Habiburokhman Tinjau Gudang BULOG Sunter, Pastikan Stok Beras Nasional Tembus 5 Juta Ton

SulawesiPos.com – Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, melakukan kunjungan kerja ke Perum BULOG wilayah DKI Jakarta dan Banten pada Selasa, 5 Mei 2026.

Kunjungan tersebut dilanjutkan dengan peninjauan langsung ke Gudang BULOG Sunter di Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan pangan nasional tetap aman serta distribusi beras berjalan efektif dalam mendukung program swasembada pangan pemerintah.

Dalam peninjauan tersebut, Habiburokhman menegaskan bahwa kondisi stok beras nasional saat ini berada dalam level yang aman dan terkendali.

“Stok beras nasional saat ini dalam kondisi aman, bahkan sudah berada di atas 5 juta ton. Ini menjadi fondasi kuat dalam menjaga stabilitas pangan nasional,” ujar Habiburokhman.

Ia menambahkan bahwa keberadaan cadangan beras pemerintah menjadi instrumen penting dalam mengendalikan harga dan menjamin ketersediaan pangan bagi masyarakat.

BULOG: Stok dan Distribusi Terkendali

Direktur Utama BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani, turut memberikan penjelasan terkait kondisi terkini cadangan beras nasional.

BACA JUGA: 
Habiburrokhman Nilai Restorative Justice pada Kasus Eggi Sudjana Bukti Nyata Keunggulan KUHP Baru

Ia memastikan bahwa stok yang tersedia tidak hanya cukup, tetapi juga didukung sistem distribusi yang optimal.

“Kami memastikan stok beras nasional dalam kondisi sangat cukup, dengan jumlah yang sudah melampaui 5 juta ton. Distribusi juga terus kami jaga agar berjalan lancar hingga ke masyarakat,” ujar Ahmad Rizal.

Menurutnya, BULOG terus memperkuat sistem logistik dan memperluas jangkauan distribusi agar tidak terjadi kesenjangan pasokan di berbagai daerah.

Selain mengecek jumlah stok, kunjungan ini juga menitikberatkan pada kualitas beras dan kesiapan infrastruktur gudang.

Gudang BULOG Sunter menjadi salah satu fasilitas strategis yang menopang distribusi pangan di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

“Kami tidak hanya fokus pada kuantitas, tetapi juga kualitas. Beras yang disimpan harus tetap memenuhi standar yang layak dikonsumsi masyarakat,” kata Habiburokhman.

Modernisasi Lewat Teknologi

Dalam kesempatan tersebut, rombongan juga meninjau Sentra Pengolahan Beras (SPB) yang menggunakan teknologi modern berbasis “Rice to Rice”.

Teknologi ini memungkinkan proses pengolahan beras dilakukan secara efisien dengan kualitas terjaga.

BACA JUGA: 
Kunjungan Kerja ke Sulsel, Anggota Komisi IV DPR Ajbar Pastikan Harga Beras Bulog Stabil

“Modernisasi menjadi kunci. Dengan teknologi yang tepat, kami dapat memastikan kualitas beras tetap premium meskipun disimpan dalam waktu tertentu,” jelas Ahmad Rizal.

Habiburokhman juga menekankan pentingnya transparansi dalam pengelolaan cadangan pangan nasional.

Menurutnya, pengawasan yang ketat harus terus dilakukan untuk mencegah potensi penyimpangan.

“Pengelolaan pangan harus transparan dan akuntabel. Ini penting untuk menjaga kepercayaan publik serta memastikan harga tetap stabil,” tegasnya.

Sinergi DPR dan BULOG

Kunjungan ini menunjukkan adanya sinergi kuat antara DPR dan BULOG dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat sistem logistik pangan dari hulu hingga hilir.

“Kami terus berkoordinasi dengan berbagai pihak agar distribusi pangan berjalan efektif dan tepat sasaran,” tambah Ahmad Rizal.

Dengan stok yang melimpah, kualitas yang terjaga, serta distribusi yang semakin modern, Indonesia dinilai berada di jalur yang tepat untuk mencapai swasembada pangan.

Kunjungan kerja ini menjadi bukti bahwa pengawasan terhadap sektor pangan terus diperkuat guna menghadapi tantangan global, termasuk perubahan iklim dan gangguan rantai pasok.

BACA JUGA: 
PP KAMMI Nilai Swasembada Pangan 2025 sebagai Prestasi Nasional

SulawesiPos.com – Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, melakukan kunjungan kerja ke Perum BULOG wilayah DKI Jakarta dan Banten pada Selasa, 5 Mei 2026.

Kunjungan tersebut dilanjutkan dengan peninjauan langsung ke Gudang BULOG Sunter di Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan pangan nasional tetap aman serta distribusi beras berjalan efektif dalam mendukung program swasembada pangan pemerintah.

Dalam peninjauan tersebut, Habiburokhman menegaskan bahwa kondisi stok beras nasional saat ini berada dalam level yang aman dan terkendali.

“Stok beras nasional saat ini dalam kondisi aman, bahkan sudah berada di atas 5 juta ton. Ini menjadi fondasi kuat dalam menjaga stabilitas pangan nasional,” ujar Habiburokhman.

Ia menambahkan bahwa keberadaan cadangan beras pemerintah menjadi instrumen penting dalam mengendalikan harga dan menjamin ketersediaan pangan bagi masyarakat.

BULOG: Stok dan Distribusi Terkendali

Direktur Utama BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani, turut memberikan penjelasan terkait kondisi terkini cadangan beras nasional.

BACA JUGA: 
Kunjungan Kerja ke Sulsel, Anggota Komisi IV DPR Ajbar Pastikan Harga Beras Bulog Stabil

Ia memastikan bahwa stok yang tersedia tidak hanya cukup, tetapi juga didukung sistem distribusi yang optimal.

“Kami memastikan stok beras nasional dalam kondisi sangat cukup, dengan jumlah yang sudah melampaui 5 juta ton. Distribusi juga terus kami jaga agar berjalan lancar hingga ke masyarakat,” ujar Ahmad Rizal.

Menurutnya, BULOG terus memperkuat sistem logistik dan memperluas jangkauan distribusi agar tidak terjadi kesenjangan pasokan di berbagai daerah.

Selain mengecek jumlah stok, kunjungan ini juga menitikberatkan pada kualitas beras dan kesiapan infrastruktur gudang.

Gudang BULOG Sunter menjadi salah satu fasilitas strategis yang menopang distribusi pangan di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

“Kami tidak hanya fokus pada kuantitas, tetapi juga kualitas. Beras yang disimpan harus tetap memenuhi standar yang layak dikonsumsi masyarakat,” kata Habiburokhman.

Modernisasi Lewat Teknologi

Dalam kesempatan tersebut, rombongan juga meninjau Sentra Pengolahan Beras (SPB) yang menggunakan teknologi modern berbasis “Rice to Rice”.

Teknologi ini memungkinkan proses pengolahan beras dilakukan secara efisien dengan kualitas terjaga.

BACA JUGA: 
Presiden Prabowo Anugerahkan Bintang Jasa Utama untuk Mentan Andi Amran Sulaiman atas Dedikasi Wujudkan Swasembada Beras

“Modernisasi menjadi kunci. Dengan teknologi yang tepat, kami dapat memastikan kualitas beras tetap premium meskipun disimpan dalam waktu tertentu,” jelas Ahmad Rizal.

Habiburokhman juga menekankan pentingnya transparansi dalam pengelolaan cadangan pangan nasional.

Menurutnya, pengawasan yang ketat harus terus dilakukan untuk mencegah potensi penyimpangan.

“Pengelolaan pangan harus transparan dan akuntabel. Ini penting untuk menjaga kepercayaan publik serta memastikan harga tetap stabil,” tegasnya.

Sinergi DPR dan BULOG

Kunjungan ini menunjukkan adanya sinergi kuat antara DPR dan BULOG dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat sistem logistik pangan dari hulu hingga hilir.

“Kami terus berkoordinasi dengan berbagai pihak agar distribusi pangan berjalan efektif dan tepat sasaran,” tambah Ahmad Rizal.

Dengan stok yang melimpah, kualitas yang terjaga, serta distribusi yang semakin modern, Indonesia dinilai berada di jalur yang tepat untuk mencapai swasembada pangan.

Kunjungan kerja ini menjadi bukti bahwa pengawasan terhadap sektor pangan terus diperkuat guna menghadapi tantangan global, termasuk perubahan iklim dan gangguan rantai pasok.

BACA JUGA: 
PP KAMMI Nilai Swasembada Pangan 2025 sebagai Prestasi Nasional

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru