18 Desa di Bone Gelar Pilkades PAW, Panitia Diminta Netral Hindari Konflik

SulawesiPos.com – Pemilihan Kepala Desa Pergantian Antar Waktu (Pilkades PAW) tahun 2026 di Kabupaten Bone dipastikan akan berlangsung pada Mei mendatang.

Sebanyak 18 desa dari 14 kecamatan telah bersiap mengikuti proses demokrasi di tingkat desa tersebut.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Bone, Andi Akbar, menyampaikan bahwa seluruh desa yang akan melaksanakan Pilkades PAW kini telah memiliki bakal calon kepala desa.

“Total ada 18 desa di 14 kecamatan yang akan melaksanakan Pilkades PAW. Rencananya digelar bulan Mei 2026,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).

Jumlah bakal calon di tiap desa pun bervariasi. Ada yang hanya diikuti dua kandidat, namun ada pula yang mencapai lima orang.

Desa Tompong Patu di Kecamatan Kahu menjadi yang terbanyak dengan lima bakal calon.

Sementara itu, beberapa desa seperti Mattiro Walie di Kecamatan Mare, Ulo di Kecamatan Tellu Siattinge, serta Opo di Kecamatan Ajangale masing-masing diikuti empat bakal calon.

BACA JUGA: 
Lansia Diduga ODGJ Tewas Terseret Mobil di Bone, Sopir Tak Sempat Menghindar

Selebihnya, mayoritas desa diikuti dua hingga tiga kandidat.

Menurut Andi Akbar, aturan membatasi jumlah calon kepala desa maksimal tiga orang. Jika jumlah pendaftar melebihi batas tersebut, maka akan dilakukan tahapan seleksi untuk menentukan calon yang berhak maju.

“Kalau lebih dari tiga, pasti ada seleksi. Misalnya lima calon, nanti akan disaring hingga tersisa tiga orang,” jelasnya.

Meski jumlah kandidat di beberapa desa cukup banyak, ia memastikan kondisi tetap kondusif. Hal ini dipengaruhi oleh hubungan kekerabatan antar calon yang umumnya masih dekat.

“Biasanya masih ada hubungan keluarga, jadi relatif aman,” katanya.

Namun, ia tetap mengingatkan agar panitia pelaksana di tingkat desa menjaga netralitas demi menghindari gesekan di masyarakat.

“Potensi konflik biasanya muncul kalau panitia tidak netral. Karena itu, panitia harus benar-benar profesional dan dipercaya masyarakat,” tegasnya.

Di sisi lain, masyarakat juga berharap Pilkades PAW dapat berlangsung jujur dan transparan. Rizky, warga Desa Matajang, Kecamatan Dua Boccoe, meminta agar panitia tidak memihak kepada calon tertentu.

BACA JUGA: 
Tuan Rumah Porprov 2026, Pemkab Bone Pastikan Kesiapan Venue Olahraga

“Kami ingin prosesnya adil. Walaupun pilihan berbeda-beda, semoga tetap aman dan tidak ada kecurangan,” ujarnya.

Desa Matajang sendiri menjadi salah satu desa yang akan ikut dalam pelaksanaan Pilkades PAW tahun ini.

Pemerintah pun berharap seluruh tahapan berjalan lancar hingga menghasilkan pemimpin desa yang mampu membawa kemajuan bagi masyarakat. (kar)

SulawesiPos.com – Pemilihan Kepala Desa Pergantian Antar Waktu (Pilkades PAW) tahun 2026 di Kabupaten Bone dipastikan akan berlangsung pada Mei mendatang.

Sebanyak 18 desa dari 14 kecamatan telah bersiap mengikuti proses demokrasi di tingkat desa tersebut.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Bone, Andi Akbar, menyampaikan bahwa seluruh desa yang akan melaksanakan Pilkades PAW kini telah memiliki bakal calon kepala desa.

“Total ada 18 desa di 14 kecamatan yang akan melaksanakan Pilkades PAW. Rencananya digelar bulan Mei 2026,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).

Jumlah bakal calon di tiap desa pun bervariasi. Ada yang hanya diikuti dua kandidat, namun ada pula yang mencapai lima orang.

Desa Tompong Patu di Kecamatan Kahu menjadi yang terbanyak dengan lima bakal calon.

Sementara itu, beberapa desa seperti Mattiro Walie di Kecamatan Mare, Ulo di Kecamatan Tellu Siattinge, serta Opo di Kecamatan Ajangale masing-masing diikuti empat bakal calon.

BACA JUGA: 
Rakor Persiapan Porprov, Bone Matangkan Strategi Bidik Prestasi

Selebihnya, mayoritas desa diikuti dua hingga tiga kandidat.

Menurut Andi Akbar, aturan membatasi jumlah calon kepala desa maksimal tiga orang. Jika jumlah pendaftar melebihi batas tersebut, maka akan dilakukan tahapan seleksi untuk menentukan calon yang berhak maju.

“Kalau lebih dari tiga, pasti ada seleksi. Misalnya lima calon, nanti akan disaring hingga tersisa tiga orang,” jelasnya.

Meski jumlah kandidat di beberapa desa cukup banyak, ia memastikan kondisi tetap kondusif. Hal ini dipengaruhi oleh hubungan kekerabatan antar calon yang umumnya masih dekat.

“Biasanya masih ada hubungan keluarga, jadi relatif aman,” katanya.

Namun, ia tetap mengingatkan agar panitia pelaksana di tingkat desa menjaga netralitas demi menghindari gesekan di masyarakat.

“Potensi konflik biasanya muncul kalau panitia tidak netral. Karena itu, panitia harus benar-benar profesional dan dipercaya masyarakat,” tegasnya.

Di sisi lain, masyarakat juga berharap Pilkades PAW dapat berlangsung jujur dan transparan. Rizky, warga Desa Matajang, Kecamatan Dua Boccoe, meminta agar panitia tidak memihak kepada calon tertentu.

BACA JUGA: 
Lebaran Tanpa Reuni Tak Lengkap, Ribuan Alumni SMAN 9 Bone Jaga Tradisi Tahunan

“Kami ingin prosesnya adil. Walaupun pilihan berbeda-beda, semoga tetap aman dan tidak ada kecurangan,” ujarnya.

Desa Matajang sendiri menjadi salah satu desa yang akan ikut dalam pelaksanaan Pilkades PAW tahun ini.

Pemerintah pun berharap seluruh tahapan berjalan lancar hingga menghasilkan pemimpin desa yang mampu membawa kemajuan bagi masyarakat. (kar)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru