9 Lapak Hangus Terbakar di Luwu Utara, Api Sempat Lumpuhkan Jalan Trans Sulawesi

SulawesiPos.com – Kebakaran melanda deretan lapak pedagang di Kabupaten Luwu Utara, Selasa (5/5/2026) pagi.

Sedikitnya sembilan lapak dilaporkan hangus setelah api dengan cepat membesar dan merambat ke bangunan di sekitarnya.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 10.30 Wita di Kelurahan Salassa, Kecamatan Baebunta, tepat di sisi Jalan Trans Sulawesi.

Kobaran api sempat mengganggu arus lalu lintas hingga menyebabkan jalur utama tersebut tidak dapat dilalui kendaraan untuk sementara waktu.

Kapolsek Baebunta, Ipda Juamaing, menjelaskan bahwa lapak yang terbakar merupakan bangunan semi permanen yang didominasi material mudah terbakar seperti papan dan triplek.

Kondisi tersebut membuat api cepat menjalar dari satu kios ke kios lainnya.

Dari total sekitar 20 lapak yang berdiri di kawasan tersebut, sembilan unit di antaranya tidak dapat diselamatkan.

Para pemilik lapak yang terdampak antara lain Minunan (60), Rohayu Parasiung (55), Palurangi (42), Misrawati (46), Dundung (62), Hasniwati (50), dan Suriani (40).

BACA JUGA: 
Kebakaran Rumah di Bontoa Maros Diduga Akibat Selang Gas Bocor, Satu Luka Bakar Dilaporkan

Berdasarkan keterangan awal, api diduga berasal dari salah satu kios milik Misrawati.

Saat itu, baru saja selesai membuat kapurung, lalu keluar untuk menata dagangan lainnya.

Namun, tak lama kemudian muncul percikan api yang diduga berasal dari instalasi listrik di dalam kios.

Di lokasi yang sama juga terdapat bahan bakar minyak jenis bensin sekitar 10 liter yang kemudian ikut tersambar, sehingga mempercepat penyebaran api.

Kapolsek Baebunta, Ipda Juamaing, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan, pemadaman secara manual yang dilakukan tidak mampu menahan laju api yang terus membesar.

“Korban sempat berupaya memadamkan api menggunakan kain basah, namun api justru membesar dan dengan cepat merambat ke dinding kios yang terbuat dari triplek,” jelasnya.

Pemilik kios sempat menyelamatkan anaknya yang masih balita sebelum api semakin tak terkendali.

Warga sekitar kemudian membantu evakuasi dan berupaya memadamkan api sambil menunggu petugas.

Tak berselang lama, tim Pemadam Kebakaran Kabupaten Luwu Utara tiba di lokasi dan berhasil mengendalikan kobaran api.

BACA JUGA: 
Kronologi Mobil Bawa Satu Keluarga Terjun ke Jurang 200 Meter di Enrekang, Sopir Diduga Mengantuk

“Situasi di lokasi kejadian saat ini telah aman dan terkendali,” pungkas Ipda Juamaing.

Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Namun, kerugian materi diperkirakan mencapai sekitar Rp50 juta.

SulawesiPos.com – Kebakaran melanda deretan lapak pedagang di Kabupaten Luwu Utara, Selasa (5/5/2026) pagi.

Sedikitnya sembilan lapak dilaporkan hangus setelah api dengan cepat membesar dan merambat ke bangunan di sekitarnya.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 10.30 Wita di Kelurahan Salassa, Kecamatan Baebunta, tepat di sisi Jalan Trans Sulawesi.

Kobaran api sempat mengganggu arus lalu lintas hingga menyebabkan jalur utama tersebut tidak dapat dilalui kendaraan untuk sementara waktu.

Kapolsek Baebunta, Ipda Juamaing, menjelaskan bahwa lapak yang terbakar merupakan bangunan semi permanen yang didominasi material mudah terbakar seperti papan dan triplek.

Kondisi tersebut membuat api cepat menjalar dari satu kios ke kios lainnya.

Dari total sekitar 20 lapak yang berdiri di kawasan tersebut, sembilan unit di antaranya tidak dapat diselamatkan.

Para pemilik lapak yang terdampak antara lain Minunan (60), Rohayu Parasiung (55), Palurangi (42), Misrawati (46), Dundung (62), Hasniwati (50), dan Suriani (40).

BACA JUGA: 
Kebakaran Rumah Kos di Panakkukang Makassar Berhasil Dipadamkan dalam 11 Menit

Berdasarkan keterangan awal, api diduga berasal dari salah satu kios milik Misrawati.

Saat itu, baru saja selesai membuat kapurung, lalu keluar untuk menata dagangan lainnya.

Namun, tak lama kemudian muncul percikan api yang diduga berasal dari instalasi listrik di dalam kios.

Di lokasi yang sama juga terdapat bahan bakar minyak jenis bensin sekitar 10 liter yang kemudian ikut tersambar, sehingga mempercepat penyebaran api.

Kapolsek Baebunta, Ipda Juamaing, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan, pemadaman secara manual yang dilakukan tidak mampu menahan laju api yang terus membesar.

“Korban sempat berupaya memadamkan api menggunakan kain basah, namun api justru membesar dan dengan cepat merambat ke dinding kios yang terbuat dari triplek,” jelasnya.

Pemilik kios sempat menyelamatkan anaknya yang masih balita sebelum api semakin tak terkendali.

Warga sekitar kemudian membantu evakuasi dan berupaya memadamkan api sambil menunggu petugas.

Tak berselang lama, tim Pemadam Kebakaran Kabupaten Luwu Utara tiba di lokasi dan berhasil mengendalikan kobaran api.

BACA JUGA: 
Kebakaran Hanguskan 1 Unit Kos-kosan di Makassar, 7 Unit Armada Dikerahkan

“Situasi di lokasi kejadian saat ini telah aman dan terkendali,” pungkas Ipda Juamaing.

Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Namun, kerugian materi diperkirakan mencapai sekitar Rp50 juta.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru