Dua Hari Terombang-ambing di Laut Lepas, Nelayan Waetuwo Bone Akhirnya Ditemukan Selamat

SulawesiPos.com – Dua hari berada di tengah laut tanpa kepastian arah, Sompe (46), nelayan asal Lapanni, Kelurahan Waetuwo, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone, akhirnya kembali ke rumah dalam kondisi selamat.

Peristiwa itu menjadi pengalaman menegangkan bagi Sompe. Ia berangkat melaut seorang diri pada Senin (5/10/2026) sekitar pukul 16.00 Wita menggunakan perahu katinting berwarna hijau untuk memancing ikan.

Namun, perjalanan mencari nafkah berubah menjadi situasi yang mengancam keselamatan.

Mesin perahu yang menjadi satu-satunya tenaga penggerak tiba-tiba mengalami kerusakan saat Sompe berada di tengah laut.

Di saat bersamaan, kondisi perairan Teluk Bone dilaporkan kurang bersahabat. Ombak tinggi dan cuaca buruk membuat posisi Sompe semakin sulit.

Perahu kecil yang ditumpanginya tak mampu bergerak sebagaimana mestinya. Sompe pun harus bertahan di tengah laut, terombang-ambing tanpa kepastian kapan bisa kembali ke daratan.

Keluarga yang menunggu di rumah mulai diliputi kecemasan setelah Sompe tak kunjung pulang.

BACA JUGA:  Lansia Diduga ODGJ Tewas Terseret Mobil di Bone, Sopir Tak Sempat Menghindar

Ia diperkirakan melaut di sekitar Perairan Kilat Hijau. Hingga Selasa (6/10/2026), keberadaannya belum diketahui.

Pihak keluarga sempat melakukan pencarian secara mandiri. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil.

Diselamatkan oleh Pabbagang

Situasi kemudian dilaporkan kepada aparat. Bhabinkamtibmas bersama Lurah Waetuwo dan personel Satpolairud Polres Bone mendatangi rumah Sompe di Lapanni sekitar pukul 22.30 Wita.

Petugas menggali informasi dari keluarga, termasuk anak korban, Buniati. Koordinasi kemudian dilakukan dengan tim SAR Kabupaten Bone untuk mendukung pencarian.

Di tengah upaya pencarian itu, kabar baik akhirnya datang. Sompe ternyata masih bertahan di laut.

Dalam kondisi perahu yang mengalami kerusakan, ia berhasil menemukan sebuah bagang yang menjadi tempat berlindung sekaligus titik harapan untuk menyelamatkan diri.

Nelayan lain yang berada di bagang tersebut kemudian membantu Sompe. Mesin katintingnya diperbaiki di lokasi hingga akhirnya perahu tersebut kembali dapat digunakan.

Setelah melalui perjalanan yang melelahkan, Sompe akhirnya berhasil kembali ke Waetuwo.

BACA JUGA:  Liburan Iduladha Berubah Duka, Hadi Tenggelam di Pantai Tete Setelah Selamatkan Adik dan Keponakan

Ia tiba di rumah pada Rabu (7/10/2026) sekitar pukul 09.00 WITA, setelah dua hari keluarganya menunggu dalam kecemasan.

Lurah Waetuwo, Ikbal, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan Sompe kini telah kembali dalam keadaan selamat.

“Tadi pagi baru kembali sekitar jam 9 pagi. Mesin katintingnya rusak, dan dia kembali setelah mesinnya diperbaiki di bagang. Setelah hilang dua hari, ia ditemukan dalam keadaan selamat,” ungkap Ikbal.

Kepulangan Sompe tentu menjadi kelegaan besar bagi keluarganya. Setelah dua hari tanpa kabar dan pencarian mulai dilakukan, nelayan tersebut akhirnya kembali dengan selamat meski harus melewati situasi yang tidak mudah di tengah laut.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bagi para nelayan agar selalu memperhatikan kondisi mesin, cuaca dan perlengkapan keselamatan sebelum berangkat melaut. (kar)

SulawesiPos.com – Dua hari berada di tengah laut tanpa kepastian arah, Sompe (46), nelayan asal Lapanni, Kelurahan Waetuwo, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone, akhirnya kembali ke rumah dalam kondisi selamat.

Peristiwa itu menjadi pengalaman menegangkan bagi Sompe. Ia berangkat melaut seorang diri pada Senin (5/10/2026) sekitar pukul 16.00 Wita menggunakan perahu katinting berwarna hijau untuk memancing ikan.

Namun, perjalanan mencari nafkah berubah menjadi situasi yang mengancam keselamatan.

Mesin perahu yang menjadi satu-satunya tenaga penggerak tiba-tiba mengalami kerusakan saat Sompe berada di tengah laut.

Di saat bersamaan, kondisi perairan Teluk Bone dilaporkan kurang bersahabat. Ombak tinggi dan cuaca buruk membuat posisi Sompe semakin sulit.

Perahu kecil yang ditumpanginya tak mampu bergerak sebagaimana mestinya. Sompe pun harus bertahan di tengah laut, terombang-ambing tanpa kepastian kapan bisa kembali ke daratan.

Keluarga yang menunggu di rumah mulai diliputi kecemasan setelah Sompe tak kunjung pulang.

BACA JUGA:  Tekan Angka Stunting, BAZNAS Bone Gandeng Puskemas Awangpone Salurkan Bantuan Gizi untuk Balita dan Ibu Hamil

Ia diperkirakan melaut di sekitar Perairan Kilat Hijau. Hingga Selasa (6/10/2026), keberadaannya belum diketahui.

Pihak keluarga sempat melakukan pencarian secara mandiri. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil.

Diselamatkan oleh Pabbagang

Situasi kemudian dilaporkan kepada aparat. Bhabinkamtibmas bersama Lurah Waetuwo dan personel Satpolairud Polres Bone mendatangi rumah Sompe di Lapanni sekitar pukul 22.30 Wita.

Petugas menggali informasi dari keluarga, termasuk anak korban, Buniati. Koordinasi kemudian dilakukan dengan tim SAR Kabupaten Bone untuk mendukung pencarian.

Di tengah upaya pencarian itu, kabar baik akhirnya datang. Sompe ternyata masih bertahan di laut.

Dalam kondisi perahu yang mengalami kerusakan, ia berhasil menemukan sebuah bagang yang menjadi tempat berlindung sekaligus titik harapan untuk menyelamatkan diri.

Nelayan lain yang berada di bagang tersebut kemudian membantu Sompe. Mesin katintingnya diperbaiki di lokasi hingga akhirnya perahu tersebut kembali dapat digunakan.

Setelah melalui perjalanan yang melelahkan, Sompe akhirnya berhasil kembali ke Waetuwo.

BACA JUGA:  Penggerebekan Judi di Pasar Palakka, Polisi Amankan Lima Orang Termasuk Oknum mengaku LSM dan IRT

Ia tiba di rumah pada Rabu (7/10/2026) sekitar pukul 09.00 WITA, setelah dua hari keluarganya menunggu dalam kecemasan.

Lurah Waetuwo, Ikbal, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan Sompe kini telah kembali dalam keadaan selamat.

“Tadi pagi baru kembali sekitar jam 9 pagi. Mesin katintingnya rusak, dan dia kembali setelah mesinnya diperbaiki di bagang. Setelah hilang dua hari, ia ditemukan dalam keadaan selamat,” ungkap Ikbal.

Kepulangan Sompe tentu menjadi kelegaan besar bagi keluarganya. Setelah dua hari tanpa kabar dan pencarian mulai dilakukan, nelayan tersebut akhirnya kembali dengan selamat meski harus melewati situasi yang tidak mudah di tengah laut.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bagi para nelayan agar selalu memperhatikan kondisi mesin, cuaca dan perlengkapan keselamatan sebelum berangkat melaut. (kar)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru