SulawesiPos.com – Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia mendorong agar dana beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dapat mengalir secara lebih proporsional kepada lulusan pesantren.
Menurut Bahlil, selama ini akses beasiswa LPDP dinilai belum merata menyentuh para lulusan dari lingkungan pesantren.
Ia menilai kualitas seseorang tidak semata ditentukan oleh latar belakang sekolah, melainkan oleh kemampuan dan potensi individu itu sendiri.
“Belum tentu sekolah bagus yang umum-umum itu kualitasnya lebih hebat dibandingkan dengan pesantren. Belum tentu,” kata Bahlil saat ditemui di Sukabumi, Jawa Barat, Minggu.
Bahlil meyakini para santri memiliki potensi yang tidak kalah dibandingkan lulusan sekolah umum.
Karena itu, menurutnya, para santri juga harus mendapatkan kesempatan yang sama untuk memperoleh beasiswa pendidikan, termasuk melalui program LPDP.
Ia juga menyoroti sejumlah persyaratan beasiswa yang dinilai masih menjadi kendala bagi sebagian calon penerima dari kalangan pesantren.
Salah satu syarat yang disoroti adalah persyaratan kemampuan bahasa Inggris yang tinggi, seperti skor TOEFL yang dinilai cukup sulit dicapai oleh sebagian lulusan pesantren.
Menurut Bahlil, ketentuan tersebut dapat menjadi hambatan bagi santri yang sebenarnya memiliki potensi akademik namun terbatas aksesnya terhadap fasilitas pendidikan bahasa asing.
“Kesempatannya yang harus diberlakukan. Jangan disuruh syaratnya harus bahasa Inggris TOEFL 700, 800. Itu orang-orang kaya saja,” ujarnya.
Bahlil mengatakan pihaknya akan mendorong agar kebijakan distribusi beasiswa LPDP lebih berpihak kepada pemerataan kesempatan pendidikan.
Langkah tersebut rencananya akan diperjuangkan melalui Fraksi Partai Golkar DPR RI agar santri mendapatkan porsi beasiswa yang lebih proporsional.
“Kami akan meminta lewat Fraksi Partai Golkar untuk juga diberikan porsi yang proporsional kepada pesantren santri-santri ini,” katanya.
Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil dalam kegiatan Silaturahmi dan Safari Ramadan yang digelar Partai Golkar di Pondok Pesantren Azzainiyyah.
Dalam kegiatan itu, Bahlil hadir bersama sejumlah jajaran Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar.
Beberapa di antaranya yakni Ketua Dewan Pembina Agus Gumiwang Kartasasmita, Sekretaris Jenderal Muhammad Sarmuji, serta Bendahara Umum Sari Yuliati.

