Tokoh Golkar Sulsel: Calon Ketua Golkar Sulsel Jangan Ikuti Kegagalan Taufan Pawe

SulawesiPos.com – Mantan Senator yang juga tokoh Golkar asal Sulawesi Selatan (Sulsel), Ajeip Padindang berharap kandidat calon Ketua DPD Golkar Sulsel yang akan maju di Musyawarah Daerah (Musda) XI nanti tidak mengikuti kegagalan ketua sebelumnya, Taufan Pawe.

Usai menghadiri diskusi rutin Golkar Sulsel di kantor DPD I, Jalan Botolempangan, Makassar, Senin (20/4/2026), di masa kepemimpinan sebelumnya sistem kepemimpinan partai tidak berjalan baik.

“Ketua sebelumnya mengapa gagal, karena kepemimpinan tidak jalan, manajerialnya tidak bagus, kehilangan kursi bagi seorang ketua itu sangat fatal,” ujar Ajeip.

Ajeip mengungkap, di masa Taufan memimpin Golkar Sulsel, ia sering mendapati kantor DPD I Golkar tutup jelang Pemilu.

Padahal sebelumnya, lanjut mantan Anggota DPRD Sulsel periode 1999-2004, jauh sebelum Pemilu caleg-caleg Golkar sudah melakukan pemetaan potensi dengan teknik Kirka (perkiraan keadaan) dan analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threats).

Ajeip mengutip Ketua Umum DPP Golkar Bahlil Lahadahlia, tidak hanya menginginkan ketua yang bisa memenangkan partai, namun juga mampu menambah perolehan kursi secara signifikan.

BACA JUGA: 
Sekjen Golkar: Pilkada Lewat DPRD Bukan Sekadar Hemat Biaya, Tapi Pertimbangan Dampak Sosial

“Saya berharap nama-nama yang muncul sebagai kandidat ini bisa mengembalikan kejayaan Golkar Sulsel, enaknya di Golkar tidak ada pemilik partai selain kader, kader-kadernya juga paling siap digerakkan, tinggal manajerialnya,” tambah mantan Wakil Ketua DPD Golkar Sulsel ini.

Diketahui, sejak didirikan 61 tahun silam, Partai Golkar tercatat 11 kali menjadi pemenang di Pemilu Legislatif di Sulawesi Selatan (Sulsel).

Di masa Orde Baru, Golkar 6 kali menang mutlak. Sedangkan di era Reformasi partai berlambang pohon beringin ini mencatatkan diri sebagai pemenang sebanyak 5 kali: Pemilu 1999, Pemilu 2004, Pemilu 2009, Pemilu 2014, dan Pemilu 2019

Golkar Sulsel dikalahkan politisi yang ia besarkan sendiri, yakni Rusdi Masse, yang sebelum di Golkar merupakan kader Partai Bintang Reformasi, dan saat ini sudah berpindah lagi dari Nasdem ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Posisi Ketua DPRD Sulsel juga direbut, dari ketua sebelumnya, Andi Ina Kartika Sari, digantikan kader Nasdem Andi Rachmatika Dewi.

BACA JUGA: 
PDIP Tegaskan Tetap Dukung Pilkada Langsung

SulawesiPos.com – Mantan Senator yang juga tokoh Golkar asal Sulawesi Selatan (Sulsel), Ajeip Padindang berharap kandidat calon Ketua DPD Golkar Sulsel yang akan maju di Musyawarah Daerah (Musda) XI nanti tidak mengikuti kegagalan ketua sebelumnya, Taufan Pawe.

Usai menghadiri diskusi rutin Golkar Sulsel di kantor DPD I, Jalan Botolempangan, Makassar, Senin (20/4/2026), di masa kepemimpinan sebelumnya sistem kepemimpinan partai tidak berjalan baik.

“Ketua sebelumnya mengapa gagal, karena kepemimpinan tidak jalan, manajerialnya tidak bagus, kehilangan kursi bagi seorang ketua itu sangat fatal,” ujar Ajeip.

Ajeip mengungkap, di masa Taufan memimpin Golkar Sulsel, ia sering mendapati kantor DPD I Golkar tutup jelang Pemilu.

Padahal sebelumnya, lanjut mantan Anggota DPRD Sulsel periode 1999-2004, jauh sebelum Pemilu caleg-caleg Golkar sudah melakukan pemetaan potensi dengan teknik Kirka (perkiraan keadaan) dan analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threats).

Ajeip mengutip Ketua Umum DPP Golkar Bahlil Lahadahlia, tidak hanya menginginkan ketua yang bisa memenangkan partai, namun juga mampu menambah perolehan kursi secara signifikan.

BACA JUGA: 
Sarmuji Sebut Sistem Multipartai yang Sederhana Kunci Efektivitas Presidensialisme

“Saya berharap nama-nama yang muncul sebagai kandidat ini bisa mengembalikan kejayaan Golkar Sulsel, enaknya di Golkar tidak ada pemilik partai selain kader, kader-kadernya juga paling siap digerakkan, tinggal manajerialnya,” tambah mantan Wakil Ketua DPD Golkar Sulsel ini.

Diketahui, sejak didirikan 61 tahun silam, Partai Golkar tercatat 11 kali menjadi pemenang di Pemilu Legislatif di Sulawesi Selatan (Sulsel).

Di masa Orde Baru, Golkar 6 kali menang mutlak. Sedangkan di era Reformasi partai berlambang pohon beringin ini mencatatkan diri sebagai pemenang sebanyak 5 kali: Pemilu 1999, Pemilu 2004, Pemilu 2009, Pemilu 2014, dan Pemilu 2019

Golkar Sulsel dikalahkan politisi yang ia besarkan sendiri, yakni Rusdi Masse, yang sebelum di Golkar merupakan kader Partai Bintang Reformasi, dan saat ini sudah berpindah lagi dari Nasdem ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Posisi Ketua DPRD Sulsel juga direbut, dari ketua sebelumnya, Andi Ina Kartika Sari, digantikan kader Nasdem Andi Rachmatika Dewi.

BACA JUGA: 
PDIP Tegaskan Tetap Dukung Pilkada Langsung

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru