SulawesiPos.com – Perekonomian Sulawesi Selatan menunjukkan kinerja positif pada triwulan I tahun 2026 dengan pertumbuhan mencapai 6,88 persen secara tahunan atau year-on-year (y-on-y).
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan, nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku selama Januari hingga Maret 2026 mencapai Rp191,28 triliun. Sementara PDRB atas dasar harga konstan 2010 tercatat sebesar Rp104,07 triliun.
Capaian tersebut memperlihatkan tren pertumbuhan yang tetap kuat dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya atau triwulan I-2025.
Meski secara triwulanan atau quarter-to-quarter (q-to-q) ekonomi Sulsel mengalami kontraksi sebesar 3,30 persen akibat faktor musiman, struktur ekonomi daerah dinilai masih solid karena sebagian besar sektor usaha tetap mencatatkan pertumbuhan positif.
Pertumbuhan ekonomi Sulsel pada awal tahun ini banyak ditopang oleh sektor Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib yang tumbuh signifikan hingga 20,56 persen secara tahunan.
Selain itu, sejumlah sektor strategis lain juga mengalami peningkatan cukup tinggi, seperti sektor Jasa Lainnya sebesar 11,67 persen, Transportasi dan Pergudangan 11,43 persen, serta Informasi dan Komunikasi yang tumbuh 10,03 persen.
Konsumsi Pemerintah dan Investasi Jadi Pendorong Ekonomi
Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi Sulsel didorong oleh meningkatnya Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) yang tumbuh hingga 35,14 persen secara tahunan.
Sementara itu, Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) tetap menunjukkan performa stabil dengan pertumbuhan sebesar 5,07 persen.
Investasi daerah yang tercermin dalam Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) juga mengalami penguatan dengan pertumbuhan sebesar 6,91 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Di sisi lain, sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan masih menjadi kontributor terbesar terhadap ekonomi Sulsel dengan sumbangan mencapai 23,71 persen terhadap total PDRB.
Kontribusi besar lainnya berasal dari sektor Perdagangan Besar dan Eceran serta Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 15,31 persen, disusul sektor Industri Pengolahan yang menyumbang 12,39 persen.
Kondisi tersebut menunjukkan struktur ekonomi Sulawesi Selatan cukup beragam dan dinilai mampu beradaptasi terhadap dinamika pasar maupun kondisi ekonomi nasional.
Selain itu, ekspor barang dan jasa Sulsel pada triwulan I-2026 juga tumbuh sebesar 3,77 persen, memperkuat posisi Sulawesi Selatan sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Kawasan Timur Indonesia.
Pemprov Sulsel Klaim Kebijakan Mulai Berdampak
Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Sulawesi Selatan, Syamsul, menyebut capaian pertumbuhan ekonomi tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.
Ia menilai kebijakan pembangunan yang dijalankan pemerintah daerah mulai memberikan dampak terhadap penguatan ekonomi Sulsel.
“Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan yang mencapai 6,88 persen ini menunjukkan bahwa arah kebijakan pembangunan yang difokuskan pada sektor produktif dan penciptaan lapangan kerja mulai memberikan hasil nyata. Pemerintah Provinsi akan terus menjaga momentum ini agar pertumbuhan tetap berkualitas dan inklusif,” kata Syamsul dalam keterangan yang dikutip, Kamis (7/5/2026).
Syamsul menambahkan Pemerintah Provinsi Sulsel akan terus memperkuat program-program yang berdampak langsung bagi masyarakat, terutama dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan produktivitas, dan menjaga stabilitas ekonomi daerah.
Menurutnya, konsistensi kebijakan menjadi faktor penting agar tren pertumbuhan positif ini dapat dipertahankan hingga akhir tahun anggaran 2026.

