Usai Ungkap Saraf Kejepit dan 50 Jarum, Hotman Paris Mundur dari Tim Febrie Adriansyah

SulawesiPos.com – Hotman Paris Hutapea memutuskan mundur dari tim kuasa hukum mantan Jampidsus Febrie Adriansyah pada Kamis (23/7/2026), setelah mengungkap kondisinya memburuk akibat saraf kejepit, padahal ia sudah menjalani pijat di Bojong Gede, akupunktur dengan sekitar 50 jarum di Kelapa Gading, hingga operasi di Singapura.

Hotman mengatakan keputusan itu sudah ia sampaikan kepada Febrie sejak dua hari lalu karena khawatir kesehatannya makin parah jika tetap memikirkan perkara tersebut.

“Jadi atas dasar pertimbangan itulah saya sudah dari dua hari lalu sudah kasih tahu ke klien saya, sekarang jadi mantan, Febrie dan Jampidsus, saya mengundurkan diri,” kata Hotman saat ditemui di RS Medistra, Jakarta Selatan, Kamis (23/7/2026).

Menurut Hotman, dokter di Singapura juga telah memperingatkan dirinya agar berhenti bekerja dulu karena kondisinya belum pulih.

“Mengundurkan diri, sudah ngomong dari dua hari lalu, tapi beliau mengimbau kalau bisa beberapa hari lagi. Tapi kalau otak saya terus mikir dan badan begini, aku takut makin parah,” jelas dia.

BACA JUGA:  Polri Serahkan Barang Bukti Kasus Eks Jampidsus Febrie ke Kejagung, Penanganan Tiga Perkara Masuk Babak Baru

Saraf Kejepit Jadi Alasan Mundur

Hotman mengaku rasa sakit itu sudah dirasakannya sejak Juni 2026 dan membuatnya bolak-balik menjalani pengobatan.

Ia menyebut sempat mencari terapi pijat tradisional di kawasan Bojong Gede, Bogor, tetapi justru merasa keluhannya makin berat.

“Bulan Juni sudah kesakitan, sudah bolak-balik. Terus juga akupunktur sampai ke dokter katanya jago pijit di hutan di Bogor, Bojong Gede. Gue juga baru sadar kok ininya diginiin pijat makin parah gitu,” kata Hotman dalam konferensi pers, Kamis (23/7).

Setelah itu, Hotman mencoba pengobatan tradisional China di Kelapa Gading dengan akupunktur intensif.

“Dikasih 50 jarum-jarum, 50 ada, tusuk sini semua. Aduh benar-benar sampai dua kali. Baru saya sadar apa yang kejepit di sini apa yang di jarum-jarum,” kata Hotman.

Hotman lalu menjalani operasi saraf kejepit di sebuah rumah sakit di Singapura pada 9 Juli 2026, meski ia mengaku seharusnya masih perlu rawat inap sekitar empat hari dan diminta tidak bekerja selama dua pekan.

BACA JUGA:  Diskusi Terbatas Sulawesi Pos, Soroti Pengawasan Jampidsus di Tengah Isu Dugaan Korupsi Febrie Adriansyah

Di tengah kondisi itu, Hotman tetap menangani perkara Febrie, yang berstatus tersangka kasus dugaan korupsi dan TPPU terkait ASABRI, sampai akhirnya memilih mundur karena takut penyakitnya bertambah parah.

“Saya sudah dua hari mengabari beliau, ya tapi beliau mengatakan waktunya yang tepat dia coba dikirim. Tapi kalau begini, gue nggak bisa lagi karena dokter Singapura pun sudah marah-marah kenapa you kerja, gitu lho,” ujarnya.

SulawesiPos.com – Hotman Paris Hutapea memutuskan mundur dari tim kuasa hukum mantan Jampidsus Febrie Adriansyah pada Kamis (23/7/2026), setelah mengungkap kondisinya memburuk akibat saraf kejepit, padahal ia sudah menjalani pijat di Bojong Gede, akupunktur dengan sekitar 50 jarum di Kelapa Gading, hingga operasi di Singapura.

Hotman mengatakan keputusan itu sudah ia sampaikan kepada Febrie sejak dua hari lalu karena khawatir kesehatannya makin parah jika tetap memikirkan perkara tersebut.

“Jadi atas dasar pertimbangan itulah saya sudah dari dua hari lalu sudah kasih tahu ke klien saya, sekarang jadi mantan, Febrie dan Jampidsus, saya mengundurkan diri,” kata Hotman saat ditemui di RS Medistra, Jakarta Selatan, Kamis (23/7/2026).

Menurut Hotman, dokter di Singapura juga telah memperingatkan dirinya agar berhenti bekerja dulu karena kondisinya belum pulih.

“Mengundurkan diri, sudah ngomong dari dua hari lalu, tapi beliau mengimbau kalau bisa beberapa hari lagi. Tapi kalau otak saya terus mikir dan badan begini, aku takut makin parah,” jelas dia.

BACA JUGA:  Hotman Paris Bela Fandi Ramadhan, Siap Turun Gunung untuk Beri Pledoi Kasus Sabu 2 Ton

Saraf Kejepit Jadi Alasan Mundur

Hotman mengaku rasa sakit itu sudah dirasakannya sejak Juni 2026 dan membuatnya bolak-balik menjalani pengobatan.

Ia menyebut sempat mencari terapi pijat tradisional di kawasan Bojong Gede, Bogor, tetapi justru merasa keluhannya makin berat.

“Bulan Juni sudah kesakitan, sudah bolak-balik. Terus juga akupunktur sampai ke dokter katanya jago pijit di hutan di Bogor, Bojong Gede. Gue juga baru sadar kok ininya diginiin pijat makin parah gitu,” kata Hotman dalam konferensi pers, Kamis (23/7).

Setelah itu, Hotman mencoba pengobatan tradisional China di Kelapa Gading dengan akupunktur intensif.

“Dikasih 50 jarum-jarum, 50 ada, tusuk sini semua. Aduh benar-benar sampai dua kali. Baru saya sadar apa yang kejepit di sini apa yang di jarum-jarum,” kata Hotman.

Hotman lalu menjalani operasi saraf kejepit di sebuah rumah sakit di Singapura pada 9 Juli 2026, meski ia mengaku seharusnya masih perlu rawat inap sekitar empat hari dan diminta tidak bekerja selama dua pekan.

BACA JUGA:  Istri Febrie Adriansyah, Rugun Saragih Juga Jaksa dan Harta Rp18,26 Miliar Ikut Tersorot

Di tengah kondisi itu, Hotman tetap menangani perkara Febrie, yang berstatus tersangka kasus dugaan korupsi dan TPPU terkait ASABRI, sampai akhirnya memilih mundur karena takut penyakitnya bertambah parah.

“Saya sudah dua hari mengabari beliau, ya tapi beliau mengatakan waktunya yang tepat dia coba dikirim. Tapi kalau begini, gue nggak bisa lagi karena dokter Singapura pun sudah marah-marah kenapa you kerja, gitu lho,” ujarnya.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru