Goa Mampu dan Legenda Sijello To Mampu: Ketika Sebuah Kerajaan Konon Dikutuk Menjadi Batu

“Kalau masuk ke dalam, banyak batu yang bentuknya menyerupai manusia dan binatang. Di situlah kami ceritakan kepada pengunjung tentang legenda Kerajaan Mampu,” ujar Faisal.

Ia berharap Goa Mampu semakin dikenal, bukan hanya karena keindahan alamnya, tetapi juga karena nilai sejarah dan cerita rakyat yang dimilikinya.

Kepala Desa: Butuh Sentuhan dan Promosi

Kepala Desa Cabbeng, Muh. Yasin, mengatakan Goa Mampu memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata.

Menurutnya, obyek wisata tersebut membutuhkan sentuhan pengembangan dan promosi yang lebih baik.

“Goa Mampu ini punya cerita dan legenda yang kuat. Karena itu, kami berharap ada sentuhan yang lebih baik, termasuk promosi, sehingga semakin banyak masyarakat yang mengetahui dan datang berkunjung,” kata Muh. Yasin.

Ia menyebut, pengunjung biasanya mengalami peningkatan signifikan pada momentum tertentu.

Terutama saat Hari Raya Idulfitri, musim haji, serta libur nasional.
Untuk memberikan kenyamanan, pengelola juga telah menyediakan sejumlah fasilitas bagi wisatawan.

BACA JUGA:  Menyusuri Batu Pake Gojeng, Situs Megalitikum Penuh Cerita Leluhur

Gazebo tersedia untuk tempat beristirahat. Di sekitar lokasi juga terdapat warung-warung yang menyediakan kebutuhan pengunjung.

Ketika Gelap Menyimpan Cerita

Menjelajah Goa Mampu pada akhirnya bukan hanya soal menyalakan senter lalu menyusuri lorong gelap.

Ada pengalaman berbeda ketika cahaya kecil dari senter menyapu dinding batu, sementara pemandu mulai menceritakan sosok manusia, binatang, kerajaan, putri raja, hingga kutukan yang konon mengubah satu kerajaan menjadi batu.

Di tempat seperti inilah alam dan cerita rakyat bertemu. Goa Mampu menyimpan kegelapan di dalam lorongnya, tetapi dari kegelapan itulah sebuah cerita panjang terus hidup.

Sebuah legenda tentang janji yang diingkari. Tentang seekor anjing bernama Bolong Lasareweng. Tentang seorang putri bernama Appung Ellung Mangenre. Dan tentang Kerajaan Mampu yang hingga kini dipercaya masyarakat telah membatu di dalam perut bumi.

Goa Mampu mungkin gelap ketika dimasuki, tetapi cerita di dalamnya tak pernah benar-benar padam. (kar)

“Kalau masuk ke dalam, banyak batu yang bentuknya menyerupai manusia dan binatang. Di situlah kami ceritakan kepada pengunjung tentang legenda Kerajaan Mampu,” ujar Faisal.

Ia berharap Goa Mampu semakin dikenal, bukan hanya karena keindahan alamnya, tetapi juga karena nilai sejarah dan cerita rakyat yang dimilikinya.

Kepala Desa: Butuh Sentuhan dan Promosi

Kepala Desa Cabbeng, Muh. Yasin, mengatakan Goa Mampu memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata.

Menurutnya, obyek wisata tersebut membutuhkan sentuhan pengembangan dan promosi yang lebih baik.

“Goa Mampu ini punya cerita dan legenda yang kuat. Karena itu, kami berharap ada sentuhan yang lebih baik, termasuk promosi, sehingga semakin banyak masyarakat yang mengetahui dan datang berkunjung,” kata Muh. Yasin.

Ia menyebut, pengunjung biasanya mengalami peningkatan signifikan pada momentum tertentu.

Terutama saat Hari Raya Idulfitri, musim haji, serta libur nasional.
Untuk memberikan kenyamanan, pengelola juga telah menyediakan sejumlah fasilitas bagi wisatawan.

BACA JUGA:  Hidden Gem Bone! Sungai Lajoro Tawarkan Air Sebening Kristal, Camping Gratis, dan Pesona Alam yang Memikat

Gazebo tersedia untuk tempat beristirahat. Di sekitar lokasi juga terdapat warung-warung yang menyediakan kebutuhan pengunjung.

Ketika Gelap Menyimpan Cerita

Menjelajah Goa Mampu pada akhirnya bukan hanya soal menyalakan senter lalu menyusuri lorong gelap.

Ada pengalaman berbeda ketika cahaya kecil dari senter menyapu dinding batu, sementara pemandu mulai menceritakan sosok manusia, binatang, kerajaan, putri raja, hingga kutukan yang konon mengubah satu kerajaan menjadi batu.

Di tempat seperti inilah alam dan cerita rakyat bertemu. Goa Mampu menyimpan kegelapan di dalam lorongnya, tetapi dari kegelapan itulah sebuah cerita panjang terus hidup.

Sebuah legenda tentang janji yang diingkari. Tentang seekor anjing bernama Bolong Lasareweng. Tentang seorang putri bernama Appung Ellung Mangenre. Dan tentang Kerajaan Mampu yang hingga kini dipercaya masyarakat telah membatu di dalam perut bumi.

Goa Mampu mungkin gelap ketika dimasuki, tetapi cerita di dalamnya tak pernah benar-benar padam. (kar)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru