Transportasi Udara dan Laut di Sulsel Melonjak Tajam, Mobilitas Masyarakat Naik 73,57 Persen pada Maret 2026

SulawesiPos.com – Aktivitas transportasi di Sulawesi Selatan menunjukkan lonjakan signifikan pada Maret 2026.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat peningkatan tajam baik pada sektor angkutan udara maupun laut, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat dan distribusi barang.

Kepala BPS Sulsel, Aryanto, mengungkapkan bahwa lonjakan paling mencolok terjadi pada transportasi laut.

Jumlah penumpang tercatat naik hingga 73,57 persen dibandingkan Februari 2026, menandakan pergerakan antarwilayah yang semakin intens.

Di sektor udara, tren positif juga terlihat jelas. Jumlah penumpang domestik pada Maret 2026 mencapai 876,79 ribu orang.

“Mengalami kenaikan sebesar 37,75 persen dibandingkan Februari 2026 yakni 636,49 ribu,” ujarnya di Makassar, Selasa (5/5/2026).

Jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu, pertumbuhan juga cukup kuat dengan kenaikan 33,66 persen.

Peningkatan ini terjadi merata di seluruh bandara di Sulawesi Selatan.

Bandara Mali di Luwu mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 39,16 persen, disusul Bandara Toraja di Tana Toraja dengan kenaikan 9,82 persen, serta Bandara Sultan Hasanuddin yang naik 37,32 persen.

BACA JUGA: 
BPS: Ekonomi RI Tumbuh 5,61% di Kuartal I 2026, Pertanian Tetap Jadi Penopang Utama

Meski demikian, Bandara Sultan Hasanuddin tetap menjadi kontributor utama pergerakan penumpang domestik dengan jumlah mencapai 865,94 ribu orang atau sekitar 98,76 persen dari total keseluruhan.

Sementara itu, Bandara Mali di Luwu menyumbang sekitar 3,28 ribu penumpang atau 0,37 persen.

Tak hanya penumpang, aktivitas logistik juga ikut terdorong. Volume barang yang dibongkar tercatat meningkat 18,14 persen, sedangkan barang yang dimuat naik 9,90 persen dibandingkan Februari 2026.

“Untuk penerbangan domestik di semua bandara yang ada di Sulsel itu alami peningkatan signifikan, begitu juga dengan angkutan kargonya,” tambahnya.

Aryanto menilai tren ini menjadi sinyal positif bagi pemulihan sektor transportasi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

SulawesiPos.com – Aktivitas transportasi di Sulawesi Selatan menunjukkan lonjakan signifikan pada Maret 2026.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat peningkatan tajam baik pada sektor angkutan udara maupun laut, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat dan distribusi barang.

Kepala BPS Sulsel, Aryanto, mengungkapkan bahwa lonjakan paling mencolok terjadi pada transportasi laut.

Jumlah penumpang tercatat naik hingga 73,57 persen dibandingkan Februari 2026, menandakan pergerakan antarwilayah yang semakin intens.

Di sektor udara, tren positif juga terlihat jelas. Jumlah penumpang domestik pada Maret 2026 mencapai 876,79 ribu orang.

“Mengalami kenaikan sebesar 37,75 persen dibandingkan Februari 2026 yakni 636,49 ribu,” ujarnya di Makassar, Selasa (5/5/2026).

Jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu, pertumbuhan juga cukup kuat dengan kenaikan 33,66 persen.

Peningkatan ini terjadi merata di seluruh bandara di Sulawesi Selatan.

Bandara Mali di Luwu mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 39,16 persen, disusul Bandara Toraja di Tana Toraja dengan kenaikan 9,82 persen, serta Bandara Sultan Hasanuddin yang naik 37,32 persen.

BACA JUGA: 
Ekspor CPO Menguat, Nilai Tembus US$4,69 Miliar di Awal Tahun 2026

Meski demikian, Bandara Sultan Hasanuddin tetap menjadi kontributor utama pergerakan penumpang domestik dengan jumlah mencapai 865,94 ribu orang atau sekitar 98,76 persen dari total keseluruhan.

Sementara itu, Bandara Mali di Luwu menyumbang sekitar 3,28 ribu penumpang atau 0,37 persen.

Tak hanya penumpang, aktivitas logistik juga ikut terdorong. Volume barang yang dibongkar tercatat meningkat 18,14 persen, sedangkan barang yang dimuat naik 9,90 persen dibandingkan Februari 2026.

“Untuk penerbangan domestik di semua bandara yang ada di Sulsel itu alami peningkatan signifikan, begitu juga dengan angkutan kargonya,” tambahnya.

Aryanto menilai tren ini menjadi sinyal positif bagi pemulihan sektor transportasi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru