Efisiensi Anggaran Jadi Prioritas, Wali Kota Makassar Putuskan Tak Beli Mobil Dinas Baru

SulawesiPos.com – Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin memastikan Pemerintah Kota Makassar tidak akan melakukan pengadaan mobil dinas baru sepanjang tahun ini.

Kebijakan tersebut diambil sebagai bagian dari upaya penghematan anggaran sekaligus optimalisasi pemanfaatan aset kendaraan yang sudah tersedia.

Saat ini, kendaraan operasional yang digunakan masih merupakan armada peninggalan pemerintahan sebelumnya.

Salah satunya adalah mobil listrik Hyundai Ioniq 5 yang kini dipakai sebagai kendaraan dinas harian Wali Kota Makassar.

Armada Lama Dinilai Masih Layak

Munafri menilai kendaraan dinas yang ada masih dalam kondisi layak pakai sehingga belum memerlukan pengadaan baru.

Selain itu, karakteristik wilayah Kota Makassar dinilai tidak membutuhkan kendaraan dengan spesifikasi khusus.

Penggunaan mobil listrik juga dianggap lebih efisien karena tidak memerlukan bahan bakar minyak (BBM), sehingga mampu menekan biaya operasional harian pemerintah daerah.

“Mobil murah, pikir saya. Jadi begini, kan saya pikir mobil itu mungkin sesuai dengan kebutuhan teman-teman,” kata Munafri di Balai Kota Makassar, Kamis (17/4/2026).

BACA JUGA: 
Menkeu Siapkan Efisiensi Anggaran untuk Jaga Defisit APBN 2026 di Bawah 3 Persen

Pengadaan Ditunda untuk Semua Pejabat

Ia menegaskan, sistem pengadaan kendaraan dinas belum menjadi kebutuhan mendesak.

Oleh karena itu, pemerintah kota memilih menunda rencana pembelian dan memaksimalkan pemakaian aset yang sudah ada.

“Kalau di Kota Makassar ini kan tidak ada medan yang harus naik gunung, turun gunung,” katanya.

Munafri juga mengungkapkan, saat awal menjabat, kendaraan operasional yang tersedia terdiri atas Hyundai Ioniq 5 dan Toyota Alphard keluaran 2022.

Kondisi tersebut membuatnya empertanyakan urgensi pengadaan kendaraan baru.

“Makanya saya bilang, ya sudah, kita tidak usah belanja mobil operasional baru. Saya pakai aja yang ada. Jadi akhirnya saya putuskan untuk saya naik mobil Ioniq yang ada, yang mobil listrik itu,” katanya.

Lebih lanjut, Munafri memastikan kebijakan penundaan tersebut berlaku menyeluruh. Tidak hanya untuk Wali Kota, tetapi juga Wakil Wali Kota Makassar.

“Tahun ini saya pastikan tidak ada pengadaan ya, tidak ada pengadaan mobil dinas atau mobil operasional Wali Kota maupun Wakil Wali Kota,” katanya.

BACA JUGA: 
Wali Kota Minta Dishub Tampil Gagah di Jalan Raya, Upayakan Lalu Lintas Humanis

SulawesiPos.com – Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin memastikan Pemerintah Kota Makassar tidak akan melakukan pengadaan mobil dinas baru sepanjang tahun ini.

Kebijakan tersebut diambil sebagai bagian dari upaya penghematan anggaran sekaligus optimalisasi pemanfaatan aset kendaraan yang sudah tersedia.

Saat ini, kendaraan operasional yang digunakan masih merupakan armada peninggalan pemerintahan sebelumnya.

Salah satunya adalah mobil listrik Hyundai Ioniq 5 yang kini dipakai sebagai kendaraan dinas harian Wali Kota Makassar.

Armada Lama Dinilai Masih Layak

Munafri menilai kendaraan dinas yang ada masih dalam kondisi layak pakai sehingga belum memerlukan pengadaan baru.

Selain itu, karakteristik wilayah Kota Makassar dinilai tidak membutuhkan kendaraan dengan spesifikasi khusus.

Penggunaan mobil listrik juga dianggap lebih efisien karena tidak memerlukan bahan bakar minyak (BBM), sehingga mampu menekan biaya operasional harian pemerintah daerah.

“Mobil murah, pikir saya. Jadi begini, kan saya pikir mobil itu mungkin sesuai dengan kebutuhan teman-teman,” kata Munafri di Balai Kota Makassar, Kamis (17/4/2026).

BACA JUGA: 
Sidak MPP, Wali Kota Makassar Tegur Pegawai PTSP yang Merokok Saat Jam Pelayanan

Pengadaan Ditunda untuk Semua Pejabat

Ia menegaskan, sistem pengadaan kendaraan dinas belum menjadi kebutuhan mendesak.

Oleh karena itu, pemerintah kota memilih menunda rencana pembelian dan memaksimalkan pemakaian aset yang sudah ada.

“Kalau di Kota Makassar ini kan tidak ada medan yang harus naik gunung, turun gunung,” katanya.

Munafri juga mengungkapkan, saat awal menjabat, kendaraan operasional yang tersedia terdiri atas Hyundai Ioniq 5 dan Toyota Alphard keluaran 2022.

Kondisi tersebut membuatnya empertanyakan urgensi pengadaan kendaraan baru.

“Makanya saya bilang, ya sudah, kita tidak usah belanja mobil operasional baru. Saya pakai aja yang ada. Jadi akhirnya saya putuskan untuk saya naik mobil Ioniq yang ada, yang mobil listrik itu,” katanya.

Lebih lanjut, Munafri memastikan kebijakan penundaan tersebut berlaku menyeluruh. Tidak hanya untuk Wali Kota, tetapi juga Wakil Wali Kota Makassar.

“Tahun ini saya pastikan tidak ada pengadaan ya, tidak ada pengadaan mobil dinas atau mobil operasional Wali Kota maupun Wakil Wali Kota,” katanya.

BACA JUGA: 
Wali Kota Minta Dishub Tampil Gagah di Jalan Raya, Upayakan Lalu Lintas Humanis

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru