Harga Sapi Kurban di Bone Melonjak Jelang Iduladha

SulawesiPos.com – Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, harga sapi kurban di Kabupaten Bone mulai mengalami kenaikan signifikan. Lonjakan harga terjadi seiring meningkatnya permintaan masyarakat yang mulai berburu hewan kurban sejak awal Mei.

Sebagai perbandingan, harga sapi ukuran standar dijual mulai Rp15 juta hingga Rp25 juta per ekor, tergantung ukuran, bobot, dan jenis sapi.

Kenaikan harga disebut mencapai Rp2 juta hingga Rp4 juta dibandingkan tahun sebelumnya.

Para pedagang mengaku permintaan sapi terus meningkat, terutama dari pembeli lokal maupun luar daerah. Sapi jenis Bali masih menjadi favorit masyarakat karena dinilai memiliki kualitas baik dengan harga yang relatif lebih terjangkau.

“Sekarang pembeli mulai ramai datang mencari sapi untuk kurban. Harga memang naik karena stok bagus mulai berkurang,” ujar Anwar seorang pedagang sapi di Bone, Selasa (12/5/2026).

Selain tingginya permintaan, kenaikan harga juga dipengaruhi biaya pakan ternak dan perawatan sapi yang ikut meningkat dalam beberapa bulan terakhir.

BACA JUGA: 
Pengawasan Ketat Jelang Idul Adha, Sapi Masuk Bone Wajib Karantina, Pemeriksaan Gratis Disiapkan

Banyak peternak juga mulai selektif menjual ternaknya karena menunggu harga terus naik mendekati Iduladha.

Salah seorang warga, Muharram mengaku sampai harus ke pelosok desa mencari sapi yang harganya relatif terjangkau.

“Tapi ternyata mahal semua. Ini kemarin saya dapat Rp14 juta. Padahal hari biasa, harga sapi ukuran segitu paling Rp9 atau Rp10 juta,” ucap warga Kecamatan Dua Boccoe ini.

Senada diungkapkan Dody. Ia mengaku sulit sekarang mencari sapi kurban yang harganya relatif bersahabat.

Bone sendiri dikenal sebagai salah satu daerah pemasok sapi terbesar di Sulawesi Selatan. Menjelang musim kurban, distribusi sapi dari Bone ke berbagai daerah seperti Makassar dan sekitarnya biasanya meningkat tajam.

Sementara itu, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Bone, terus meningkatkan pengawasan lalu lintas ternak.

Plt Kepala Dinas Peternakan, drh Agusriady mengatakan, vaksinasi ternak menjadi fokus untuk menjamin hewan kurban yang dikonsumsi masyarakat, aman dari penyakit. (kar)

SulawesiPos.com – Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, harga sapi kurban di Kabupaten Bone mulai mengalami kenaikan signifikan. Lonjakan harga terjadi seiring meningkatnya permintaan masyarakat yang mulai berburu hewan kurban sejak awal Mei.

Sebagai perbandingan, harga sapi ukuran standar dijual mulai Rp15 juta hingga Rp25 juta per ekor, tergantung ukuran, bobot, dan jenis sapi.

Kenaikan harga disebut mencapai Rp2 juta hingga Rp4 juta dibandingkan tahun sebelumnya.

Para pedagang mengaku permintaan sapi terus meningkat, terutama dari pembeli lokal maupun luar daerah. Sapi jenis Bali masih menjadi favorit masyarakat karena dinilai memiliki kualitas baik dengan harga yang relatif lebih terjangkau.

“Sekarang pembeli mulai ramai datang mencari sapi untuk kurban. Harga memang naik karena stok bagus mulai berkurang,” ujar Anwar seorang pedagang sapi di Bone, Selasa (12/5/2026).

Selain tingginya permintaan, kenaikan harga juga dipengaruhi biaya pakan ternak dan perawatan sapi yang ikut meningkat dalam beberapa bulan terakhir.

BACA JUGA: 
Pengawasan Ketat Jelang Idul Adha, Sapi Masuk Bone Wajib Karantina, Pemeriksaan Gratis Disiapkan

Banyak peternak juga mulai selektif menjual ternaknya karena menunggu harga terus naik mendekati Iduladha.

Salah seorang warga, Muharram mengaku sampai harus ke pelosok desa mencari sapi yang harganya relatif terjangkau.

“Tapi ternyata mahal semua. Ini kemarin saya dapat Rp14 juta. Padahal hari biasa, harga sapi ukuran segitu paling Rp9 atau Rp10 juta,” ucap warga Kecamatan Dua Boccoe ini.

Senada diungkapkan Dody. Ia mengaku sulit sekarang mencari sapi kurban yang harganya relatif bersahabat.

Bone sendiri dikenal sebagai salah satu daerah pemasok sapi terbesar di Sulawesi Selatan. Menjelang musim kurban, distribusi sapi dari Bone ke berbagai daerah seperti Makassar dan sekitarnya biasanya meningkat tajam.

Sementara itu, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Bone, terus meningkatkan pengawasan lalu lintas ternak.

Plt Kepala Dinas Peternakan, drh Agusriady mengatakan, vaksinasi ternak menjadi fokus untuk menjamin hewan kurban yang dikonsumsi masyarakat, aman dari penyakit. (kar)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru