SulawesiPos.com – Gemericik air yang mengalir di sela-sela bebatuan terdengar begitu menenangkan. Di bawah rindangnya pepohonan, air Sungai Lajoro tampak jernih kebiruan hingga dasar sungai terlihat jelas. Udara sejuk yang berembus membuat siapa pun betah berlama-lama menikmati suasana alam yang masih sangat asri.
Pemandangan itulah yang menyambut setiap pengunjung yang datang ke Sungai Lajoro di Desa Lemoape, Kecamatan Palakka, Kabupaten Bone. Berjarak sekitar 10 kilometer dari pusat Kota Watampone, destinasi ini menjadi pilihan tepat bagi wisatawan yang ingin melepas penat tanpa harus mengeluarkan biaya tiket masuk.
Sesekali terdengar tawa anak-anak yang bermain air di tepian sungai, sementara beberapa pengunjung memilih duduk di atas bebatuan besar menikmati semilir angin. Tak sedikit pula yang menggelar tikar bersama keluarga sambil menikmati bekal makan siang dengan latar panorama hijau yang memanjakan mata.
Bagi pencinta alam, Sungai Lajoro juga menyediakan area yang dapat digunakan untuk mendirikan tenda. Saat sore menjelang, suasana berubah semakin syahdu. Cahaya matahari yang menembus sela pepohonan memantul di permukaan air, menciptakan pemandangan yang memikat dan menjadi buruan para pemburu foto.
Akses menuju lokasi pun cukup mudah. Pengunjung dapat menggunakan sepeda motor maupun mobil dengan kondisi jalan yang relatif baik hingga ke kawasan wisata.
Salah seorang pengunjung, Safira mengaku terpukau dengan keindahan Sungai Lajoro yang menurutnya masih alami.
“Saya sangat menikmati suasana di sini. Aksesnya bagus, airnya jernih, dan tidak ada biaya masuk. Tempatnya cocok untuk refreshing bersama keluarga,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah terus memberikan perhatian terhadap fasilitas penunjang agar kenyamanan wisatawan semakin meningkat.
“Semoga fasilitas seperti toilet gratis tetap dijaga kebersihannya. Airnya juga sangat bagus, sayang kalau tidak dikelola dengan baik,” katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Lemoape, Asyad, SH, mengatakan Sungai Lajoro merupakan aset wisata alam yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi unggulan di Kabupaten Bone.
“Kami ingin Sungai Lajoro tetap terjaga keasriannya sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat. Pemerintah desa terus berupaya menjaga kebersihan kawasan ini dan berharap adanya dukungan dari pemerintah daerah untuk penambahan fasilitas sehingga wisatawan semakin nyaman berkunjung,” ujar Asyad.
Menurutnya, semakin banyak wisatawan yang datang akan membuka peluang usaha baru bagi warga, mulai dari kuliner, penyewaan perlengkapan camping, hingga penjualan produk UMKM lokal.
Dengan air sebening kristal, suasana yang tenang, serta panorama alam yang masih alami, Sungai Lajoro menjadi bukti bahwa Kabupaten Bone menyimpan banyak destinasi wisata yang belum banyak diketahui.
Sekali datang, pengunjung bukan hanya menikmati segarnya air sungai, tetapi juga membawa pulang pengalaman menyatu dengan alam yang sulit dilupakan. (kar)


