SAR Tunggu Pengangkatan KM Virgo untuk Lanjutkan Pencarian 53 Korban

SulawesiPos.com – Manajemen PT Virgo Karya Shipping resmi mengirimkan tim penyelam profesional ke lokasi tenggelamnya KM Virgo di perairan Laut Jawa. Penerjunan personel bawah air pada Kamis (8/10/2026) ini menjadi penanda krusial dimulainya persiapan operasi pengangkatan kapal.

Fokus utama tim di lapangan saat ini adalah memetakan titik koordinat bangkai kapal secara akurat. Survei visual ini sangat menentukan metode salvage yang paling aman untuk diterapkan dalam waktu dekat.

Selain melakukan pemetaan fisik, penyelam juga membawa misi penting untuk mencegah bencana lingkungan akibat tumpahan minyak. Mereka ditugaskan menyedot sisa limbah bahan bakar yang dikhawatirkan mencemari ekosistem laut sekitar.

Kuasa Hukum PT Virgo Karya Shipping, Rully Fakhrizal, mengonfirmasi bergulirnya aktivitas maritim tersebut kepada publik. “Kamis ini dilakukan penyelaman untuk melihat kondisi terakhir kapal, seperti apa posisinya,” ungkapnya.

Dalam pelaksanaannya, cairan kimia khusus turut disemprotkan ke area sekitar bangkai kapal untuk menetralkan residu bahan bakar. Rully menyebutkan bahwa pencarian para korban yang diduga kuat terperangkap di lambung kapal juga dilakukan secara simultan.

BACA JUGA:  Pendaki 17 Tahun Tewas Setelah Jatuh ke Jurang 100 Meter Saat Ritual di Jalur Torean Gunung Rinjani

Langkah teknis selanjutnya mencakup pencarian struktur terkuat pada kapal untuk dipasangi dudukan cincin logam. Pemasangan instrumen logam ini menjadi prasyarat utama agar bangkai kapal bisa ditarik menggunakan alat berat.

Meski operasi fisik telah berjalan, pihak perusahaan masih harus merampungkan kendala pemenuhan dokumen asuransi internasional. Dokumen tersebut mensyaratkan salinan data digital yang saat ini tersimpan dalam perangkat milik pihak yang diduga sebagai tersangka.

Gawai berupa laptop dan telepon seluler itu masih berstatus sebagai barang bukti di bawah pengawasan penyidik kepolisian. Manajemen telah melayangkan permohonan resmi kepada Subdit Gakkum Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri untuk mengakses data tersebut.

Permohonan ini murni berfokus pada penyalinan data asuransi, bukan untuk mengambil alih barang bukti secara fisik. “Jadi pinjam pakai di sini dalam arti bukan mengambil laptop, tetapi memindahkan data yang diperlukan bersama penyidik,” terang Rully.

Operasi evakuasi kapal ini menjadi titik penentu bagi Badan SAR Nasional yang terus bersiaga penuh. Kepala Kantor SAR Kelas A Banjarmasin, I Putu Sudayana, membenarkan bahwa pihaknya tengah menunggu pengangkatan kapal untuk melanjutkan pencarian intensif.

BACA JUGA:  Hari Kesembilan, SAR Kerahkan 22 Kapal Cari Jurnalis Hilang di 8 Sektor Selat Sunda

Sebagai informasi, kapal penumpang ini sebelumnya melayani rute pelayaran dari Surabaya menuju Banjarmasin dengan membawa total 243 orang. Hingga kini, masih terdapat 53 korban berstatus hilang dari total 190 penumpang yang telah berhasil dievakuasi oleh tim gabungan. (*)

SulawesiPos.com – Manajemen PT Virgo Karya Shipping resmi mengirimkan tim penyelam profesional ke lokasi tenggelamnya KM Virgo di perairan Laut Jawa. Penerjunan personel bawah air pada Kamis (8/10/2026) ini menjadi penanda krusial dimulainya persiapan operasi pengangkatan kapal.

Fokus utama tim di lapangan saat ini adalah memetakan titik koordinat bangkai kapal secara akurat. Survei visual ini sangat menentukan metode salvage yang paling aman untuk diterapkan dalam waktu dekat.

Selain melakukan pemetaan fisik, penyelam juga membawa misi penting untuk mencegah bencana lingkungan akibat tumpahan minyak. Mereka ditugaskan menyedot sisa limbah bahan bakar yang dikhawatirkan mencemari ekosistem laut sekitar.

Kuasa Hukum PT Virgo Karya Shipping, Rully Fakhrizal, mengonfirmasi bergulirnya aktivitas maritim tersebut kepada publik. “Kamis ini dilakukan penyelaman untuk melihat kondisi terakhir kapal, seperti apa posisinya,” ungkapnya.

Dalam pelaksanaannya, cairan kimia khusus turut disemprotkan ke area sekitar bangkai kapal untuk menetralkan residu bahan bakar. Rully menyebutkan bahwa pencarian para korban yang diduga kuat terperangkap di lambung kapal juga dilakukan secara simultan.

BACA JUGA:  Gempa NTT Tewaskan 70 Orang, Data Luka Basarnas 132 dan Kemenkes 1.182

Langkah teknis selanjutnya mencakup pencarian struktur terkuat pada kapal untuk dipasangi dudukan cincin logam. Pemasangan instrumen logam ini menjadi prasyarat utama agar bangkai kapal bisa ditarik menggunakan alat berat.

Meski operasi fisik telah berjalan, pihak perusahaan masih harus merampungkan kendala pemenuhan dokumen asuransi internasional. Dokumen tersebut mensyaratkan salinan data digital yang saat ini tersimpan dalam perangkat milik pihak yang diduga sebagai tersangka.

Gawai berupa laptop dan telepon seluler itu masih berstatus sebagai barang bukti di bawah pengawasan penyidik kepolisian. Manajemen telah melayangkan permohonan resmi kepada Subdit Gakkum Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri untuk mengakses data tersebut.

Permohonan ini murni berfokus pada penyalinan data asuransi, bukan untuk mengambil alih barang bukti secara fisik. “Jadi pinjam pakai di sini dalam arti bukan mengambil laptop, tetapi memindahkan data yang diperlukan bersama penyidik,” terang Rully.

Operasi evakuasi kapal ini menjadi titik penentu bagi Badan SAR Nasional yang terus bersiaga penuh. Kepala Kantor SAR Kelas A Banjarmasin, I Putu Sudayana, membenarkan bahwa pihaknya tengah menunggu pengangkatan kapal untuk melanjutkan pencarian intensif.

BACA JUGA:  Kapal Pengangkut Bahan Kimia Terbakar di Bombana, 2 ABK Tewas

Sebagai informasi, kapal penumpang ini sebelumnya melayani rute pelayaran dari Surabaya menuju Banjarmasin dengan membawa total 243 orang. Hingga kini, masih terdapat 53 korban berstatus hilang dari total 190 penumpang yang telah berhasil dievakuasi oleh tim gabungan. (*)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru