SulawesiPos.com – Di atas perbukitan yang menghadap bentang alam Sinjai, berdiri sebuah situs purbakala yang menyimpan jejak sejarah sekaligus cerita yang terus hidup di tengah masyarakat.
Batu Pake Gojeng dikenal sebagai kompleks megalitikum yang menjadi tempat pemakaman raja-raja dan keluarga Kerajaan Batu Pake Gojeng pada masa sebelum masuknya Islam di wilayah tersebut.
Susunan batu besar di kawasan ini terlihat unik dan tertata. Beberapa batu berdiri tegak menyerupai menhir, sementara lainnya tersusun datar seperti meja batu.
Formasi ini diyakini memiliki fungsi ritual pada masa lampau, sekaligus menjadi asal-usul penamaan “Pake Gojeng” yang lekat dengan tradisi leluhur setempat.
Selain nilai sejarah, situs ini juga menawarkan panorama alam yang menenangkan.
Lokasinya yang tidak jauh dari pusat Kota Sinjai membuat kawasan ini ramai dikunjungi, terutama saat akhir pekan.
Pengunjung datang dengan berbagai tujuan, mulai dari bersantai, berfoto, hingga menggelar aktivitas komunitas seperti olahraga ringan dan kegiatan seni.
Tak sedikit pula yang menjadikan tempat ini sebagai ruang refleksi. Suasana sejuk, pepohonan rindang, serta hamparan batu purba menciptakan nuansa yang berbeda dibanding destinasi wisata lainnya.
Namun, di balik daya tarik tersebut, tersimpan pula cerita yang dipercaya sebagian masyarakat.
Warga meyakini kawasan ini memiliki nilai sakral yang tetap terjaga hingga kini.
Beberapa pengunjung mengaku merasakan suasana yang berbeda saat berada di antara batu-batu besar, seperti hawa dingin yang tiba-tiba muncul.
Kepercayaan lokal menyebutkan bahwa situs ini dijaga oleh energi tak kasat mata sebagai bentuk perlindungan terhadap warisan leluhur.
Oleh karena itu, masyarakat setempat selalu mengingatkan pengunjung untuk menjaga sikap dan tutur kata selama berada di area kompleks.
Meski kisah tersebut bagi sebagian orang dianggap sebagai mitos, bagi warga sekitar, keberadaan nilai-nilai tersebut justru memperkuat hubungan antara manusia, alam, dan sejarah yang diwariskan turun-temurun.
Kini, Batu Pake Gojeng dikenal sebagai situs bersejarah sekaligus destinasi wisata yang memadukan unsur budaya, alam, dan cerita lokal dalam satu kawasan.
Kombinasi inilah yang membuatnya tetap relevan dan menarik untuk dikunjungi hingga hari ini.

