BPS mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) Mei 2026 naik menjadi 127,73. Kenaikan ini menandakan meningkatnya kesejahteraan petani didorong harga komoditas hortikultura dan tanaman pangan.
BPS mencatat lonjakan transportasi di Sulsel pada Maret 2026. Penumpang laut naik 73,57 persen, sementara angkutan udara tumbuh 37,75 persen disertai peningkatan aktivitas logistik.
Di tengah inflasi April 2026 yang tercatat sebesar 0,13 persen secara bulanan, penurunan harga sejumlah komoditas pangan justru menjadi penahan utama laju kenaikan harga.
Produksi beras nasional Semester I 2026 diproyeksi meningkat menjadi 19,31 juta ton seiring penguatan luas panen. BPS mencatat tren produksi padi dan beras relatif stabil dibandingkan tahun sebelumnya.
Ekspor CPO Indonesia pada Januari–Februari 2026 naik 26,40 persen menjadi US$4,69 miliar menurut BPS. Volume ekspor sawit juga meningkat menjadi 4,54 juta ton.
Panen raya padi di Majalengka mencatat produktivitas hingga 11,5 ton per hektare. Capaian ini memperkuat stok beras nasional seiring peningkatan produksi padi pada 2026.
Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman bersama Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Amalia Adininggar Widyasanti menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) terkait penyediaan data statistik
Pakar Ekonomi Pertanian UI Ninasapti Triaswati menilai inflasi pangan selama Ramadan 2026 terkendali di angka 0,68 persen. Namun, penutupan Selat Hormuz dan kenaikan harga minyak dunia berpotensi memicu tekanan logistik pangan.