WFH Satu Hari Seminggu untuk ASN, Purbaya: Sudah Diputuskan, Tinggal Diumumkan

SulawesiPos.com – Pemerintah berencana menerapkan kebijakan bekerja dari rumah (work from home/WFH) satu hari dalam seminggu bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), sebagai langkah penghematan konsumsi bahan bakar minyak (BBM).

Kebijakan ini rencananya akan diumumkan secara resmi oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian setelah Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan kebijakan ini sudah diputuskan, meski pengumumannya bukan melalui dirinya.

“Udah diputuskan, nanti diumumkan, (tapi) bukan saya yang ngumumkan… nanti Pak Menko,” ujarnya saat ditemui awak media di Gedung Kementerian Keuangan, Rabu (25/3/2026).

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui skema WFH dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan.

Penerapan awal akan menyasar ASN, namun pemerintah membuka kemungkinan perluasan kebijakan ini bagi pegawai swasta maupun pemerintah daerah.

Skema yang disiapkan adalah WFH satu hari dari lima hari kerja dalam sepekan. Dengan pola ini, pemerintah memperkirakan konsumsi BBM nasional bisa berkurang hingga 20 persen.

BACA JUGA: 
Menkeu Purbaya Dorong Pertumbuhan Ekonomi Berkualitas, Perkuat Sinergi Fiskal dan Moneter

Meski demikian, Airlangga menegaskan kebijakan ini bersifat fleksibel, menyesuaikan dinamika harga energi global.

Menurut Purbaya, selain mengurangi konsumsi BBM, WFH juga dapat menekan biaya perjalanan pekerja, sehingga daya beli bisa meningkat untuk kebutuhan yang lebih penting.

“Ekonomi aktifnya naik, bisnis naik cepat, konsumsi naik. Kalau ekonomi yang betul, didorong di sini, yang di sana gerak semua,” tambah Purbaya.

Terkait opsi penetapan hari Jumat sebagai hari WFH, Purbaya menilai pilihan ini tepat.

Dari lima hari kerja, Jumat memiliki jam kerja paling pendek sehingga produktivitas yang hilang dianggap minimal. Sementara, penghematan biaya perjalanan pekerja menjadi lebih signifikan.

“Jumat kan paling pendek jam kerjanya. Jadi loss ke produktivitas dianggap paling kecil,” pungkasnya.

SulawesiPos.com – Pemerintah berencana menerapkan kebijakan bekerja dari rumah (work from home/WFH) satu hari dalam seminggu bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), sebagai langkah penghematan konsumsi bahan bakar minyak (BBM).

Kebijakan ini rencananya akan diumumkan secara resmi oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian setelah Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan kebijakan ini sudah diputuskan, meski pengumumannya bukan melalui dirinya.

“Udah diputuskan, nanti diumumkan, (tapi) bukan saya yang ngumumkan… nanti Pak Menko,” ujarnya saat ditemui awak media di Gedung Kementerian Keuangan, Rabu (25/3/2026).

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui skema WFH dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan.

Penerapan awal akan menyasar ASN, namun pemerintah membuka kemungkinan perluasan kebijakan ini bagi pegawai swasta maupun pemerintah daerah.

Skema yang disiapkan adalah WFH satu hari dari lima hari kerja dalam sepekan. Dengan pola ini, pemerintah memperkirakan konsumsi BBM nasional bisa berkurang hingga 20 persen.

BACA JUGA: 
Menkeu Purbaya Dorong Pertumbuhan Ekonomi Berkualitas, Perkuat Sinergi Fiskal dan Moneter

Meski demikian, Airlangga menegaskan kebijakan ini bersifat fleksibel, menyesuaikan dinamika harga energi global.

Menurut Purbaya, selain mengurangi konsumsi BBM, WFH juga dapat menekan biaya perjalanan pekerja, sehingga daya beli bisa meningkat untuk kebutuhan yang lebih penting.

“Ekonomi aktifnya naik, bisnis naik cepat, konsumsi naik. Kalau ekonomi yang betul, didorong di sini, yang di sana gerak semua,” tambah Purbaya.

Terkait opsi penetapan hari Jumat sebagai hari WFH, Purbaya menilai pilihan ini tepat.

Dari lima hari kerja, Jumat memiliki jam kerja paling pendek sehingga produktivitas yang hilang dianggap minimal. Sementara, penghematan biaya perjalanan pekerja menjadi lebih signifikan.

“Jumat kan paling pendek jam kerjanya. Jadi loss ke produktivitas dianggap paling kecil,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru