SulawesiPos.com – Generasi muda menjadi salah satu wajah paling menonjol dalam perjalanan Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026 yang berakhir pada Minggu, 19 Juli 2026, di East Rutherford, New Jersey, Amerika Serikat. Di balik gol penentu Ferran Torres pada final kontra Argentina, La Roja datang dengan fondasi pemain muda yang bukan hanya ikut dalam skuad, tetapi juga tampil penting sepanjang turnamen.
Dua nama yang paling mencuri perhatian tentu Lamine Yamal dan Pau Cubarsi. FIFA mencatat keduanya sama-sama berusia 19 tahun saat tampil di final melawan Argentina, menjadikan mereka dua dari sedikit remaja yang pernah bermain di partai puncak Piala Dunia. Namun generasi muda Spanyol tidak berhenti pada dua nama itu saja.
Nama lain seperti Gavi, Pedri, Nico Williams, Yeremy Pino, Marc Pubill, hingga Alex Baena memperlihatkan bahwa skuad asuhan Luis de la Fuente dibangun di atas kombinasi bakat mentah, pengalaman elite, dan jalur pembinaan klub yang sangat matang.
Lamine Yamal dan Pau Cubarsi Jadi Simbol Regenerasi
Lamine Yamal berusia 19 tahun saat Piala Dunia 2026 berakhir. Winger Barcelona itu sudah lama diperlakukan sebagai talenta langka sejak menembus tim utama pada usia sangat muda.
Di level klub, ia merupakan produk La Masia yang dikenal karena dribel berani, kreativitas, dan kemampuan bermain di beberapa posisi lini depan. Di timnas, Yamal datang ke Piala Dunia setelah lebih dulu mencetak jejak besar di Euro 2024, lalu terus menjadi salah satu wajah utama generasi baru Spanyol.
Pau Cubarsi juga masih 19 tahun saat final. Bek tengah Barcelona itu tumbuh dari akademi La Masia setelah datang dari Girona pada level usia muda.
Kariernya melesat cepat sejak debut kompetitif bersama tim utama Barcelona pada musim 2023/2024, lalu berkembang menjadi salah satu bek muda yang paling dipercaya.
Di Piala Dunia 2026, namanya makin terangkat setelah FIFA menobatkannya sebagai pemenang penghargaan Pemain Muda Terbaik turnamen.
Pedri, Gavi, dan Nico Williams Sudah Bukan Sekadar Prospek
Pedri berusia 23 tahun pada akhir turnamen. Gelandang Barcelona itu lebih dulu menanjak bersama Las Palmas sebelum direkrut Barca dan berkembang menjadi pengatur ritme permainan.
Di Piala Dunia 2026, namanya tetap menjadi bagian penting dari kontrol permainan Spanyol di lini tengah, memperkuat kesan bahwa ia sudah melewati fase wonderkid dan masuk kategori pemain kunci.
Gavi masih 21 tahun dan tetap menjadi salah satu profil paling unik di skuad ini. Produk La Masia itu dikenal lewat intensitas, keberanian duel, dan karakter kompetitif yang menonjol sejak usia belia.
FIFA juga mencatat Gavi menjadi salah satu pemain yang sudah memainkan Piala Dunia kedua sebelum berusia 22 tahun, menegaskan betapa cepat karier internasionalnya melesat.
Nico Williams berusia 24 tahun dan bermain untuk Athletic Club. Winger kelahiran Pamplona itu menembus tim utama Athletic sejak 2021 dan terus berkembang menjadi salah satu penyerang sayap paling eksplosif milik Spanyol.
Kecepatannya, kemampuan menyerang ruang, dan daya ledak saat duel satu lawan satu membuatnya menjadi bagian penting dari ancaman La Roja sepanjang turnamen.
Nama Lain yang Memperkuat Kedalaman Usia Muda Spanyol
Yeremy Pino juga masuk kelompok muda dalam skuad juara ini. Ia berusia 23 tahun dan kini bermain untuk Crystal Palace. Sebelum pindah ke Inggris pada Agustus 2025,
Yeremy lebih dulu membangun namanya bersama Villarreal, klub yang memberinya panggung awal di kompetisi Eropa. FIFA memasukkannya dalam daftar pemain pelapis penting Spanyol, menunjukkan bahwa kedalaman tim ini tidak hanya ditopang nama-nama besar.
Marc Pubill berusia 23 tahun dan bermain untuk Atletico Madrid. Bek kanan bertubuh tinggi itu termasuk salah satu nama yang cukup mengejutkan saat dipanggil ke skuad Piala Dunia 2026.
Jalur kariernya bergerak dari Levante ke UD Almeria, lalu ke Atletico Madrid pada 2025. Sebelum Piala Dunia, ia sudah dikenal sebagai bagian dari generasi muda Spanyol yang meraih emas Olimpiade Paris 2024.
Alex Baena menjadi contoh lain bahwa kelompok muda Spanyol tidak hanya ramai secara jumlah, tetapi juga produktif. Saat turnamen berjalan, usianya masih 24 tahun, lalu genap 25 tahun pada Senin, 20 Juli 2026.
Gelandang serang Atletico Madrid itu dibesarkan oleh Villarreal, sempat dipinjamkan ke Girona, lalu pindah ke Atletico pada 2025. Dalam perjalanan Piala Dunia 2026, FIFA menyoroti Baena sebagai pencetak gol kemenangan Spanyol atas Uruguay di fase grup.
Jika ditarik lebih jauh, kekuatan Spanyol di Piala Dunia 2026 memang bukan sekadar soal satu bintang muda.
Mereka punya lapisan pemain yang lahir antara 2001 hingga 2007, tersebar dari lini belakang, tengah, sampai depan, dan sebagian besar sudah bermain di klub elite seperti Barcelona, Athletic Club, Atletico Madrid, hingga Crystal Palace.
Bagi Spanyol, itulah fondasi terpenting dari gelar dunia 2026. Mereka tidak hanya juara karena satu malam besar di final, tetapi karena punya generasi muda yang datang dengan jam terbang tinggi, jalur karier yang jelas, dan keberanian untuk memikul panggung sebesar Piala Dunia.


