Kesejahteraan Petani Sulsel Membaik, Nilai Tukar April 2026 Menguat Tipis

SulawesiPos.com – Indikasi peningkatan kesejahteraan petani di Sulawesi Selatan mulai terlihat pada April 2026.

Hal ini tercermin dari kenaikan Nilai Tukar Petani (NTP) yang menunjukkan perbaikan kondisi ekonomi sektor pertanian secara umum.

Data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan mencatat NTP panda April 2026 berada di angka 115,52.

Angka tersebut mengalami kenaikan tipis sebesar 0,02 persen dibandingkan Maret 2026 yang tercatat 115,49.

Kepala BPS Sulawesi Selatan, Aryanto, menjelaskan bahwa kenaikan ini terjadi karena peningkatan indeks harga yang diterima petani (It) lebih tinggi dibandingkan indeks harga yang dibayar petani (Ib).

Kondisi tersebut mengindikasikan pendapatan petani relatif lebih baik dibandingkan pengeluaran untuk konsumsi dan biaya produksi.

“Kenaikan ini mencerminkan membaiknya tingkat kesejahteraan petani secara umum yang disebabkan oleh meningkatnya harga yang diterima petani dibandingkan dengan harga yang dibayar untuk konsumsi maupun biaya produksi,” ujarnya, Senin (4/5/2026).

Berdasarkan hasil pemantauan harga di wilayah perdesaan, indeks harga yang diterima petani tercatat naik sebesar 0,32 persen.

BACA JUGA: 
Transportasi Udara dan Laut di Sulsel Melonjak Tajam, Mobilitas Masyarakat Naik 73,57 Persen pada Maret 2026

Sementara itu, indeks harga yang dibayar petani juga meningkat, namun lebih rendah yakni sebesar 0,30 persen.

Jika dilihat dari subsektor, pergerakan NTP menunjukkan dinamika yang beragam.

Subsektor tanaman pangan dan hortikultura menjadi pendorong utama kenaikan.

NTP tanaman pangan tercatat sebesar 112,78 atau naik 0,97 persen, sedangkan hortikultura mencapai 135,63 dengan kenaikan signifikan sebesar 5,51 persen.

Di sisi lain, beberapa subsektor justru mengalami penurunan. Subsektor tanaman perkebunan rakyat tercatat turun 3,34 persen menjadi 119,26.

Penurunan juga terjadi pada subsektor peternakan sebesar 1,13 persen menjadi 111,77 dan subsektor perikanan sebesar 0,29 persen menjadi 120,28.

SulawesiPos.com – Indikasi peningkatan kesejahteraan petani di Sulawesi Selatan mulai terlihat pada April 2026.

Hal ini tercermin dari kenaikan Nilai Tukar Petani (NTP) yang menunjukkan perbaikan kondisi ekonomi sektor pertanian secara umum.

Data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan mencatat NTP panda April 2026 berada di angka 115,52.

Angka tersebut mengalami kenaikan tipis sebesar 0,02 persen dibandingkan Maret 2026 yang tercatat 115,49.

Kepala BPS Sulawesi Selatan, Aryanto, menjelaskan bahwa kenaikan ini terjadi karena peningkatan indeks harga yang diterima petani (It) lebih tinggi dibandingkan indeks harga yang dibayar petani (Ib).

Kondisi tersebut mengindikasikan pendapatan petani relatif lebih baik dibandingkan pengeluaran untuk konsumsi dan biaya produksi.

“Kenaikan ini mencerminkan membaiknya tingkat kesejahteraan petani secara umum yang disebabkan oleh meningkatnya harga yang diterima petani dibandingkan dengan harga yang dibayar untuk konsumsi maupun biaya produksi,” ujarnya, Senin (4/5/2026).

Berdasarkan hasil pemantauan harga di wilayah perdesaan, indeks harga yang diterima petani tercatat naik sebesar 0,32 persen.

BACA JUGA: 
BPS Catat Inflasi Sulsel 2025 Sebesar 2,84 Persen, di Bawah Nasional 2,92 Persen

Sementara itu, indeks harga yang dibayar petani juga meningkat, namun lebih rendah yakni sebesar 0,30 persen.

Jika dilihat dari subsektor, pergerakan NTP menunjukkan dinamika yang beragam.

Subsektor tanaman pangan dan hortikultura menjadi pendorong utama kenaikan.

NTP tanaman pangan tercatat sebesar 112,78 atau naik 0,97 persen, sedangkan hortikultura mencapai 135,63 dengan kenaikan signifikan sebesar 5,51 persen.

Di sisi lain, beberapa subsektor justru mengalami penurunan. Subsektor tanaman perkebunan rakyat tercatat turun 3,34 persen menjadi 119,26.

Penurunan juga terjadi pada subsektor peternakan sebesar 1,13 persen menjadi 111,77 dan subsektor perikanan sebesar 0,29 persen menjadi 120,28.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru