SulawesiPos.com – Penanganan kasus pengeroyokan yang terjadi di sebuah kafe di Rantepao, Kabupaten Toraja Utara, kini memasuki tahap serius.
Sebanyak lima oknum anggota TNI yang diduga terlibat telah resmi menjalani proses hukum oleh aparat militer.
Komandan Kodim 1414 Tana Toraja, Letkol Inf Armal S.H., M.I.P, memastikan bahwa kelima anggotanya tersebut sedang ditangani oleh Subdenpom TNI.
Ia menegaskan, tidak ada toleransi terhadap pelanggaran hukum, terlebih yang mencoreng institusi.
Menurutnya, proses hukum akan berjalan secara transparan dan sesuai dengan aturan yang berlaku.
Langkah awal yang dilakukan hari ini meliputi pemeriksaan intensif hingga olah tempat perkara (TKP) untuk mengungkap kronologi secara utuh.
“Intinya, tidak ada perlakuan spesial atau khusus kepada lima orang tersebut. Pendalaman ini dipimpin langsung oleh pihak terkait,” tegas Letkol Inf Armal Sabtu (4/4/2026) dikutip JawaPos Group.
Selain lima oknum TNI, kasus ini juga menyeret dugaan keterlibatan anggota kepolisian. Dua personel dari Polres Toraja Utara disebut berada di lokasi saat kejadian berlangsung.
Namun, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman untuk memastikan sejauh mana keterlibatan mereka.
Proses pemeriksaan internal dilakukan guna mengklarifikasi peran masing-masing pihak dalam insiden tersebut.
Kasus ini menjadi perhatian publik karena melibatkan oknum aparat. Oleh karena itu, transparansi dan ketegasan dalam penanganan dinilai penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat.
Pihak TNI menegaskan komitmennya untuk menindak tegas setiap pelanggaran tanpa pandang bulu.
Proses hukum yang berjalan diharapkan mampu memberikan kejelasan sekaligus rasa keadilan bagi semua pihak yang terlibat.
Awal Mula Kejadian
Peristiwa ini bermula dari keributan di sebuah kafe pada Rabu malam (1/4/2026). Situasi yang awalnya kondusif berubah menjadi ricuh hingga berujung aksi kekerasan terhadap seorang pengunjung.
Dugaan sementara, konflik dipicu ketika salah satu oknum meminta minuman dari meja pengunjung. Permintaan tersebut disebut tidak mendapat tanggapan, yang kemudian memicu ketegangan di lokasi.
Dalam rekaman video yang beredar luas di media sosial, terlihat korban menjadi sasaran pengeroyokan oleh beberapa orang di lokasi kejadian.

