel dengan kontribusi mencapai 23,71 persen sekaligus menjadi penyerap tenaga kerja terbesar di daerah.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru