SulawesiPos.com – Marc Marquez menyapu kemenangan Sprint dan balapan utama MotoGP Jepang 2026 di Mobility Resort Motegi, Minggu (4/10/2026), setelah menyalip Jorge Martin di Tikungan 9 pada Lap 11.
Hasil itu membawa Marquez ke 331 poin, hanya terpaut dua angka dari Martin yang tetap memimpin klasemen menjelang Pertamina Grand Prix of Indonesia di Mandalika, Lombok, 9-11 Oktober 2026.
Marquez finis pertama di depan Martin dan Marco Bezzecchi.
Kemenangan tersebut menjadi kemenangan ke-79 Marquez di kelas MotoGP, kemenangan keempatnya di Motegi, sekaligus kemenangan keduanya pada akhir pekan Jepang setelah lebih dulu memenangi Sprint.
“Senang bisa meraih 37 poin lagi. Pada Jumat perasaannya sudah bagus, tetapi setelah perubahan kecil pada balapan Sprint, saya mulai merasa lebih baik dan lebih baik,” kata Marquez, dikutip Crash.net.
Perolehan 37 poin berasal dari kemenangan Sprint dan balapan utama.
Marquez sempat tertahan di belakang Martin pada awal lomba, tetapi memilih menunggu sampai memahami batas ban belakang keras yang dipakai seluruh pembalap.
“Saya bersabar pada lap pertama karena kami hanya punya pengalaman dengan ban keras saat pemanasan. Setelah tiga lap, saya mulai mendorong untuk menutup jarak, menyalipnya, lalu mengendalikan ritme balapan,” ujar Marquez.
Martin mampu mempertahankan posisi kedua dan mengamankan 20 poin.
Namun, pembalap Aprilia itu mengakui Marquez terlalu kuat untuk ditaklukkan di Motegi.
“Marc tak terbendung hari ini. Saya sudah memberikan yang terbaik dan mencoba menekan sampai akhir untuk memaksanya melakukan kesalahan, tetapi itu sangat sulit,” kata Martin.
Martin tetap memimpin klasemen dengan 333 poin, sedangkan Marquez menempel di posisi kedua dengan 331 poin. Bezzecchi berada di urutan ketiga, terpaut 49 poin dari Marquez.
Mandalika Menunggu
Persaingan gelar kemudian berpindah ke Indonesia.
Pertamina Mandalika International Circuit di Lombok, Nusa Tenggara Barat, menjadi tuan rumah seri berikutnya pada 9-11 Oktober 2026.
Balapan di Mandalika membawa catatan khusus bagi Marquez.
Ia belum pernah menyelesaikan balapan utama MotoGP di sirkuit tersebut, sehingga kemenangan di Motegi belum otomatis menghapus tantangan pada seri berikutnya.
“Saya belum pernah menyelesaikan balapan di Indonesia. Saya sedikit kurang beruntung, tetapi pada Sprint tahun lalu saya merasa tidak terlalu buruk setelah menjalani long lap penalty,” tutur Marquez.
Marquez mengatakan dirinya datang dengan kepercayaan diri yang lebih baik setelah menemukan kembali sensasi positif sejak seri Aragon.
Namun, karakter Mandalika yang menuntut pengelolaan degradasi ban akan menjadi ujian baru bagi Ducati.
Aprilia diperkirakan lebih diuntungkan di Mandalika dibanding Ducati.
Martin membawa modal berupa dua kemenangan di Motegi dan posisi puncak klasemen, sedangkan Marquez datang setelah menyapu bersih dua balapan dalam satu akhir pekan.
MotoGP Indonesia menjadi seri kandang bagi publik Indonesia dan berlangsung sebelum rangkaian balapan di Australia, Malaysia, Qatar, Portugal, serta Valencia.
Selisih dua poin membuat duel Marquez-Martin kembali menjadi pusat perhatian di Lombok.


