SulawesiPos.com – Presiden Prabowo Subianto secara resmi mengangkat akademisi Rocky Gerung sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) pada Jumat, 2 Oktober 2026. Langkah politik ini seketika memancing berbagai reaksi dari masyarakat luas yang menyoroti pergeseran arah pemikiran sang akademisi.
Keputusan bergabung dengan struktur pemerintahan tersebut langsung mendapatkan komentar menohok dari sejumlah publik figur Tanah Air. Aktor Omara Esteghlal termasuk pihak yang secara terbuka mempertanyakan konsistensi mantan kritikus keras era pemerintahan Jokowi itu.
Kritikan tersebut disampaikan langsung melalui unggahan di akun media sosial pribadinya tak lama berselang dari hari pelantikan. “Dulu teriak-teriak ‘dungu dungu dungu’, sekarang teriaknya ‘dukung dukung dukung’,” tulis Omara menanggapi dinamika politik tersebut.
Bintang film tersebut juga menyinggung perihal landasan pemikiran yang selama ini kerap digaungkan sang akademisi. Ia meyakini bahwa para pemikir besar yang sering dijadikan rujukan oleh Rocky tidak akan merasa bangga dengan keputusannya.
Komentar senada juga disuarakan oleh komika Pandji Pragiwaksono melalui platform X segera setelah pelantikan resmi dilangsungkan. Pandji sebelumnya mengaku terkejut ketika publik mulai melabeli sang tokoh sebagai juru bicara pemerintahan yang baru.
Sorotan tajam terhadap pengamat politik ini sebenarnya tidak hanya berkisar pada manuver posisinya saat ini. Sebelumnya, jurnalis Aiman Witjaksono pernah menegur gaya komunikasi sang akademisi saat berdebat di ruang publik.
Teguran tersebut terjadi usai Rocky mengucapkan kata “tolol” di tengah program televisi Rakyat Bersuara pada bulan September 2026. Sang pengamat saat itu hadir untuk membantah berbagai rumor yang menyebut dirinya telah menjadi tameng pelindung penguasa.
Mantan dosen filsafat tersebut menegaskan bahwa dirinya berhak menentukan arah kritiknya secara mandiri. “Saya tunggu 10 tahun lagi, kalian akan minta maaf ke saya,” pungkasnya dengan penuh keyakinan. (*)


