Keluarga Ashari Samadikun Kapten Kapal MT Honour 25 yang Asal Gowa Menanti Hasil Misi Penyelamatan Pemerintah RI

SulawesiPos.com – Penyanderaan kapal tanker MT Honour 25 sudah memasuki pekan kedua, sejak perompak Somalia menyerang dan menyandera 17 ABK kapal di perairan Somalia 22 April 2026 lalu.

Syamsuddin, orangtua dari Ashari Samadikun, kapten kapal MT Honour 25, berharap aksi tanggap pemerintah untuk membebaskan 4 WNI yang berada di atas kapal yang mengangkut minyak mentah tersebut segera berbuah hasil yang menggembirakan.

“Kami sangat khawatir dan tidak berhenti berdoa agar anak saya segera dibebaskan, kami harapkan langkah-langkah yang dilakukan pemerintah berhasil dan seluruh ABK dapat selamat dari para perompak,” ujar Syamsuddin saat dihubungi SulawesiPos.com, Selasa (5/5/2026).

Syamsuddin mengatakan, sebelumnya sudah sepekan lebih ia tidak berkomunikasi dengan putra ketiganya tersebut. Namun, istri Ashari, Santi Sanaya, beberapa hari sebelumnya mendapat pesan WhatsApp dari suaminya, yang meminta ia terus berkomunikasi dengan pihak Kedutaan Besar RI (KBRI) di Nairobi, dan pihak International Security Malaysia untuk mengetahui perkembangan kabar penyanderaan yang dialaminya.

BACA JUGA: 
Hampir Ditembak, Pengakuan “Saya Muslim” Selamatkan Kapten Tanker Honour 25 Asal Gowa yang Kapalnya Dibajak Perompak Somalia

“Anak saya kirim pesan ke istrinya, melaporkan kondisinya baik-baik saja dalam penyanderaan para perompak. Dia minta didoakan, dia juga minta pada istrinya untuk terus mendesak pihak terkait untuk mengupayakan negosiasi antara mediator dan perompak kapalnya,” ungkap Syamsuddin.

Sementara itu, pihak Komisi I DPR RI, Syamsu Rizal dari Fraksi PKB, sehari sebelumnya, Senin (4/5), menyatakan bahwa saat ini pemerintah RI melalui Kementerian Luar Negeri sedang mengupayakan pembebasan warganya dengan melibatkan pihak ketiga nonpemerintah, atau Non State Actor.

“Saat ini dalam proses mediasi dan komunikasi dengan pihak perompak yang difasilitasi pihak ketiga, insyaallah prosesnya akan segera selesai dan seluruh ABK segera dilepaskan oleh perompak tersebut,” kata mantan Wakil Wali Kota Makassar yang akrab disapa Deng Ical ini.*

SulawesiPos.com – Penyanderaan kapal tanker MT Honour 25 sudah memasuki pekan kedua, sejak perompak Somalia menyerang dan menyandera 17 ABK kapal di perairan Somalia 22 April 2026 lalu.

Syamsuddin, orangtua dari Ashari Samadikun, kapten kapal MT Honour 25, berharap aksi tanggap pemerintah untuk membebaskan 4 WNI yang berada di atas kapal yang mengangkut minyak mentah tersebut segera berbuah hasil yang menggembirakan.

“Kami sangat khawatir dan tidak berhenti berdoa agar anak saya segera dibebaskan, kami harapkan langkah-langkah yang dilakukan pemerintah berhasil dan seluruh ABK dapat selamat dari para perompak,” ujar Syamsuddin saat dihubungi SulawesiPos.com, Selasa (5/5/2026).

Syamsuddin mengatakan, sebelumnya sudah sepekan lebih ia tidak berkomunikasi dengan putra ketiganya tersebut. Namun, istri Ashari, Santi Sanaya, beberapa hari sebelumnya mendapat pesan WhatsApp dari suaminya, yang meminta ia terus berkomunikasi dengan pihak Kedutaan Besar RI (KBRI) di Nairobi, dan pihak International Security Malaysia untuk mengetahui perkembangan kabar penyanderaan yang dialaminya.

BACA JUGA: 
Hampir Ditembak, Pengakuan “Saya Muslim” Selamatkan Kapten Tanker Honour 25 Asal Gowa yang Kapalnya Dibajak Perompak Somalia

“Anak saya kirim pesan ke istrinya, melaporkan kondisinya baik-baik saja dalam penyanderaan para perompak. Dia minta didoakan, dia juga minta pada istrinya untuk terus mendesak pihak terkait untuk mengupayakan negosiasi antara mediator dan perompak kapalnya,” ungkap Syamsuddin.

Sementara itu, pihak Komisi I DPR RI, Syamsu Rizal dari Fraksi PKB, sehari sebelumnya, Senin (4/5), menyatakan bahwa saat ini pemerintah RI melalui Kementerian Luar Negeri sedang mengupayakan pembebasan warganya dengan melibatkan pihak ketiga nonpemerintah, atau Non State Actor.

“Saat ini dalam proses mediasi dan komunikasi dengan pihak perompak yang difasilitasi pihak ketiga, insyaallah prosesnya akan segera selesai dan seluruh ABK segera dilepaskan oleh perompak tersebut,” kata mantan Wakil Wali Kota Makassar yang akrab disapa Deng Ical ini.*

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru