Kisah Rehan, Anak Buruh Bangunan dari Pinrang yang Masuk Hall of Fame NASA

SulawesiPos.com – Di balik hamparan pegunungan hijau dan jalan berlubang di pelosok Kabupaten Pinrang, lahir seorang remaja yang kini jadi sorotan dunia teknologi internasional.

Namanya Rehan, siswa berusia 17 tahun dari SMA Negeri 8 Pinrang yang berhasil menemukan celah keamanan pada sistem milik National Aeronautics and Space Administration (NASA), lembaga antariksa Amerika Serikat.

Prestasi itu membuat namanya tercatat dalam Hall of Fame (HoF) NASA setelah mengikuti Vulnerability Disclosure Program pada Januari 2026.

Namun siapa sangka, perjalanan Rehan menuju pencapaian tersebut dimulai dari kesederhanaan.

Ia merupakan anak pertama dari empat bersaudara dari keluarga sederhana di daerah terpencil Pinrang.

Ayahnya bekerja sebagai buruh bangunan demi memenuhi kebutuhan keluarga, sementara sang ibu sehari-hari mengurus rumah tangga.

Rumah Rehan berada cukup jauh dari pusat Kota Pinrang.

Perjalanan menuju kediamannya memakan waktu sekitar satu jam dengan kondisi jalan yang di beberapa titik masih berlubang.

Sementara untuk menuju sekolah, Rehan harus menempuh perjalanan sekitar 46 menit dengan jarak kurang lebih 37 kilometer dari pusat kota.

BACA JUGA: 
Rehan Bisa Masuk Unhas Tanpa Tes, Siswa Pinrang Ini Dapat Golden Ticket Usai Diakui NASA

Meski hidup dalam keterbatasan, semangat belajar Rehan tak pernah surut. Ketertarikannya pada dunia teknologi dimulai sejak duduk di bangku SMP.

Awalnya, ia belajar coding secara otodidak hanya melalui handphone. Dari situ, Rehan mulai mengenal dasar-dasar pemrograman hingga akhirnya mampu membuat website sendiri.

Rasa penasaran terhadap sistem keamanan digital kemudian membuat fokus belajarnya berubah ke bidang cyber security.

Ia tertantang mencari tahu bagaimana sebuah sistem bisa memiliki celah keamanan.

Dengan tekad kuat, Rehan meminta dukungan orang tuanya untuk menyediakan jaringan wifi dan sebuah laptop agar ia bisa belajar lebih serius.

Permintaan itu akhirnya dipenuhi meski kondisi ekonomi keluarga terbatas.

Bermodalkan laptop tersebut, Rehan mulai aktif melakukan riset keamanan digital melalui praktik Responsible Disclosure, yakni mencari celah keamanan lalu melaporkannya kepada pemilik sistem.

Tak tanggung-tanggung, ia mulai membidik sistem digital luar negeri untuk menguji kemampuannya.

Kerja kerasnya perlahan membuahkan hasil. Selain mendapatkan pengakuan resmi dari NASA, Rehan juga menerima surat pengakuan internasional dari TU Dresden Jerman, University of Oslo Norwegia, dan San Diego State University Amerika Serikat.

BACA JUGA: 
Hebat! Siswa Asal Pinrang Raih Penghargaan Berkat Temukan Celah Keamanan Sistem NASA

Di tingkat nasional, ia memperoleh sertifikat apresiasi dari Universitas Brawijaya, Universitas Diponegoro, Universitas Airlangga, hingga pemerintah Indonesia.

Secara keseluruhan, Rehan kini telah mengoleksi sekitar 20 penghargaan nasional dan internasional di bidang teknologi dan keamanan siber.

Prestasinya semakin menjadi perhatian setelah dirinya berkunjung ke Universitas Hasanuddin pada Selasa (5/5/2026) lalu.

Dalam kesempatan itu, Rehan sempat mendemonstrasikan kemampuannya di bidang keamanan siber dengan menembus salah satu sistem website program studi di Unhas hanya dalam hitungan detik menggunakan teknik mengetik cepat 10 jari.

Aksinya membuat pihak kampus terpukau hingga akhirnya Universitas Hasanuddin memberikan golden ticket kepada Rehan untuk masuk Program Studi Teknik Informatika Fakultas Teknik tanpa melalui jalur tes pada tahun akademik 2026/2027.

Di tengah kesibukannya mendalami dunia teknologi, Rehan ternyata juga aktif di sekolah. Ia dipercaya menjabat sebagai Ketua Jurnalistik SMA Negeri 8 Pinrang.

Saat mengalami kebuntuan saat coding atau memikirkan algoritma yang rumit, Rehan memiliki cara sederhana untuk mengurangi stres.

BACA JUGA: 
Rehan Bikin Heboh Unhas, Website Program Studi Dijebol dalam Hitungan Detik

Ia memilih mendengarkan musik agar pikirannya kembali tenang.

Remaja asal Pinrang itu juga mengaku banyak terinspirasi oleh sosok Presiden ke-3 RI, B.J. Habibie.

Menurutnya, Habibie membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk mencapai kesuksesan dan membawa nama Indonesia di mata dunia.

Kisah Rehan kini menjadi inspirasi bagi banyak anak muda, khususnya di daerah. Dari sebuah kampung yang jauh dari hiruk pikuk kota, ia membuktikan bahwa mimpi besar tetap bisa dicapai lewat kerja keras, rasa ingin tahu, dan kemauan belajar tanpa henti.

SulawesiPos.com – Di balik hamparan pegunungan hijau dan jalan berlubang di pelosok Kabupaten Pinrang, lahir seorang remaja yang kini jadi sorotan dunia teknologi internasional.

Namanya Rehan, siswa berusia 17 tahun dari SMA Negeri 8 Pinrang yang berhasil menemukan celah keamanan pada sistem milik National Aeronautics and Space Administration (NASA), lembaga antariksa Amerika Serikat.

Prestasi itu membuat namanya tercatat dalam Hall of Fame (HoF) NASA setelah mengikuti Vulnerability Disclosure Program pada Januari 2026.

Namun siapa sangka, perjalanan Rehan menuju pencapaian tersebut dimulai dari kesederhanaan.

Ia merupakan anak pertama dari empat bersaudara dari keluarga sederhana di daerah terpencil Pinrang.

Ayahnya bekerja sebagai buruh bangunan demi memenuhi kebutuhan keluarga, sementara sang ibu sehari-hari mengurus rumah tangga.

Rumah Rehan berada cukup jauh dari pusat Kota Pinrang.

Perjalanan menuju kediamannya memakan waktu sekitar satu jam dengan kondisi jalan yang di beberapa titik masih berlubang.

Sementara untuk menuju sekolah, Rehan harus menempuh perjalanan sekitar 46 menit dengan jarak kurang lebih 37 kilometer dari pusat kota.

BACA JUGA: 
Rehan Bikin Heboh Unhas, Website Program Studi Dijebol dalam Hitungan Detik

Meski hidup dalam keterbatasan, semangat belajar Rehan tak pernah surut. Ketertarikannya pada dunia teknologi dimulai sejak duduk di bangku SMP.

Awalnya, ia belajar coding secara otodidak hanya melalui handphone. Dari situ, Rehan mulai mengenal dasar-dasar pemrograman hingga akhirnya mampu membuat website sendiri.

Rasa penasaran terhadap sistem keamanan digital kemudian membuat fokus belajarnya berubah ke bidang cyber security.

Ia tertantang mencari tahu bagaimana sebuah sistem bisa memiliki celah keamanan.

Dengan tekad kuat, Rehan meminta dukungan orang tuanya untuk menyediakan jaringan wifi dan sebuah laptop agar ia bisa belajar lebih serius.

Permintaan itu akhirnya dipenuhi meski kondisi ekonomi keluarga terbatas.

Bermodalkan laptop tersebut, Rehan mulai aktif melakukan riset keamanan digital melalui praktik Responsible Disclosure, yakni mencari celah keamanan lalu melaporkannya kepada pemilik sistem.

Tak tanggung-tanggung, ia mulai membidik sistem digital luar negeri untuk menguji kemampuannya.

Kerja kerasnya perlahan membuahkan hasil. Selain mendapatkan pengakuan resmi dari NASA, Rehan juga menerima surat pengakuan internasional dari TU Dresden Jerman, University of Oslo Norwegia, dan San Diego State University Amerika Serikat.

BACA JUGA: 
Rehan Bisa Masuk Unhas Tanpa Tes, Siswa Pinrang Ini Dapat Golden Ticket Usai Diakui NASA

Di tingkat nasional, ia memperoleh sertifikat apresiasi dari Universitas Brawijaya, Universitas Diponegoro, Universitas Airlangga, hingga pemerintah Indonesia.

Secara keseluruhan, Rehan kini telah mengoleksi sekitar 20 penghargaan nasional dan internasional di bidang teknologi dan keamanan siber.

Prestasinya semakin menjadi perhatian setelah dirinya berkunjung ke Universitas Hasanuddin pada Selasa (5/5/2026) lalu.

Dalam kesempatan itu, Rehan sempat mendemonstrasikan kemampuannya di bidang keamanan siber dengan menembus salah satu sistem website program studi di Unhas hanya dalam hitungan detik menggunakan teknik mengetik cepat 10 jari.

Aksinya membuat pihak kampus terpukau hingga akhirnya Universitas Hasanuddin memberikan golden ticket kepada Rehan untuk masuk Program Studi Teknik Informatika Fakultas Teknik tanpa melalui jalur tes pada tahun akademik 2026/2027.

Di tengah kesibukannya mendalami dunia teknologi, Rehan ternyata juga aktif di sekolah. Ia dipercaya menjabat sebagai Ketua Jurnalistik SMA Negeri 8 Pinrang.

Saat mengalami kebuntuan saat coding atau memikirkan algoritma yang rumit, Rehan memiliki cara sederhana untuk mengurangi stres.

BACA JUGA: 
Hebat! Siswa Asal Pinrang Raih Penghargaan Berkat Temukan Celah Keamanan Sistem NASA

Ia memilih mendengarkan musik agar pikirannya kembali tenang.

Remaja asal Pinrang itu juga mengaku banyak terinspirasi oleh sosok Presiden ke-3 RI, B.J. Habibie.

Menurutnya, Habibie membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk mencapai kesuksesan dan membawa nama Indonesia di mata dunia.

Kisah Rehan kini menjadi inspirasi bagi banyak anak muda, khususnya di daerah. Dari sebuah kampung yang jauh dari hiruk pikuk kota, ia membuktikan bahwa mimpi besar tetap bisa dicapai lewat kerja keras, rasa ingin tahu, dan kemauan belajar tanpa henti.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru