Breaking News! Polisi Olah TKP Kasus Dugaan Penganiayaan Ketua DPRD Bone, Korban Dihadirkan Runutkan Kronologi Kejadian

SulawesiPos.com – Penyidik Satreskrim Polres Bone melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait kasus dugaan penganiayaan yang dilaporkan melibatkan Ketua DPRD Bone, Andi Tenri Walinonong, Sabtu (25/7/2026).

Sebanyak lima personel Satreskrim Polres Bone tampak mendatangi Kantin DPRD Bone, lokasi yang disebut menjadi tempat terjadinya insiden tersebut.

Dalam proses olah TKP, korban (Yuli) juga dihadirkan untuk memperagakan sekaligus menjelaskan secara rinci kronologi kejadian di hadapan penyidik.

Menurut keterangan korban kepada penyidik, insiden bermula ketika ia dipanggil ke kantin oleh Ketua DPRD Bone. Hingga kemudian, politisi Gerindra itu, melumuri kue ke korban di bagian wajah.

Tidak berhenti di situ, korban mengaku wajahnya disiram menggunakan air dari botol minuman.

Korban juga menyampaikan bahwa botol air tersebut kemudian dilempar ke arahnya. Selain itu, sebuah botol berisi cabai (lombok) juga disebut ikut dilempar, disertai ucapan yang menurut pengakuan korban berbunyi, “Ini kue kamu memang beli.”

BACA JUGA:  Sederet Kontroversi Ketua DPRD Bone: Dari Konflik dengan Pemda hingga Dugaan Penganiayaan Staf

Selama olah TKP berlangsung, penyidik mencocokkan keterangan korban dengan kondisi lokasi kejadian sebagai bagian dari proses penyelidikan.

Sejumlah titik di area kantin diperiksa untuk memastikan kesesuaian kronologi yang disampaikan.

Hingga berita ini diterbitkan, Satreskrim Polres Bone masih terus mengumpulkan alat bukti dan keterangan para pihak.

Proses penanganan perkara masih berjalan, Polisi juga dijadwalkan akan memeriksa saksi-saksi lain yang mengetahui atau berada di sekitar lokasi saat kejadian berlangsung. (kar)

SulawesiPos.com – Penyidik Satreskrim Polres Bone melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait kasus dugaan penganiayaan yang dilaporkan melibatkan Ketua DPRD Bone, Andi Tenri Walinonong, Sabtu (25/7/2026).

Sebanyak lima personel Satreskrim Polres Bone tampak mendatangi Kantin DPRD Bone, lokasi yang disebut menjadi tempat terjadinya insiden tersebut.

Dalam proses olah TKP, korban (Yuli) juga dihadirkan untuk memperagakan sekaligus menjelaskan secara rinci kronologi kejadian di hadapan penyidik.

Menurut keterangan korban kepada penyidik, insiden bermula ketika ia dipanggil ke kantin oleh Ketua DPRD Bone. Hingga kemudian, politisi Gerindra itu, melumuri kue ke korban di bagian wajah.

Tidak berhenti di situ, korban mengaku wajahnya disiram menggunakan air dari botol minuman.

Korban juga menyampaikan bahwa botol air tersebut kemudian dilempar ke arahnya. Selain itu, sebuah botol berisi cabai (lombok) juga disebut ikut dilempar, disertai ucapan yang menurut pengakuan korban berbunyi, “Ini kue kamu memang beli.”

BACA JUGA:  Selebgram Makassar Dianiaya Geng Motor, Polisi Buru Pelaku usai Korban Melapor

Selama olah TKP berlangsung, penyidik mencocokkan keterangan korban dengan kondisi lokasi kejadian sebagai bagian dari proses penyelidikan.

Sejumlah titik di area kantin diperiksa untuk memastikan kesesuaian kronologi yang disampaikan.

Hingga berita ini diterbitkan, Satreskrim Polres Bone masih terus mengumpulkan alat bukti dan keterangan para pihak.

Proses penanganan perkara masih berjalan, Polisi juga dijadwalkan akan memeriksa saksi-saksi lain yang mengetahui atau berada di sekitar lokasi saat kejadian berlangsung. (kar)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru