SulawesiPos.com – Bentrokan terkait sengketa lahan kembali pecah di lingkungan Sekolah Putri Darul Istiqamah (SPIDI), Jalan Maros-Makassar, Kabupaten Maros, Kamis (10/9/2026) sekitar pukul 03.00 Wita.
Keributan membuat satu mobil rusak, sejumlah orang terluka, dan Kapolsek Mandai AKP Syamsul Bachri tertabrak kendaraan yang terdorong saat berusaha mengendalikan situasi.
Syamsul mengatakan massa dari luar masuk ke kawasan SPIDI melalui pintu belakang.
Kedatangan mereka kemudian memicu keributan dengan pihak Pesantren Darul Istiqamah yang berada di lokasi.
“Iya baku hambur pas jam 3 (dini hari) tadi. Massa dari luar yang masuk, pemicunya masih berkaitan dengan masalah yang kemarin,” ujar Syamsul, Kamis (10/9/2026).
“(Massa) Masuk lewat pintu belakang cuma ditahan karena pihak pesantren tidur di sini tiba-tiba langsung menyerang masuk,” lanjutnya.
Keributan berkembang menjadi aksi saling dorong, saling lempar botol air, dan baku pukul.
Sebuah mobil milik SPIDI terdorong hingga membentur sesuatu sebelum mengenai Syamsul.
“Untuk sementara satu mobil rusak, baku dorong-dorong mobil. Saya saja sempat ditabrak mobil. Mereka dorong mobil menabrak sesuatu karena didorong rusak mobil penyok,” jelas Syamsul.
Polisi melaporkan sejumlah orang dari pihak SPIDI mengalami luka.
Belum ada keterangan terperinci mengenai jumlah korban maupun kondisi Kapolsek Mandai setelah insiden tersebut.
“Saling melempar pakai air botol, ada yang luka juga itu dari pihak SPIDI. Sempat baku pukul tadi itu,” ungkap Syamsul.
Situasi mereda menjelang salat Subuh setelah massa membubarkan diri.
Polisi menyatakan kondisi di lokasi kembali aman.
“Untuk kondisi sekarang sudah aman karena sembahyang (salat subuh),” kata Syamsul.
Sengketa Lahan Antarkeluarga Berlangsung Bertahun-tahun
Bentrokan tersebut merupakan kelanjutan konflik antara pengelola SPIDI dan pengelola Pesantren Darul Istiqamah.

