Jalan Luwu-Toraja Utara Mulai Dipreservasi, Proyek Rp239,73 M Ditarget Pangkas Waktu Tempuh 2-3 Jam

SulawesiPos.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memulai pembangunan Preservasi Jalan Paket 6 Multi Years Contract (MYC) di Labokke, Desa Puty, Kabupaten Luwu, Sabtu (4/7/2026), dengan nilai kontrak Rp239,73 miliar untuk memperbaiki akses penghubung Luwu dan Toraja Utara yang selama ini memakan waktu tempuh panjang.

Proyek jalan multiyears ini menjadi paket terakhir dari enam paket jalan Pemprov Sulsel dan ditarget mendorong konektivitas, distribusi hasil pertanian, serta pertumbuhan ekonomi kawasan utara Sulawesi Selatan.

Groundbreaking proyek itu dihadiri Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi, Bupati Luwu H Patahudding, Wali Kota Palopo Naili Trisal, anggota DPRD Sulsel, kepala perangkat daerah, unsur Forkopimda, camat, kepala desa, dan tokoh masyarakat.

Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulsel A Ikhsan mengatakan proyek ini memiliki masa pelaksanaan 605 hari kalender dengan masa pemeliharaan 365 hari kalender.

Ia menyebut ruas jalan yang ditangani membentang hingga perbatasan Kabupaten Toraja Utara sepanjang sekitar 38,9 kilometer.

BACA JUGA:  Bappenas Jadikan Sulsel Contoh Nasional Penanganan Anak Tidak Sekolah

Akses Luwu-Toraja Utara Dipercepat

A Ikhsan menjelaskan setelah proyek itu rampung, ruas yang belum tertangani hanya tersisa sekitar delapan kilometer dan direncanakan dilanjutkan pada 2027.

Ia menambahkan jalan tersebut juga disiapkan sebagai infrastruktur pendukung rencana pembangunan rumah sakit regional di kawasan Luwu.

Menurut dia, akses jalan yang lebih baik akan memperlancar mobilitas warga, pelayanan kesehatan, dan distribusi hasil pertanian.

Bupati Luwu H Patahudding mengatakan proyek ini telah lama dinantikan masyarakat di wilayah pegunungan karena membuka akses ekonomi baru dan mempercepat perjalanan antardaerah.

“Alhamdulillah, pembangunan jalan ini akan mempercepat konektivitas antara Kabupaten Luwu dan Toraja Utara. Selama ini akses menuju wilayah tersebut membutuhkan waktu yang cukup lama, namun setelah jalan ini selesai diharapkan mampu memangkas waktu tempuh sekitar dua hingga tiga jam sehingga aktivitas masyarakat dan perekonomian semakin meningkat,” ujar Patahudding.

Fondasi Pengembangan Kawasan Utara Sulsel

Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menyebut Preservasi Jalan Paket 6 menjadi bagian dari program pembangunan infrastruktur berkelanjutan Pemprov Sulsel.

BACA JUGA:  Kemunculan Ikan Sapu-sapu di Sungai Sa’dan Disorot, Pemkab Toraja Utara Siapkan Langkah Antisipasi

Ia mengatakan proyek multiyears tahap pertama akan menjadi dasar untuk pengembangan lanjutan berupa peningkatan jaringan jalan, rehabilitasi irigasi, penyediaan air bersih, dan infrastruktur penunjang pertanian.

Andi juga mengungkap rencana pengembangan kawasan utara Sulsel melalui pembangunan rumah sakit regional, peningkatan akses jalan, pengembangan bandara, dan penyediaan jaringan infrastruktur modern.

“Dengan infrastruktur yang semakin baik, kita ingin membuka pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru, memperlancar distribusi hasil pertanian, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan Luwu Raya,” katanya.

SulawesiPos.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memulai pembangunan Preservasi Jalan Paket 6 Multi Years Contract (MYC) di Labokke, Desa Puty, Kabupaten Luwu, Sabtu (4/7/2026), dengan nilai kontrak Rp239,73 miliar untuk memperbaiki akses penghubung Luwu dan Toraja Utara yang selama ini memakan waktu tempuh panjang.

Proyek jalan multiyears ini menjadi paket terakhir dari enam paket jalan Pemprov Sulsel dan ditarget mendorong konektivitas, distribusi hasil pertanian, serta pertumbuhan ekonomi kawasan utara Sulawesi Selatan.

Groundbreaking proyek itu dihadiri Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi, Bupati Luwu H Patahudding, Wali Kota Palopo Naili Trisal, anggota DPRD Sulsel, kepala perangkat daerah, unsur Forkopimda, camat, kepala desa, dan tokoh masyarakat.

Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulsel A Ikhsan mengatakan proyek ini memiliki masa pelaksanaan 605 hari kalender dengan masa pemeliharaan 365 hari kalender.

Ia menyebut ruas jalan yang ditangani membentang hingga perbatasan Kabupaten Toraja Utara sepanjang sekitar 38,9 kilometer.

BACA JUGA:  Anak Tidak Sekolah di Sulsel Turun, Namun Ribuan Anak Masih Berisiko Putus Pendidikan

Akses Luwu-Toraja Utara Dipercepat

A Ikhsan menjelaskan setelah proyek itu rampung, ruas yang belum tertangani hanya tersisa sekitar delapan kilometer dan direncanakan dilanjutkan pada 2027.

Ia menambahkan jalan tersebut juga disiapkan sebagai infrastruktur pendukung rencana pembangunan rumah sakit regional di kawasan Luwu.

Menurut dia, akses jalan yang lebih baik akan memperlancar mobilitas warga, pelayanan kesehatan, dan distribusi hasil pertanian.

Bupati Luwu H Patahudding mengatakan proyek ini telah lama dinantikan masyarakat di wilayah pegunungan karena membuka akses ekonomi baru dan mempercepat perjalanan antardaerah.

“Alhamdulillah, pembangunan jalan ini akan mempercepat konektivitas antara Kabupaten Luwu dan Toraja Utara. Selama ini akses menuju wilayah tersebut membutuhkan waktu yang cukup lama, namun setelah jalan ini selesai diharapkan mampu memangkas waktu tempuh sekitar dua hingga tiga jam sehingga aktivitas masyarakat dan perekonomian semakin meningkat,” ujar Patahudding.

Fondasi Pengembangan Kawasan Utara Sulsel

Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menyebut Preservasi Jalan Paket 6 menjadi bagian dari program pembangunan infrastruktur berkelanjutan Pemprov Sulsel.

BACA JUGA:  Dorong Pariwisata dan Ekonomi Daerah, Gubernur Sulsel Kucurkan Rp15 Miliar untuk Selayar

Ia mengatakan proyek multiyears tahap pertama akan menjadi dasar untuk pengembangan lanjutan berupa peningkatan jaringan jalan, rehabilitasi irigasi, penyediaan air bersih, dan infrastruktur penunjang pertanian.

Andi juga mengungkap rencana pengembangan kawasan utara Sulsel melalui pembangunan rumah sakit regional, peningkatan akses jalan, pengembangan bandara, dan penyediaan jaringan infrastruktur modern.

“Dengan infrastruktur yang semakin baik, kita ingin membuka pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru, memperlancar distribusi hasil pertanian, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan Luwu Raya,” katanya.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru