208 Peserta Ikuti Pelatihan Vokasi Nasional, Dibekali Keterampilan Siap Kerja

SulawesiPos.com — Sebanyak 208 peserta mengikuti Sinergitas Pelatihan Vokasi Nasional Kabupaten Bone Batch V Tahun 2026. Program ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menambah keterampilan sekaligus membuka peluang baru di dunia kerja dan kewirausahaan.

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Lateya Riduni, Kompleks Rumah Jabatan Bupati Bone, Watampone, Selasa (6/10/2026), dan dihadiri Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M.

Di hadapan para peserta, Andi Asman tidak hanya berbicara mengenai pentingnya pelatihan.

Ia juga membagikan pengalaman hidupnya yang pernah dilalui dari berbagai pekerjaan sebelum akhirnya dipercaya memimpin Kabupaten Bone.

Ia mengaku pernah menjadi tenaga kerja, tukang kebun, belajar menjahit hingga berjualan alat bangunan.

Pengalaman tersebut, menurutnya, menjadi bagian penting dalam membentuk kemampuan dan mental untuk terus berkembang.

“Saya juga tidak langsung jadi seperti ini. Saya pernah jadi tenaga kerja, pernah jadi tukang kebun, pernah menjahit, dan pernah jual alat bangunan,” ungkapnya.

Dari pengalaman itu, Andi Asman berpesan agar peserta tidak memandang sebelah mata pekerjaan apa pun.

BACA JUGA:  Prakiraan Cuaca Sulsel Hari Ini, Sabtu 19 September 2026: Sejumlah Wilayah Berawan

Menurutnya, setiap pekerjaan dapat menjadi jalan untuk belajar, menambah pengalaman, sekaligus meningkatkan kemampuan ekonomi.

Namun, ia mengingatkan bahwa tantangan sebenarnya justru dimulai setelah pelatihan selesai.

“Pelatihan ini sebenarnya mudah, yang agak susah itu implementasinya, realisasinya,” ujar Andi Asman.

Karena itu, ia meminta peserta tidak menjadikan sertifikat sebagai tujuan akhir. Keterampilan yang diperoleh selama mengikuti pelatihan harus benar-benar diterapkan, baik untuk mencari pekerjaan, membangun usaha maupun menciptakan lapangan kerja bagi orang lain.

11 Kejuruan

Pelatihan vokasi ini merupakan hasil sinergi Pemerintah Kabupaten Bone dengan Kementerian Ketenagakerjaan RI untuk meningkatkan kompetensi masyarakat sekaligus menyiapkan tenaga kerja yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan dunia kerja.

Sebanyak 208 peserta mengikuti pelatihan yang dipusatkan di UPTD BLK Bone dengan 11 bidang kejuruan.

Kejuruan tersebut meliputi operator komputer muda, desain grafis, menjahit pakaian dengan mesin, pembuatan hiasan busana, merias wajah dan menata rambut, pembuatan perabot sederhana dengan mesin HPL, servis sepeda motor injeksi, pembuatan roti dan kue, instalasi listrik bangunan sederhana, pengelasan, serta audio video.

BACA JUGA:  Bone Dapat “Hadiah” Istimewa di HJB ke-696, Dari TPS 3R hingga Hibah Masjid

Selain itu, program TMT juga dilaksanakan dalam dua paket dengan total 32 peserta.

Beragam bidang pelatihan tersebut diharapkan tidak sekadar memberikan keterampilan teknis, tetapi juga membuka ruang bagi peserta untuk melihat peluang ekonomi di sekitar mereka.

Kemampuan desain grafis, misalnya, dapat dikembangkan menjadi jasa kreatif. Keterampilan menjahit bisa menjadi modal membuka usaha.

Begitu pula dengan keahlian otomotif, tata kecantikan, pengolahan makanan, pengelasan hingga instalasi listrik yang memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi usaha mandiri.

Dari Pelatihan Menuju Penghasilan

Program pelatihan ini tidak datang begitu saja. Pemerintah Kabupaten Bone melalui jajaran Dinas Ketenagakerjaan dan UPTD BLK Bone melakukan upaya jemput bola dengan membangun komunikasi bersama Kementerian Ketenagakerjaan RI hingga program dan anggaran pelatihan dapat dialokasikan untuk Kabupaten Bone.

Bagi pemerintah daerah, pelatihan vokasi menjadi salah satu langkah untuk menjawab kebutuhan masyarakat terhadap peningkatan keterampilan dan peluang kerja.

Andi Asman berharap kesempatan tersebut dimanfaatkan peserta sebaik mungkin. Ia ingin ilmu yang diperoleh tidak berhenti di ruang pelatihan atau tersimpan sebagai sertifikat.

BACA JUGA:  Sulsel Kirim Rp500 Juta, 10 Ton Logistik dan Tim ke Korban Gempa NTT

Lebih dari itu, keterampilan tersebut diharapkan bisa berubah menjadi pekerjaan, usaha produktif, sumber penghasilan, bahkan membuka lapangan kerja baru.

“Jangan berhenti di pelatihan. Keterampilan yang didapat harus diterapkan dan dikembangkan,” menjadi pesan penting yang disampaikan kepada para peserta.

Dengan bekal keterampilan dan kemauan untuk terus belajar, pelatihan vokasi diharapkan menjadi langkah awal bagi masyarakat Bone untuk meningkatkan kemandirian ekonomi dan kesejahteraan keluarga. (kar)

SulawesiPos.com — Sebanyak 208 peserta mengikuti Sinergitas Pelatihan Vokasi Nasional Kabupaten Bone Batch V Tahun 2026. Program ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menambah keterampilan sekaligus membuka peluang baru di dunia kerja dan kewirausahaan.

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Lateya Riduni, Kompleks Rumah Jabatan Bupati Bone, Watampone, Selasa (6/10/2026), dan dihadiri Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M.

Di hadapan para peserta, Andi Asman tidak hanya berbicara mengenai pentingnya pelatihan.

Ia juga membagikan pengalaman hidupnya yang pernah dilalui dari berbagai pekerjaan sebelum akhirnya dipercaya memimpin Kabupaten Bone.

Ia mengaku pernah menjadi tenaga kerja, tukang kebun, belajar menjahit hingga berjualan alat bangunan.

Pengalaman tersebut, menurutnya, menjadi bagian penting dalam membentuk kemampuan dan mental untuk terus berkembang.

“Saya juga tidak langsung jadi seperti ini. Saya pernah jadi tenaga kerja, pernah jadi tukang kebun, pernah menjahit, dan pernah jual alat bangunan,” ungkapnya.

Dari pengalaman itu, Andi Asman berpesan agar peserta tidak memandang sebelah mata pekerjaan apa pun.

BACA JUGA:  Ketua DPRD Bone Bantah Lempar Bosara ke Staf, Klaim Benda Dihantam ke Tanah Saat Kesal

Menurutnya, setiap pekerjaan dapat menjadi jalan untuk belajar, menambah pengalaman, sekaligus meningkatkan kemampuan ekonomi.

Namun, ia mengingatkan bahwa tantangan sebenarnya justru dimulai setelah pelatihan selesai.

“Pelatihan ini sebenarnya mudah, yang agak susah itu implementasinya, realisasinya,” ujar Andi Asman.

Karena itu, ia meminta peserta tidak menjadikan sertifikat sebagai tujuan akhir. Keterampilan yang diperoleh selama mengikuti pelatihan harus benar-benar diterapkan, baik untuk mencari pekerjaan, membangun usaha maupun menciptakan lapangan kerja bagi orang lain.

11 Kejuruan

Pelatihan vokasi ini merupakan hasil sinergi Pemerintah Kabupaten Bone dengan Kementerian Ketenagakerjaan RI untuk meningkatkan kompetensi masyarakat sekaligus menyiapkan tenaga kerja yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan dunia kerja.

Sebanyak 208 peserta mengikuti pelatihan yang dipusatkan di UPTD BLK Bone dengan 11 bidang kejuruan.

Kejuruan tersebut meliputi operator komputer muda, desain grafis, menjahit pakaian dengan mesin, pembuatan hiasan busana, merias wajah dan menata rambut, pembuatan perabot sederhana dengan mesin HPL, servis sepeda motor injeksi, pembuatan roti dan kue, instalasi listrik bangunan sederhana, pengelasan, serta audio video.

BACA JUGA:  Bursa Sekretaris Golkar Sulsel Menghangat, Empat Nama Dinilai Punya Modal Berbeda

Selain itu, program TMT juga dilaksanakan dalam dua paket dengan total 32 peserta.

Beragam bidang pelatihan tersebut diharapkan tidak sekadar memberikan keterampilan teknis, tetapi juga membuka ruang bagi peserta untuk melihat peluang ekonomi di sekitar mereka.

Kemampuan desain grafis, misalnya, dapat dikembangkan menjadi jasa kreatif. Keterampilan menjahit bisa menjadi modal membuka usaha.

Begitu pula dengan keahlian otomotif, tata kecantikan, pengolahan makanan, pengelasan hingga instalasi listrik yang memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi usaha mandiri.

Dari Pelatihan Menuju Penghasilan

Program pelatihan ini tidak datang begitu saja. Pemerintah Kabupaten Bone melalui jajaran Dinas Ketenagakerjaan dan UPTD BLK Bone melakukan upaya jemput bola dengan membangun komunikasi bersama Kementerian Ketenagakerjaan RI hingga program dan anggaran pelatihan dapat dialokasikan untuk Kabupaten Bone.

Bagi pemerintah daerah, pelatihan vokasi menjadi salah satu langkah untuk menjawab kebutuhan masyarakat terhadap peningkatan keterampilan dan peluang kerja.

Andi Asman berharap kesempatan tersebut dimanfaatkan peserta sebaik mungkin. Ia ingin ilmu yang diperoleh tidak berhenti di ruang pelatihan atau tersimpan sebagai sertifikat.

BACA JUGA:  Bone Dapat “Hadiah” Istimewa di HJB ke-696, Dari TPS 3R hingga Hibah Masjid

Lebih dari itu, keterampilan tersebut diharapkan bisa berubah menjadi pekerjaan, usaha produktif, sumber penghasilan, bahkan membuka lapangan kerja baru.

“Jangan berhenti di pelatihan. Keterampilan yang didapat harus diterapkan dan dikembangkan,” menjadi pesan penting yang disampaikan kepada para peserta.

Dengan bekal keterampilan dan kemauan untuk terus belajar, pelatihan vokasi diharapkan menjadi langkah awal bagi masyarakat Bone untuk meningkatkan kemandirian ekonomi dan kesejahteraan keluarga. (kar)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru