Tersembunyi di Bulukumba, Gua Leang Passea Simpan Jejak Ribuan Tahun

SulawesiPos.com — Ketika berbicara tentang wisata Bulukumba, banyak orang mungkin langsung teringat Pantai Bira atau Tebing Apparalang.

Namun, tak banyak yang tahu bahwa daerah ini juga memiliki sebuah gua yang menyimpan jejak sejarah panjang, artefak kuno, hingga kisah leluhur yang masih diceritakan dari generasi ke generasi.

Namanya Gua Leang Passea, sebuah situs bersejarah yang berada di Desa Lembanna, Kecamatan Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Di balik suasananya yang tenang, gua ini menyimpan berbagai cerita tentang kehidupan manusia pada masa lampau.

Konon Jadi Tempat Persembunyian Leluhur Ara

Menurut kisah yang berkembang di masyarakat Ara, Gua Leang Passea pernah menjadi tempat persembunyian leluhur mereka saat menghadapi serangan kelompok dari Seram. Dalam cerita rakyat setempat, kelompok tersebut dikenal sebagai pemakan manusia atau kanibal.

Dari kisah itulah muncul nama Passea yang berasal dari bahasa Konjo dialek Ara dan berarti pedih atau penderitaan. Nama tersebut dipercaya menggambarkan beratnya kehidupan yang dijalani para penghuni gua pada masa itu.

BACA JUGA:  Kronologi Pria di Gowa Tertancap Busur saat Sengketa Lahan, Berawal dari Pemasangan Papan

Meski kisah tersebut diwariskan secara turun-temurun, keberadaan berbagai peninggalan di dalam gua menunjukkan bahwa kawasan ini memang pernah menjadi tempat aktivitas manusia sejak masa lampau.

Menjelajah Gua yang Menyimpan Keindahan Alam

Sesampainya di lokasi, pengunjung akan disambut mulut gua yang cukup besar dan dikelilingi pepohonan rindang.

Di dalamnya, stalaktit dan stalagmit menghiasi berbagai sudut gua, menciptakan pemandangan yang memukau. Formasi batuan alami tersebut terbentuk selama ribuan hingga ratusan ribu tahun melalui proses alam yang berlangsung sangat lama.

Saat menyusuri bagian dalam gua, suasananya perlahan berubah.

Dari area yang masih diterangi cahaya matahari, pengunjung akan memasuki bagian yang semakin redup hingga gelap.

Sensasi ini membuat perjalanan terasa seperti menjelajahi lorong waktu menuju masa lalu.

Menyimpan Artefak dan Jejak Peradaban Kuno

Tak hanya menawarkan keindahan alam, Gua Leang Passea juga dikenal sebagai salah satu situs arkeologi penting di Bulukumba.

Berbagai penelitian menemukan artefak yang menunjukkan bahwa kawasan ini telah dihuni manusia sejak ribuan tahun lalu. Beberapa temuan tersebut berupa manik-manik kuno, alat batu, hingga berbagai benda yang pernah digunakan oleh leluhur masyarakat Ara.

BACA JUGA:  RSUD Syekh Yusuf Terbakar, Pasien Diungsikan

Salah satu temuan menarik adalah manik-manik kornelian yang diduga berasal dari India Selatan.

Temuan ini menjadi petunjuk bahwa masyarakat di kawasan tersebut telah menjalin hubungan perdagangan dengan wilayah lain sejak ribuan tahun silam.

Erong, Peti Mayat Berbentuk Perahu

Temuan berharga lainnya di Gua Leang Passea adalah sisa-sisa erong atau peti mayat tradisional berbentuk perahu.

Pada masa lalu, erong digunakan sebagai tempat pemakaman dan dipercaya sebagai simbol kendaraan yang mengantar roh menuju alam berikutnya.

Temuan ini menjadi bukti bahwa gua tersebut tidak hanya digunakan sebagai tempat tinggal, tetapi juga memiliki peran penting dalam kehidupan spiritual masyarakat pada zamannya.

Lokasi Gua Leang Passea

Gua Leang Passea berada di Desa Lembanna, Kecamatan Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Dari Kota Makassar, lokasi ini dapat ditempuh sekitar lima jam atau sekitar 187 kilometer menggunakan kendaraan mobil.

Bagi pencinta wisata sejarah dan petualangan, Gua Leang Passea menawarkan pengalaman yang berbeda. Bukan hanya menikmati keindahan alam di dalam gua, tetapi juga menyusuri jejak peradaban masa lampau yang masih tersimpan hingga hari ini.

BACA JUGA:  Gadis di Bawah Umur di Gowa Jadi Korban Kekerasan Seksual Berkali-kali, Foto Pribadi Disebarkan di Medsos

Kalau berkunjung ke sini, kamu paling penasaran melihat artefak kunonya atau menjelajahi lorong guanya yang menyimpan banyak cerita sejarah? (Ainun Khairunnisa)

SulawesiPos.com — Ketika berbicara tentang wisata Bulukumba, banyak orang mungkin langsung teringat Pantai Bira atau Tebing Apparalang.

Namun, tak banyak yang tahu bahwa daerah ini juga memiliki sebuah gua yang menyimpan jejak sejarah panjang, artefak kuno, hingga kisah leluhur yang masih diceritakan dari generasi ke generasi.

Namanya Gua Leang Passea, sebuah situs bersejarah yang berada di Desa Lembanna, Kecamatan Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Di balik suasananya yang tenang, gua ini menyimpan berbagai cerita tentang kehidupan manusia pada masa lampau.

Konon Jadi Tempat Persembunyian Leluhur Ara

Menurut kisah yang berkembang di masyarakat Ara, Gua Leang Passea pernah menjadi tempat persembunyian leluhur mereka saat menghadapi serangan kelompok dari Seram. Dalam cerita rakyat setempat, kelompok tersebut dikenal sebagai pemakan manusia atau kanibal.

Dari kisah itulah muncul nama Passea yang berasal dari bahasa Konjo dialek Ara dan berarti pedih atau penderitaan. Nama tersebut dipercaya menggambarkan beratnya kehidupan yang dijalani para penghuni gua pada masa itu.

BACA JUGA:  Viral Usai Tikam Pemuda, Dua Pelaku di Gowa Akhirnya Menyerahkan Diri

Meski kisah tersebut diwariskan secara turun-temurun, keberadaan berbagai peninggalan di dalam gua menunjukkan bahwa kawasan ini memang pernah menjadi tempat aktivitas manusia sejak masa lampau.

Menjelajah Gua yang Menyimpan Keindahan Alam

Sesampainya di lokasi, pengunjung akan disambut mulut gua yang cukup besar dan dikelilingi pepohonan rindang.

Di dalamnya, stalaktit dan stalagmit menghiasi berbagai sudut gua, menciptakan pemandangan yang memukau. Formasi batuan alami tersebut terbentuk selama ribuan hingga ratusan ribu tahun melalui proses alam yang berlangsung sangat lama.

Saat menyusuri bagian dalam gua, suasananya perlahan berubah.

Dari area yang masih diterangi cahaya matahari, pengunjung akan memasuki bagian yang semakin redup hingga gelap.

Sensasi ini membuat perjalanan terasa seperti menjelajahi lorong waktu menuju masa lalu.

Menyimpan Artefak dan Jejak Peradaban Kuno

Tak hanya menawarkan keindahan alam, Gua Leang Passea juga dikenal sebagai salah satu situs arkeologi penting di Bulukumba.

Berbagai penelitian menemukan artefak yang menunjukkan bahwa kawasan ini telah dihuni manusia sejak ribuan tahun lalu. Beberapa temuan tersebut berupa manik-manik kuno, alat batu, hingga berbagai benda yang pernah digunakan oleh leluhur masyarakat Ara.

BACA JUGA:  Sengketa Lahan di Gowa Berujung Berdarah, Pria Tertancap Busur di Dada Kiri

Salah satu temuan menarik adalah manik-manik kornelian yang diduga berasal dari India Selatan.

Temuan ini menjadi petunjuk bahwa masyarakat di kawasan tersebut telah menjalin hubungan perdagangan dengan wilayah lain sejak ribuan tahun silam.

Erong, Peti Mayat Berbentuk Perahu

Temuan berharga lainnya di Gua Leang Passea adalah sisa-sisa erong atau peti mayat tradisional berbentuk perahu.

Pada masa lalu, erong digunakan sebagai tempat pemakaman dan dipercaya sebagai simbol kendaraan yang mengantar roh menuju alam berikutnya.

Temuan ini menjadi bukti bahwa gua tersebut tidak hanya digunakan sebagai tempat tinggal, tetapi juga memiliki peran penting dalam kehidupan spiritual masyarakat pada zamannya.

Lokasi Gua Leang Passea

Gua Leang Passea berada di Desa Lembanna, Kecamatan Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Dari Kota Makassar, lokasi ini dapat ditempuh sekitar lima jam atau sekitar 187 kilometer menggunakan kendaraan mobil.

Bagi pencinta wisata sejarah dan petualangan, Gua Leang Passea menawarkan pengalaman yang berbeda. Bukan hanya menikmati keindahan alam di dalam gua, tetapi juga menyusuri jejak peradaban masa lampau yang masih tersimpan hingga hari ini.

BACA JUGA:  670 Ribu Batang Rokok Ilegal Disita di Gowa, Potensi Kerugian Negara Tembus Rp650 Juta

Kalau berkunjung ke sini, kamu paling penasaran melihat artefak kunonya atau menjelajahi lorong guanya yang menyimpan banyak cerita sejarah? (Ainun Khairunnisa)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru