SulawesiPos.com – Anggota Komisi X DPR RI, Juliyatmono, menyoroti skema penggolongan Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang diterapkan bagi anak-anak Aparatur Sipil Negara (ASN).
Menurutnya, sistem yang ada saat ini kerap tidak mencerminkan kondisi ekonomi sebenarnya yang dihadapi keluarga ASN.
Ia menilai, terdapat persepsi keliru yang menganggap ASN otomatis berada dalam kategori masyarakat mampu.
Dianggap Mampu, Padahal Penghasilan Terbatas
Juliyatmono menjelaskan bahwa kenaikan penghasilan ASN tidak signifikan, bahkan belum mampu mengimbangi kebutuhan hidup yang terus meningkat.
Namun dalam praktiknya, keluarga ASN justru sering ditempatkan pada golongan UKT tinggi.
“Ini jadi problem ke depan. Karena ASN atau PNS itu kenaikannya (penghasilan) tidak cukup signifikan, tidak atau belum memenuhi kebutuhan. Tapi masuk kelas (golongan UKT tinggi), dia dianggap orang yang berlebih cukup. Dan juga berat, Maka harus ada kebijakan khusus menurut saya,” ujarnya saat kunjungan kerja ke Universitas Negeri Makassar, Jumat (10/4/2026).
Ia menambahkan, kesenjangan antara pendapatan ASN dan biaya pendidikan tinggi semakin melebar.
Kondisi ini membuat banyak keluarga ASN kesulitan menyekolahkan anak ke perguruan tinggi karena besaran UKT dinilai “tidak nyambung” dengan penghasilan riil.
“Kalau diikutkan dengan UKT-nya ini tidak nyambung, dianggap kelas menengah ke atas, kelas mampu. Padahal kenyataannya tidak cukup,” ungkapnya.
Desak Kebijakan Khusus untuk Anak ASN
Politisi Partai Golkar tersebut juga menggambarkan beban berat yang ditanggung ASN golongan menengah, terutama yang memiliki lebih dari satu anak kuliah.
Menurutnya, kondisi ini perlu segera direspons pemerintah melalui kebijakan yang lebih adil.
“Seorang ASN golongan III/b atau III/d punya dua anak kuliah itu sangat berat. Dan ini adalah persoalannya yang harus kita segera carikan rumusannya,” ujarnya.
Ia menegaskan, kebijakan khusus diperlukan agar anak-anak ASN tetap memiliki kesempatan yang layak untuk mengenyam pendidikan tinggi tanpa membebani ekonomi keluarga secara berlebihan.

