Wakil Gubernur Sulsel Ajak Warga Kelola Sampah dari Rumah, Nilai Ekonominya Bisa Tingkatkan Pendapatan

SulawesiPos.com – Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, mengajak masyarakat untuk mulai mengelola sampah sejak dari lingkungan rumah tangga sebagai langkah nyata menjaga kebersihan lingkungan sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru.

Ajakan tersebut disampaikan Fatmawati saat menghadiri kegiatan Gerakan Pola Hidup Sehat dan Lingkungan Bersih yang digelar di Desa Atue, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, Senin (8/6/2026).

Menurutnya, persoalan sampah tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah. Kesadaran masyarakat untuk memilah dan mengelola sampah sejak dari sumbernya menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

“Kebersihan dan kelestarian lingkungan bukan hanya untuk kita hari ini, tetapi juga untuk masa depan anak cucu kita. Karena itu, menjaga lingkungan harus menjadi kesadaran bersama,” jelasnya dikutip Selasa (9/6/2026).

Fatmawati menjelaskan bahwa sampah plastik yang selama ini sering dianggap tidak berguna sebenarnya dapat menjadi sumber pendapatan apabila dipilah dan didaur ulang.

Nilainya bahkan dapat meningkat apabila terlebih dahulu diolah menggunakan peralatan pencacah sebelum dipasarkan sebagai bahan baku industri daur ulang.

BACA JUGA:  Bantuan Pemprov Sulsel untuk Perbaikan Jalan Rp20 Miliar di Pinrang Sudah Rampung

Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus mendorong penerapan prinsip pengurangan, penggunaan kembali, dan daur ulang sampah atau konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) hingga ke tingkat desa.

Menurut Fatmawati, pengelolaan sampah berbasis masyarakat membantu mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA) dan juga dapat membuka peluang usaha bagi warga.

Untuk mendukung upaya tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyerahkan bantuan fasilitas pengelolaan sampah berupa Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS 3R), kendaraan pengangkut sampah, serta mesin pencacah plastik.

Selain itu, dua unit bak sampah juga diserahkan secara simbolis kepada Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dan Pemerintah Desa Atue guna memperkuat sistem pengelolaan sampah di tingkat lokal.

Dalam kesempatan itu, Fatmawati mengingatkan pentingnya pemilahan sampah berdasarkan jenisnya, mulai dari sampah organik, anorganik, residu hingga limbah berbahaya dan beracun (B3).

Selain mengampanyekan pengelolaan sampah, Fatmawati turut mengajak masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam berbagai komoditas produktif.

BACA JUGA:  KLH Dampingi Daerah di Sulsel, Luwu Fokus Penghijauan dan Pengelolaan Sampah

Menurutnya, langkah tersebut dapat membantu memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus mendukung pengendalian inflasi daerah.

Pada kegiatan tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan juga menyerahkan bibit cabai dan ratusan bibit tanaman produktif kepada masyarakat sebagai bagian dari program penghijauan dan pemberdayaan ekonomi keluarga.

Fatmawati berharap gerakan menjaga lingkungan dan pengelolaan sampah dari rumah tangga dapat menjadi budaya yang terus berkembang di tengah masyarakat.

Kegiatan yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tersebut turut dihadiri jajaran Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, tokoh masyarakat, kader PKK, serta ratusan warga Desa Atue.

SulawesiPos.com – Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, mengajak masyarakat untuk mulai mengelola sampah sejak dari lingkungan rumah tangga sebagai langkah nyata menjaga kebersihan lingkungan sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru.

Ajakan tersebut disampaikan Fatmawati saat menghadiri kegiatan Gerakan Pola Hidup Sehat dan Lingkungan Bersih yang digelar di Desa Atue, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, Senin (8/6/2026).

Menurutnya, persoalan sampah tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah. Kesadaran masyarakat untuk memilah dan mengelola sampah sejak dari sumbernya menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

“Kebersihan dan kelestarian lingkungan bukan hanya untuk kita hari ini, tetapi juga untuk masa depan anak cucu kita. Karena itu, menjaga lingkungan harus menjadi kesadaran bersama,” jelasnya dikutip Selasa (9/6/2026).

Fatmawati menjelaskan bahwa sampah plastik yang selama ini sering dianggap tidak berguna sebenarnya dapat menjadi sumber pendapatan apabila dipilah dan didaur ulang.

Nilainya bahkan dapat meningkat apabila terlebih dahulu diolah menggunakan peralatan pencacah sebelum dipasarkan sebagai bahan baku industri daur ulang.

BACA JUGA:  DPR Minta Pemerintah Tiru Sistem Nusa Kambangan, Sampah Bisa Habis Tanpa Polusi

Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus mendorong penerapan prinsip pengurangan, penggunaan kembali, dan daur ulang sampah atau konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) hingga ke tingkat desa.

Menurut Fatmawati, pengelolaan sampah berbasis masyarakat membantu mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA) dan juga dapat membuka peluang usaha bagi warga.

Untuk mendukung upaya tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyerahkan bantuan fasilitas pengelolaan sampah berupa Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS 3R), kendaraan pengangkut sampah, serta mesin pencacah plastik.

Selain itu, dua unit bak sampah juga diserahkan secara simbolis kepada Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dan Pemerintah Desa Atue guna memperkuat sistem pengelolaan sampah di tingkat lokal.

Dalam kesempatan itu, Fatmawati mengingatkan pentingnya pemilahan sampah berdasarkan jenisnya, mulai dari sampah organik, anorganik, residu hingga limbah berbahaya dan beracun (B3).

Selain mengampanyekan pengelolaan sampah, Fatmawati turut mengajak masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam berbagai komoditas produktif.

BACA JUGA:  KLH Dampingi Daerah di Sulsel, Luwu Fokus Penghijauan dan Pengelolaan Sampah

Menurutnya, langkah tersebut dapat membantu memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus mendukung pengendalian inflasi daerah.

Pada kegiatan tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan juga menyerahkan bibit cabai dan ratusan bibit tanaman produktif kepada masyarakat sebagai bagian dari program penghijauan dan pemberdayaan ekonomi keluarga.

Fatmawati berharap gerakan menjaga lingkungan dan pengelolaan sampah dari rumah tangga dapat menjadi budaya yang terus berkembang di tengah masyarakat.

Kegiatan yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tersebut turut dihadiri jajaran Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, tokoh masyarakat, kader PKK, serta ratusan warga Desa Atue.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru