Listrik Padam Saat DPRD Sulsel Rapat dengan PLN, Empat Kesepakatan Dihasilkan

Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman juga bertemu Edyansyah pada Kamis untuk membahas pemadaman.

Pemerintah provinsi menyebut pasokan Makassar sedang diupayakan agar dapat terpenuhi, sedangkan sejumlah daerah lain masih menghadapi kekurangan daya.

“Wilayah lain masih ada beberapa titik yang kemudian karena pembebanan di beberapa wilayah ini tidak mencukupi,” kata Andi Sudirman.

Ia mengatakan kondisi cuaca memengaruhi kemampuan pembangkit listrik tenaga air di Poso, Malea, dan Bakaru.

“Di lokasi PLTA itu, sangat signifikan mempengaruhi terhadap kemampuan dan kapasitas daya yang kita miliki,” ujarnya.

Empat Kesepakatan DPRD Sulsel dan PLN

Komisi D dan PLN menyepakati empat poin setelah RDP.

Kesepakatan pertama meminta PLN tidak hanya menyelesaikan pemadaman saat ini, tetapi juga menangani persoalan mendasar pada sisi pembangkit agar gangguan serupa tidak berulang.

PLN juga diminta menyerahkan data tertulis mengenai kondisi sistem, kapasitas daya yang hilang, penyebab gangguan, dan langkah pemulihan kepada Komisi D.

“PLN diminta menyampaikan data kondisi sistem, kapasitas daya yang hilang, penyebab gangguan, serta upaya pemulihan kepada Komisi D DPRD Sulsel secara tertulis,” kata Kadir.

BACA JUGA:  Siswi 14 Tahun yang Dilaporkan Hilang di Makassar Ditemukan di Rumah Pacar

Poin kedua menyangkut mekanisme kompensasi yang efektif, adil, dan transparan bagi pelanggan terdampak sesuai ketentuan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

“Jadi pelanggan yang terdampak harus ada kompensasinya, dalam bentuk diskon pembayaran atau pengurangan pembayaran. Kalau lebih dari 5 jam, diskon 50 persen,” ujar Kadir.

Pada poin ketiga, PLN diminta menyampaikan langkah mitigasi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan sistem kelistrikan Sulsel.

Poin terakhir meminta Gubernur Sulsel mengimbau pemerintah kabupaten dan kota melakukan penghematan energi.

Anggota Komisi D DPRD Sulsel Muhammad Sadar meminta pelanggan berdaya besar, termasuk industri, mengurangi pemakaian selama pasokan terbatas.

Ia juga meminta PLN memprioritaskan fasilitas pelayanan publik.

“Kita juga meminta kepada PLN agar memberikan prioritas kepada rumah sakit dan perkantoran-perkantoran supaya tidak terjadi pemadaman. Dan mereka (PLN) sudah menggaransi itu bahwa seluruh rumah sakit yang ada di Sulawesi Selatan tidak akan mengalami pemadaman listrik,” kata Muhammad Sadar.

Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman juga bertemu Edyansyah pada Kamis untuk membahas pemadaman.

Pemerintah provinsi menyebut pasokan Makassar sedang diupayakan agar dapat terpenuhi, sedangkan sejumlah daerah lain masih menghadapi kekurangan daya.

“Wilayah lain masih ada beberapa titik yang kemudian karena pembebanan di beberapa wilayah ini tidak mencukupi,” kata Andi Sudirman.

Ia mengatakan kondisi cuaca memengaruhi kemampuan pembangkit listrik tenaga air di Poso, Malea, dan Bakaru.

“Di lokasi PLTA itu, sangat signifikan mempengaruhi terhadap kemampuan dan kapasitas daya yang kita miliki,” ujarnya.

Empat Kesepakatan DPRD Sulsel dan PLN

Komisi D dan PLN menyepakati empat poin setelah RDP.

Kesepakatan pertama meminta PLN tidak hanya menyelesaikan pemadaman saat ini, tetapi juga menangani persoalan mendasar pada sisi pembangkit agar gangguan serupa tidak berulang.

PLN juga diminta menyerahkan data tertulis mengenai kondisi sistem, kapasitas daya yang hilang, penyebab gangguan, dan langkah pemulihan kepada Komisi D.

“PLN diminta menyampaikan data kondisi sistem, kapasitas daya yang hilang, penyebab gangguan, serta upaya pemulihan kepada Komisi D DPRD Sulsel secara tertulis,” kata Kadir.

BACA JUGA:  Puskesmas Ujung Pandang Baru Makassar Terbakar saat Masih Renovasi, Warga Padati Lokasi

Poin kedua menyangkut mekanisme kompensasi yang efektif, adil, dan transparan bagi pelanggan terdampak sesuai ketentuan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

“Jadi pelanggan yang terdampak harus ada kompensasinya, dalam bentuk diskon pembayaran atau pengurangan pembayaran. Kalau lebih dari 5 jam, diskon 50 persen,” ujar Kadir.

Pada poin ketiga, PLN diminta menyampaikan langkah mitigasi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan sistem kelistrikan Sulsel.

Poin terakhir meminta Gubernur Sulsel mengimbau pemerintah kabupaten dan kota melakukan penghematan energi.

Anggota Komisi D DPRD Sulsel Muhammad Sadar meminta pelanggan berdaya besar, termasuk industri, mengurangi pemakaian selama pasokan terbatas.

Ia juga meminta PLN memprioritaskan fasilitas pelayanan publik.

“Kita juga meminta kepada PLN agar memberikan prioritas kepada rumah sakit dan perkantoran-perkantoran supaya tidak terjadi pemadaman. Dan mereka (PLN) sudah menggaransi itu bahwa seluruh rumah sakit yang ada di Sulawesi Selatan tidak akan mengalami pemadaman listrik,” kata Muhammad Sadar.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru