Siapa Appi? Jejak Munafri Arifuddin dari Dunia Usaha, Menantu Aksa Mahmud, Bos PSM, hingga Jadi Walikota Makassar

SulawesiPos.com – Nama Munafri Arifuddin alias Appi kembali ramai dibicarakan di tengah dinamika Musyawarah Daerah Partai Golkar Sulawesi Selatan. Namun, jejak Appi tidak hanya berhenti di panggung politik. Ia datang dari dunia usaha, sempat lama bergerak di lingkaran korporasi Bosowa, menonjol di sepak bola profesional lewat PSM Makassar, lalu menapaki jalur politik hingga kini memimpin birokrasi pemerintahan Kota Makassar.

Appi lahir pada 20 September 1975 dan menyelesaikan pendidikan sarjana hukum di Universitas Hasanuddin pada 1999. Dalam berbagai profil yang telah terpublikasi, ia dikenal lebih dulu tumbuh sebagai figur bisnis sebelum masuk lebih dalam ke dunia politik praktis.

Di jalur usaha, Appi disebut pernah bekerja di Bosowa Group, grup usaha besar yang didirikan Aksa Mahmud.

Appi juga tercatat pernah memegang peran di sejumlah perusahaan dalam grup tersebut dan sempat aktif sebagai Ketua HIPMI Sulawesi Selatan pada periode 2007 sampai 2010.

Jejak itu membentuk citranya sebagai pengusaha muda yang lama beredar di ekosistem bisnis Sulsel sebelum dikenal luas di gelanggang elektoral.

BACA JUGA:  Appi Pangkas Anggaran Rp60 Miliar di 2026, Perjalanan Dinas dan Randis Jadi Sasaran

Sorotan publik terhadap Appi semakin besar ketika ia masuk ke dunia sepak bola profesional.

Pada 2016, rapat pemegang saham PSM Makassar memilihnya menjadi CEO klub, menggantikan Rully Habibie.

Dari titik itu, namanya makin menonjol karena tidak lagi hanya identik dengan jaringan bisnis Bosowa, tetapi juga dengan pengelolaan salah satu klub paling besar di Indonesia.

Dari Bosowa dan PSM ke Jalur Politik

Karier politik Appi mulai benar-benar terbaca publik saat ia maju pada Pilwalkot Makassar 2018.

Saat itu, ia berpasangan dengan Andi Rachmatika Dewi dalam kontestasi yang berujung historis karena kotak kosong justru menang. Kekalahan itu tidak menghentikan langkahnya.

Appi kembali maju pada Pilwalkot Makassar 2020, tetapi belum berhasil menembus kursi wali kota.

Setelah itu, ia tetap bertahan di jalur politik, memperkuat posisinya di Partai Golkar, lalu maju pada Pemilu Legislatif 2024 untuk DPRD Sulawesi Selatan.

Dari sana, elektoralnya justru terlihat tetap hidup sebelum akhirnya ia memenangkan Pilwalkot Makassar 2024.

BACA JUGA:  Efisiensi Anggaran Jadi Prioritas, Wali Kota Makassar Putuskan Tak Beli Mobil Dinas Baru

Di internal partai, Appi juga dikenal sebagai Ketua DPD II Golkar Makassar. Ia terpilih dalam musda 9 Maret 2021.

Posisi itulah yang membuat namanya kerap masuk dalam pembicaraan setiap kali peta kekuatan Golkar Sulsel berubah, termasuk menjelang Musda terbaru.

Kini Memimpin Birokrasi Makassa

Pada 20 Februari 2025, Munafri Arifuddin resmi dilantik sebagai Wali Kota Makassar untuk periode 2025-2030.

Sejak titik itu, jalur kariernya tidak lagi hanya dibaca sebagai pengusaha atau politikus, tetapi juga sebagai kepala daerah yang memimpin birokrasi kota terbesar di Sulawesi Selatan.

Jabatan ini menempatkan Appi pada fase berbeda dari perjalanan kariernya.

Jika sebelumnya ia dikenal lewat korporasi, organisasi pengusaha, dan arena kontestasi pemilu, kini ia berada di posisi pengambil keputusan dalam pemerintahan sehari-hari, mulai dari pelayanan publik sampai arah pembangunan Kota Makassar.

Di luar jalur usaha dan politik, Appi juga masih terhubung dengan dunia sepak bola nasional. Dalam susunan PT Liga Indonesia Baru yang diumumkan lewat RUPS Luar Biasa pada 15 November 2022, namanya masuk dalam jajaran direksi.

BACA JUGA:  Safari Ramadan di Barrang Lompo, Wali Kota Makassar Janjikan Pete-Pete Pulau dan Listrik 24 Jam

Itu membuat profilnya tetap bertaut dengan dua arena sekaligus: pemerintahan dan industri olahraga.

Menantu Aksa Mahmud, Suami Melinda Aksa

Appi juga kerap disorot karena posisinya dalam keluarga besar Bosowa dan Kalla. Ia adalah menantu Aksa Mahmud, pendiri Bosowa Corporation, salah satu pengusaha paling berpengaruh dari Indonesia timur.

Appi menikah dengan Melinda Aksa, putri Aksa Mahmud. Karena Aksa Mahmud menikah dengan Ramlah Kalla yang merupakan adik Jusuf Kalla, Melinda Aksa berada dalam garis keluarga besar Kalla dan dikenal sebagai keponakan Jusuf Kalla.

Dari jalur itulah Appi sering disebut terhubung dengan dua lingkar besar sekaligus, yakni Bosowa dan keluarga JK.

Kombinasi latar belakang bisnis, olahraga, politik, dan pemerintahan itu yang membuat nama Appi tetap punya bobot tersendiri di Sulawesi Selatan.

Di tengah dinamika Golkar Sulsel saat ini, pembacaan atas dirinya pun tidak pernah berdiri pada satu identitas saja, melainkan pada jejak panjang sebagai pengusaha, politikus, dan kepala daerah.

SulawesiPos.com – Nama Munafri Arifuddin alias Appi kembali ramai dibicarakan di tengah dinamika Musyawarah Daerah Partai Golkar Sulawesi Selatan. Namun, jejak Appi tidak hanya berhenti di panggung politik. Ia datang dari dunia usaha, sempat lama bergerak di lingkaran korporasi Bosowa, menonjol di sepak bola profesional lewat PSM Makassar, lalu menapaki jalur politik hingga kini memimpin birokrasi pemerintahan Kota Makassar.

Appi lahir pada 20 September 1975 dan menyelesaikan pendidikan sarjana hukum di Universitas Hasanuddin pada 1999. Dalam berbagai profil yang telah terpublikasi, ia dikenal lebih dulu tumbuh sebagai figur bisnis sebelum masuk lebih dalam ke dunia politik praktis.

Di jalur usaha, Appi disebut pernah bekerja di Bosowa Group, grup usaha besar yang didirikan Aksa Mahmud.

Appi juga tercatat pernah memegang peran di sejumlah perusahaan dalam grup tersebut dan sempat aktif sebagai Ketua HIPMI Sulawesi Selatan pada periode 2007 sampai 2010.

Jejak itu membentuk citranya sebagai pengusaha muda yang lama beredar di ekosistem bisnis Sulsel sebelum dikenal luas di gelanggang elektoral.

BACA JUGA:  Appi Pangkas Anggaran Rp60 Miliar di 2026, Perjalanan Dinas dan Randis Jadi Sasaran

Sorotan publik terhadap Appi semakin besar ketika ia masuk ke dunia sepak bola profesional.

Pada 2016, rapat pemegang saham PSM Makassar memilihnya menjadi CEO klub, menggantikan Rully Habibie.

Dari titik itu, namanya makin menonjol karena tidak lagi hanya identik dengan jaringan bisnis Bosowa, tetapi juga dengan pengelolaan salah satu klub paling besar di Indonesia.

Dari Bosowa dan PSM ke Jalur Politik

Karier politik Appi mulai benar-benar terbaca publik saat ia maju pada Pilwalkot Makassar 2018.

Saat itu, ia berpasangan dengan Andi Rachmatika Dewi dalam kontestasi yang berujung historis karena kotak kosong justru menang. Kekalahan itu tidak menghentikan langkahnya.

Appi kembali maju pada Pilwalkot Makassar 2020, tetapi belum berhasil menembus kursi wali kota.

Setelah itu, ia tetap bertahan di jalur politik, memperkuat posisinya di Partai Golkar, lalu maju pada Pemilu Legislatif 2024 untuk DPRD Sulawesi Selatan.

Dari sana, elektoralnya justru terlihat tetap hidup sebelum akhirnya ia memenangkan Pilwalkot Makassar 2024.

BACA JUGA:  Pemerintah Kota Makassar Lantik 6.032 Ketua RT/RW Se-Makassar

Di internal partai, Appi juga dikenal sebagai Ketua DPD II Golkar Makassar. Ia terpilih dalam musda 9 Maret 2021.

Posisi itulah yang membuat namanya kerap masuk dalam pembicaraan setiap kali peta kekuatan Golkar Sulsel berubah, termasuk menjelang Musda terbaru.

Kini Memimpin Birokrasi Makassa

Pada 20 Februari 2025, Munafri Arifuddin resmi dilantik sebagai Wali Kota Makassar untuk periode 2025-2030.

Sejak titik itu, jalur kariernya tidak lagi hanya dibaca sebagai pengusaha atau politikus, tetapi juga sebagai kepala daerah yang memimpin birokrasi kota terbesar di Sulawesi Selatan.

Jabatan ini menempatkan Appi pada fase berbeda dari perjalanan kariernya.

Jika sebelumnya ia dikenal lewat korporasi, organisasi pengusaha, dan arena kontestasi pemilu, kini ia berada di posisi pengambil keputusan dalam pemerintahan sehari-hari, mulai dari pelayanan publik sampai arah pembangunan Kota Makassar.

Di luar jalur usaha dan politik, Appi juga masih terhubung dengan dunia sepak bola nasional. Dalam susunan PT Liga Indonesia Baru yang diumumkan lewat RUPS Luar Biasa pada 15 November 2022, namanya masuk dalam jajaran direksi.

BACA JUGA:  Sidang Permohonan Pailit PSM Tidak Dihadiri Pihak PT PSM

Itu membuat profilnya tetap bertaut dengan dua arena sekaligus: pemerintahan dan industri olahraga.

Menantu Aksa Mahmud, Suami Melinda Aksa

Appi juga kerap disorot karena posisinya dalam keluarga besar Bosowa dan Kalla. Ia adalah menantu Aksa Mahmud, pendiri Bosowa Corporation, salah satu pengusaha paling berpengaruh dari Indonesia timur.

Appi menikah dengan Melinda Aksa, putri Aksa Mahmud. Karena Aksa Mahmud menikah dengan Ramlah Kalla yang merupakan adik Jusuf Kalla, Melinda Aksa berada dalam garis keluarga besar Kalla dan dikenal sebagai keponakan Jusuf Kalla.

Dari jalur itulah Appi sering disebut terhubung dengan dua lingkar besar sekaligus, yakni Bosowa dan keluarga JK.

Kombinasi latar belakang bisnis, olahraga, politik, dan pemerintahan itu yang membuat nama Appi tetap punya bobot tersendiri di Sulawesi Selatan.

Di tengah dinamika Golkar Sulsel saat ini, pembacaan atas dirinya pun tidak pernah berdiri pada satu identitas saja, melainkan pada jejak panjang sebagai pengusaha, politikus, dan kepala daerah.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru