Hasil Kualifikasi Moto3 Jerman 2026: Brian Uriarte Rebut Pole, Veda Pratama Start ke-13

SulawesiPos.com – Hasil kualifikasi Moto3 Jerman 2026 menghadirkan perubahan tajam bagi Veda Ega Pratama. Setelah tampil paling cepat pada sesi practice sehari sebelumnya, pebalap Honda Team Asia itu harus puas memulai balapan dari grid ke-13 pada seri Sachsenring, Sabtu, 11 Juli 2026, ketika Brian Uriarte merebut pole position dengan catatan lap 1 menit 24,880 detik.

Uriarte mengunci posisi start terdepan setelah memperbaiki waktunya pada sekitar empat menit terakhir sesi. Pole sitter Moto3 Jerman itu unggul tipis 0,024 detik atas Marco Morelli yang akan start dari posisi kedua, sementara Hakim Danish melengkapi baris terdepan dari grid ketiga.

Perubahan paling terasa justru menimpa Veda. Rider muda Indonesia itu datang ke sesi kualifikasi dengan bekal kuat setelah memuncaki practice Moto3 Jerman pada Jumat, 10 Juli 2026. Namun dalam perebutan lap cepat Sabtu sore, Veda sempat tercecer lebih dari satu detik dari catatan teratas sebelum memangkas jarak menjadi sekitar 0,6 detik dan menutup sesi di urutan ke-13.

BACA JUGA:  Jadwal MotoGP dan Moto3 Catalunya 2026: Sprint Race Malam Ini, Veda Ega Pratama Tampil Minggu

Veda Start dari Baris Kelima

Posisi ke-13 membuat Veda Ega Pratama harus memulai balapan dari baris kelima. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi pebalap asal Gunungkidul tersebut, karena ia perlu bekerja lebih keras sejak lap awal bila ingin segera merapat ke grup depan di Sachsenring.

Meski begitu, hasil ini juga menunjukkan Veda masih mampu menyelamatkan posisi start yang relatif kompetitif setelah sesi kualifikasi tidak berjalan semulus practice. Dalam konteks akhir pekan balap, posisi start ke-13 masih membuka ruang bagi Veda untuk memburu poin, apalagi Moto3 kerap menghadirkan pertarungan rapat sejak lap pertama.

Di sisi lain, hasil kualifikasi ini sekaligus menegaskan ketatnya persaingan papan atas Moto3 musim 2026. Selisih pole Uriarte dengan Morelli sangat tipis, sedangkan Hakim Danish kembali menempatkan dirinya di baris depan setelah tampil konsisten dalam beberapa seri terakhir.

Kontras dengan Hasil Practice Jumat

Sorotan terhadap Veda makin besar karena sehari sebelumnya ia tampil meyakinkan sebagai yang tercepat pada sesi practice. Saat itu, Veda mengalahkan Joel Esteban dan Eddie O’Shea dengan margin yang juga sangat tipis, sekaligus memastikan tiket langsung ke Q2.

BACA JUGA:  Veda Ega Pratama Crash Padahal Sempat Memimpin Moto3 Belanda 2026, Quiles Menang di Assen

Karena itu, hasil start ke-13 terasa seperti cerita yang berbeda dibanding performa Jumat. Di satu sisi, Veda sempat menunjukkan kecepatan yang cukup untuk bersaing di baris depan. Namun di sisi lain, sesi kualifikasi membuktikan bahwa perebutan grid Moto3 Jerman 2026 berjalan jauh lebih ketat dan menuntut lap penentu yang benar-benar bersih.

Balapan Moto3 Jerman kini akan menjadi momen penting bagi Veda Pratama untuk menjawab tantangan itu. Start dari posisi ke-13 memang bukan skenario ideal, tetapi Sachsenring memberi peluang bagi pebalap yang mampu cepat menyatu dengan rombongan depan dan menjaga ritme sejak awal lomba.

SulawesiPos.com – Hasil kualifikasi Moto3 Jerman 2026 menghadirkan perubahan tajam bagi Veda Ega Pratama. Setelah tampil paling cepat pada sesi practice sehari sebelumnya, pebalap Honda Team Asia itu harus puas memulai balapan dari grid ke-13 pada seri Sachsenring, Sabtu, 11 Juli 2026, ketika Brian Uriarte merebut pole position dengan catatan lap 1 menit 24,880 detik.

Uriarte mengunci posisi start terdepan setelah memperbaiki waktunya pada sekitar empat menit terakhir sesi. Pole sitter Moto3 Jerman itu unggul tipis 0,024 detik atas Marco Morelli yang akan start dari posisi kedua, sementara Hakim Danish melengkapi baris terdepan dari grid ketiga.

Perubahan paling terasa justru menimpa Veda. Rider muda Indonesia itu datang ke sesi kualifikasi dengan bekal kuat setelah memuncaki practice Moto3 Jerman pada Jumat, 10 Juli 2026. Namun dalam perebutan lap cepat Sabtu sore, Veda sempat tercecer lebih dari satu detik dari catatan teratas sebelum memangkas jarak menjadi sekitar 0,6 detik dan menutup sesi di urutan ke-13.

BACA JUGA:  Fantastis Veda Pratama Start P20 Finish P5, tapi Hakim Danish Lebih Hebat Start P14 Finish P1

Veda Start dari Baris Kelima

Posisi ke-13 membuat Veda Ega Pratama harus memulai balapan dari baris kelima. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi pebalap asal Gunungkidul tersebut, karena ia perlu bekerja lebih keras sejak lap awal bila ingin segera merapat ke grup depan di Sachsenring.

Meski begitu, hasil ini juga menunjukkan Veda masih mampu menyelamatkan posisi start yang relatif kompetitif setelah sesi kualifikasi tidak berjalan semulus practice. Dalam konteks akhir pekan balap, posisi start ke-13 masih membuka ruang bagi Veda untuk memburu poin, apalagi Moto3 kerap menghadirkan pertarungan rapat sejak lap pertama.

Di sisi lain, hasil kualifikasi ini sekaligus menegaskan ketatnya persaingan papan atas Moto3 musim 2026. Selisih pole Uriarte dengan Morelli sangat tipis, sedangkan Hakim Danish kembali menempatkan dirinya di baris depan setelah tampil konsisten dalam beberapa seri terakhir.

Kontras dengan Hasil Practice Jumat

Sorotan terhadap Veda makin besar karena sehari sebelumnya ia tampil meyakinkan sebagai yang tercepat pada sesi practice. Saat itu, Veda mengalahkan Joel Esteban dan Eddie O’Shea dengan margin yang juga sangat tipis, sekaligus memastikan tiket langsung ke Q2.

BACA JUGA:  Veda Ega Pratama Disponsori Red Bull, Sinyal KTM Tak Pernah Patah Hati Merekrut si Anak Gunungkidul

Karena itu, hasil start ke-13 terasa seperti cerita yang berbeda dibanding performa Jumat. Di satu sisi, Veda sempat menunjukkan kecepatan yang cukup untuk bersaing di baris depan. Namun di sisi lain, sesi kualifikasi membuktikan bahwa perebutan grid Moto3 Jerman 2026 berjalan jauh lebih ketat dan menuntut lap penentu yang benar-benar bersih.

Balapan Moto3 Jerman kini akan menjadi momen penting bagi Veda Pratama untuk menjawab tantangan itu. Start dari posisi ke-13 memang bukan skenario ideal, tetapi Sachsenring memberi peluang bagi pebalap yang mampu cepat menyatu dengan rombongan depan dan menjaga ritme sejak awal lomba.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru