Warga Bone Resah Alat Elektronik Rusak Akibat Pemadaman Listrik Bergilir, PLN Ungkap Penyebabnya

SulawesiPos.com – Pemadaman listrik bergilir oleh PLN, dikeluhkan warga di Kabupaten Bone. Pemadaman yang terjadi sejak sepekan terakhir, dinilai mengganggu aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan rumah tangga dan usaha.

Selain aktivitas yang terganggu, warga juga mengkhawatirkan peralatan elektronik di rumah, seperti kulkas dan perangkat listrik lainnya, mengalami kerusakan akibat listrik yang padam dan kembali menyala secara tiba-tiba.

“Kalau mati tiba-tiba, aktivitas pasti terganggu. Apalagi kalau berulang, kami khawatir alat elektronik seperti kulkas bisa rusak,” keluh salah seorang warga, Rostang, Rabu (9/9/2026).

Menanggapi keluhan tersebut, Manager PLN UP3 Watampone, Rathy Shinta Utami, menjelaskan bahwa pengaturan beban yang dilakukan PLN saat ini disebabkan oleh keterbatasan daya mampu pasok pada Sistem Sulbagsel.

Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi oleh dua faktor utama, yakni pemeliharaan infrastruktur ketenagalistrikan dan derating pada sejumlah pembangkit swasta atau Independent Power Producer (IPP).

“Pemeliharaan dan perbaikan pada sejumlah pembangkit membuat kemampuan pasokan listrik berkurang,” jelas Rathy.

BACA JUGA:  PLN Lakukan Pemadaman Listrik di Makassar, Cek Lokasi yang Terdampak di Sini!

Selain itu, sejumlah pembangkit IPP mengalami derating, yakni kondisi ketika kemampuan pembangkit menghasilkan listrik turun dari kapasitas normal atau kapasitas terpasangnya akibat faktor teknis maupun operasional tertentu.

“Akibatnya, daya yang dapat disuplai ke Sistem Sulbagsel menjadi lebih rendah dari kondisi normal,” ujarnya.

Dengan kondisi daya mampu pasok yang berkurang, PLN terpaksa melakukan pengaturan beban secara bertahap dan terukur.

Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan listrik sekaligus mencegah terjadinya gangguan sistem yang lebih luas.

Bukan Semata karena Kemarau

Rathy juga menegaskan bahwa pengaturan beban yang terjadi saat ini tidak secara langsung disebabkan oleh kemarau atau fenomena El Nino.

“Faktor utama yang memengaruhi keterbatasan daya mampu pasok adalah pemeliharaan infrastruktur ketenagalistrikan dan derating pada beberapa pembangkit,” katanya.

Meski demikian, PLN tetap mencermati kondisi kekeringan yang terjadi di sejumlah wilayah. Sebab, kondisi tersebut berpotensi memengaruhi ketersediaan air yang menjadi sumber energi bagi pembangkit listrik berbasis hidro.

BACA JUGA:  PLN Pastikan Kondisi Sistem Kelistrikan Jawa Mulai Membaik, Pemadaman Bergilir Berhasil Diminimalisasi

“Kondisi tersebut terus dipantau sebagai bagian dari pengelolaan sistem,” tambahnya.

PLN, lanjut Rathy, terus melakukan berbagai langkah untuk menjaga keandalan pasokan listrik, termasuk mengoptimalkan seluruh pembangkit yang tersedia serta melakukan penguatan sistem kelistrikan.

Dalam pengelolaan sistem, PLN mempertimbangkan kesiapan pembangkit, ketersediaan energi primer, kebutuhan beban listrik hingga kondisi jaringan.

Langkah tersebut dilakukan agar keterbatasan pasokan dapat dikelola dengan baik sembari menjaga sistem kelistrikan tetap aman dan andal.

Sementara itu, warga berharap pengaturan beban tidak berlangsung terlalu lama. Mereka juga meminta adanya pemberitahuan yang lebih jelas mengenai jadwal pemadaman agar masyarakat dapat menyesuaikan aktivitas dan mengantisipasi risiko kerusakan peralatan elektronik. (kar)

SulawesiPos.com – Pemadaman listrik bergilir oleh PLN, dikeluhkan warga di Kabupaten Bone. Pemadaman yang terjadi sejak sepekan terakhir, dinilai mengganggu aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan rumah tangga dan usaha.

Selain aktivitas yang terganggu, warga juga mengkhawatirkan peralatan elektronik di rumah, seperti kulkas dan perangkat listrik lainnya, mengalami kerusakan akibat listrik yang padam dan kembali menyala secara tiba-tiba.

“Kalau mati tiba-tiba, aktivitas pasti terganggu. Apalagi kalau berulang, kami khawatir alat elektronik seperti kulkas bisa rusak,” keluh salah seorang warga, Rostang, Rabu (9/9/2026).

Menanggapi keluhan tersebut, Manager PLN UP3 Watampone, Rathy Shinta Utami, menjelaskan bahwa pengaturan beban yang dilakukan PLN saat ini disebabkan oleh keterbatasan daya mampu pasok pada Sistem Sulbagsel.

Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi oleh dua faktor utama, yakni pemeliharaan infrastruktur ketenagalistrikan dan derating pada sejumlah pembangkit swasta atau Independent Power Producer (IPP).

“Pemeliharaan dan perbaikan pada sejumlah pembangkit membuat kemampuan pasokan listrik berkurang,” jelas Rathy.

BACA JUGA:  PLN Pastikan Kondisi Sistem Kelistrikan Jawa Mulai Membaik, Pemadaman Bergilir Berhasil Diminimalisasi

Selain itu, sejumlah pembangkit IPP mengalami derating, yakni kondisi ketika kemampuan pembangkit menghasilkan listrik turun dari kapasitas normal atau kapasitas terpasangnya akibat faktor teknis maupun operasional tertentu.

“Akibatnya, daya yang dapat disuplai ke Sistem Sulbagsel menjadi lebih rendah dari kondisi normal,” ujarnya.

Dengan kondisi daya mampu pasok yang berkurang, PLN terpaksa melakukan pengaturan beban secara bertahap dan terukur.

Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan listrik sekaligus mencegah terjadinya gangguan sistem yang lebih luas.

Bukan Semata karena Kemarau

Rathy juga menegaskan bahwa pengaturan beban yang terjadi saat ini tidak secara langsung disebabkan oleh kemarau atau fenomena El Nino.

“Faktor utama yang memengaruhi keterbatasan daya mampu pasok adalah pemeliharaan infrastruktur ketenagalistrikan dan derating pada beberapa pembangkit,” katanya.

Meski demikian, PLN tetap mencermati kondisi kekeringan yang terjadi di sejumlah wilayah. Sebab, kondisi tersebut berpotensi memengaruhi ketersediaan air yang menjadi sumber energi bagi pembangkit listrik berbasis hidro.

BACA JUGA:  Cek Jadwal Pemadaman Listrik Makassar 1 September di Empat Wilayah Ini, Mulai Pukul 14.30 Wita

“Kondisi tersebut terus dipantau sebagai bagian dari pengelolaan sistem,” tambahnya.

PLN, lanjut Rathy, terus melakukan berbagai langkah untuk menjaga keandalan pasokan listrik, termasuk mengoptimalkan seluruh pembangkit yang tersedia serta melakukan penguatan sistem kelistrikan.

Dalam pengelolaan sistem, PLN mempertimbangkan kesiapan pembangkit, ketersediaan energi primer, kebutuhan beban listrik hingga kondisi jaringan.

Langkah tersebut dilakukan agar keterbatasan pasokan dapat dikelola dengan baik sembari menjaga sistem kelistrikan tetap aman dan andal.

Sementara itu, warga berharap pengaturan beban tidak berlangsung terlalu lama. Mereka juga meminta adanya pemberitahuan yang lebih jelas mengenai jadwal pemadaman agar masyarakat dapat menyesuaikan aktivitas dan mengantisipasi risiko kerusakan peralatan elektronik. (kar)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru